Reinkarnasi

request-pc25-alana
CreditPosterbyArinYessy@PosterChanel

R E I N K A R N A S I.

~prolog~

by.   Alana

Cast.

Bang Yongguk and Park JiYeon

Support Cast.

All BAP member



 Aku pernah memilikimu di masa lalu….kau cintaku

Namun kau hidup di masa ini 
 
Sementara aku yang masih terjebak pada dimensiku
Duniaku
 
Sanggupkah aku menyelamatkanmu…
 

20110812_bang_yongguk_00

Aku ingin hidup hanya untukmu…

7894_595486337158985_1411261982_n

Aku tidak tahu untuk apa aku hidup…



 

 Yongguk….

 

bisikku di telingamu, kau mengerjabkan matamu…tersenyum. 

 

Dan sinar mentari yang lembut menyapa kulitmu…berkilau, indah

 

Kau menjangkauku, membawaku masuk ke dalam pelukanmu lagi…

 

Jiyeon…

 

bisikmu, …menyentuh keningku dengan kehangatan bibirmu…aku tersenyum…

 

pagiku,…

 

senyumku…kehangatanmu…

 

kembali aku menyatu denganmu, 

 

keindahan tadi malam yang telah mengukir kemenangan 

 

terulang kembali…dan aku mendesah,

 

Yongguk…

 

aku tersipu, ketika tatap matamu mengagumi tubuhku…

 

aku terjatuh di bidang dadamu…dan kau mengusap rambutku…

 

Jiyeon…Jiyeon…Jiyeon…

 

 

 

“Jiyeon..!”  

 

Gadis itu tersentak dan terbangun dari tidurnya denga terpaksa. Kepalanya pusing mendadak dan nafasnya tak beraturan. Dia menatap ke arah sekelilingnya dengan hampa.

 

Dimana ini ?

 

Jantungnya mengejar, sementara keringat dinginnya mengalir deras. Seseorang masuk ke dalam ruangan. Jiyeon baru sadar kalau dia duduk di atas tempat tidur, di sebuah kamar yang begitu asing. 

 

“Kau berada dalam perlindungan kami.”  ujar laki-laki berseragam polisi itu. 

 

Jiyeon masih terlihat bingung. Kenapa dengan kepalanya?  dia meraba kepalanya yang terbalut perban.

 

‘Kepalaku…?”  ujarnya resah.

 

“Kepalamu terbentur saat kau jatuh terpeleset di tangga.”  jawab laki-laki tersebut.

 

“Anda siapa ?”  tanya Jiyeon.

 

“Namaku Moon Jongup. Panggil aku Moon saja. Aku polisi yang akan menjagamu di sini.”

 

“Di mana ini ?”

 

“Di sebuah rumah milik temanku dulu. Namun dia sudah lama pergi. Kau aman di sini.”

 

Kalimatnya membuat Jiyeon bertambah pusing. Sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa dia tidak bisa mengingat sedikit pun tentang kejadian yang telah terjadi.

 

“Aku siapa ?”  tanya Jiyeon tiba-tiba.

 

Moon’Jongup menatap Jiyeon heran. Laki-laki yang tadinya sedang memeriksa berkas-berkas di meja itu mendekat  ke arah gadis itu. 

 

“Apa yang kau katakan barusan?  Siapa dirimu ?”  tanya Moon lagi.

 

“Ya. Siapa aku ?”

 

“Apa kau tidak mengingat kejadian yang kemarin terjadi ?”  Moon menatap serius ke arah Jiyeon.

 

“Namaku Jiyeon.”  ujarnya kemudian. Dia mengingat sendiri mimpi yang baru saja di alaminya. Dan Yongguk ?  siapa dia?

 

 

 

 

 

Sinar mentari masuk menerobos menyinari wajahnya. Sejenak dia merasakan hangatnya. 

 

Yongguk ? 

 

Nama itu masih terngiang-ngiang di kupingnya. Baru saja Moon mengatakan kalau Jiyeon baru saja mengalami sebuah tragedi yang cukup berat. Namun Moon tidak menceritakan secara rinci tragedi apa yang telah menimpanya.

 

Jiyeon adalah satu-satunya orang yang masih hidup, dan dia dibutuhkan untuk menjadi saksi dipersidangan sebuah perkara kepolisian yang sedang berjalan.

 

Matanya kemudian menangkap bayangan sebuah tubuh di tepi danau di samping rumah. Dia berdiri menghadap ke arah danau. Dan dia bukan Moon Jongup. Dia berbeda. Namun hanya sebentar saja, dia menghilang.

 

 

Jiyeon berjalan-jalan di dalam rumah. Sangat sepi. Rumah mungil berkamar dua ini cukup nyaman. Namun terkesan sepi. Gadis itu hanya menatap ke arah sudut-sudut yang lengang. Di mana polisi muda itu. Moon Jongup. 

 

 

Yongguk,

 

Aku melihatnya, berjalan menyusuri rumah ini. Langkahnya begitu anggun. Dia sangat cantik.Rambutnya berkilau-kilau ditimpa cahaya matahari yang masuk lewat kaca jendela.  

 

Aku mengiringinya dari belakang, menatap punggungnya yang seakan rapuh. Namun dia seperti menyimpan sesuatu yang indah di dalam hatinya. Sesekali dia meraba dinding-dinding kayu di sisi kirinya. Tangannya begitu lembut, jemarinya seperti sebuah pena yang melukis diantara kenanga-kenangan yang ingin dia ungkap. Sesaat lalu aku mendapatinya putus asa. Benarkah dia tidak mengingat siapa dirinya.

 

Seandainya aku bisa memberitahu nya…Jiyeon, kau dulu adalah istriku. Kau miliki, namun waktu telah memisahkan kita. 

 

Aku mendesah pada hembusan angin yang menyibukkan helai rambutmu. Kau terpekur di sisi jendela yang terbuka, menatap ke arah danau di mana dulu kita selalu bersama menikmati senja. Apakah kau sedang mengingatku. Seandainya…

 

“Nona Jiyeon…!”  panggil Polisi Moon tiba-tiba

 

Laki – laki itu Moon Jongup, dia menembus tubuhku. Dia sedikit berlari menemui Jiyeonku. 

 

Jiyeon hanya menatap penuh tanya. Sementara seorang Moon terlihat sedikit tegang.

 

“Penjahat itu melarikan diri. Dia lolos dari mobil tahanan yang akan membawanya ke penjara. “

 

Jiyeon masih menatap tak mengerti.

 

“Dia adalah orang yang telah membunuh keluarga Anda.”

 

“Keluarga ?  aku…keluargaku…? Siapa?”  Kau bergumam.

 

 

Mataku tercengang mendengar kabar itu. Kenapa kisah itu terulang lagi. ku hampiri Jiyeon yang sedang berdiri dengan perasaan tak menentu. Apakah dia sadar kalau dirinya sedang dalam bahaya?

 

Jiyeon, aku harus bisa melindunginya. Ini sungguh hal yang tak pernah kubayangkan. Peristiwa duapuluh tahun lalu terulang kembali.

 

 

Flash back.

 

Pagi yang sunyi, ketika kita menikmati pagi pertama kali. Aku memelukmu, erat di sisi jendela. Matamu meredup ketika bibirku menyentuh helai-helai rambutmu. Tubuhmu gemetar, menahan perasaanmu. 

 

Hari pertama kita sebagai sepasang suami istri. Jiyeon, aku tak bisa melukiskan bahagiaku. Usia kita masih muda, namun orang tua kita mengijinkan kita menikah. Apakah terlalu dini untuk mengambil keputusan? Nyatanya lankah bahagia kita tak terhalangi.

 

Kita menempati rumah yang indah di sebuah pemukiman perumahan di pinggiran kota. Dengan pemandangan danau buatan yang begitu indah di sisi kanan rumah kita. Cantik. Dan senyuman kebahagiaanmu adalah cerminan kebahagiaaku juga. 

 

Di hari itu, kita menikmati sarapan pertama kita. Kau memasak untukku sambil menyenandungkan lagu-lagu manis. Suaramu begitu merdu, dan gelak tawamu mencerahkan awal hari diantara kicau bururng-burung yang sedang membuat sarang di atap-atap rumah kita.

 

Namun sesuatu telah terjadi. 

 

Ketika kita tengah brbicara di sela-sela kegiatan sarapan kita, seorang laki-laki memasuki rumah dengan sebuah senjata di tangannya. Siapa dia, aku tak pernah tahu. Dan wajahmu begitu pucat karena takut. Aku mencoba menarikmu ketika orang itu hendak menjangkaumu. Sebentar aku bisa meraih tanganmu, namun pada akhirnya, tanganmu terlepas dariku. Aku terhempas ke belakang oleh sebuah timah panas yang menghujam tubuhku. Tidak jelas di mana letaknya. Dadaku ? perutku ? atau jantungku.

 

Aku mendengar jeritanmu, namun aku tak mengingat lagi selain tubuhku yang mengambang. 

 

Kenapa aku begitu ringan? dan aku melihatmu dalam cengkramannya. Dia, laki-laki itu masih memegang senjatanya dengan kuat. 

 

“Seharusnya kau tidak menikahinya!”  bentaknya padamu. Kau tengah menangisi tubuhku.

 

“Yongguk…bertahanlah! cepat panggil ambulan Daehyun! kenapa kau menembaknya ? Kau sungguh kejam. Kenapa kau menembaknya?  aku mencintainya!”  ujarmu dalam derai air mata. Begitu histeris hingga kau memukul-mukul tubuhmu. 

 

“Jika aku tidak bisa memilikimu, maka dia pun tidak akan bisa memilikimu !”  ujar laki-laki yang di panggil Daehyun itu.

 

“Kenapa ? Apa salahnya?  Kau seharusnya membunuhku saja. Jangan dia!  Daehyun! Aku membencimu !”

 

Jadi dia adalah mantan kekasihmu, yang cemburu karena aku menikah denganmu. Jiyeon. Apa salahku?  Aku harus menjadi martir atas cintaku padamu?   Bahkan kita belum menikmati bulan madu kita.

 

Dan hari itu aku meninggalkanmu untuk selamanya. Daehyun membawamu ke sebuah tempat yang jauh. Aku tidak melihatmu lagi. Dan aku tidak tahu apa yang terjadi setelah itu.

 

flash back end.

 

 

Dan saat ini, aku menemukanmu lagi di tempat ini. Rumah kita yang dulu. Masih sama. Tak berubah. Hanya warna dindingnya saja yang selalu berganti seiring pergantian pemiliknya.  

 

“Nona Jiyeon. Saya akan memanggil bantuan lebih banyak dari kantor polisi setempat.”

 

“KEnapa dia mau membunuhku ?”

 

“Dia itu psikopat, dia itu mantan kekasih Anda. Dia membunuh semua orang yang Anda cintai. Keluarga dan calon suami Anda. Dan sekarang dia berharap dia akan mati bersama Anda.”

 

JIyeon mendadak gemetar. Tubuhnya menggigil karena rasa kaget dan ngeri.

 

“Kenapa dia bersikap seperti itu?”

 

“Saya juga tidak pernah bisa memahami hati manusia Nona.”  jawab Polisi Moon.

 

 

Aku mendekatimu, mencoba memeluk tubuhmu dan memberikan kehangatan. Namun yang kulakukan hanya sia-sia. Aku seperti memeluk ruang hampa. Jiyeon, sanggubkah aku menolongmu?

..

.

tbc

 


 

 

A/n

 

Dear readers nim

Aku hanya membuka khasus dengan prologue singkat ini…

Maaf rencananya berubah, akhirnya publish di sini..

I love BAP…..!! Yes Sir!

 

Peace,alana

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

19 thoughts on “Reinkarnasi”

  1. keren banget kata-katanya, kamu bisa merangkai kata dengan bagus and i like it.
    bagus banget meski aku sebenernya nggak tahu member2 B.A.P hehe tp gak apa2 yg penting ff-mu keren sekali. huft kudu nyari tahu membernya B.A.P nih…
    #what? tahun 2016 gak tahu member B.A.P? 🙂

    Liked by 1 person

    1. kkkkk what 2016 ga tauk BAP… gelundungan aku…. mereka keren banget lagi. ampun deh fenomenal. btw makasih banget udah mampir di ff lama ini

      Like

  2. wowow.. kreren.. haha salah baca harusnya prolog dulu baru part satu tapi aq malah 1 dlu baru prolog. abis tadi rada bingung di part satu trus liat add prolognya ternyata hihi. ok2 lanjut ajj

    Liked by 1 person

    1. Wah, aq jadi tersanjung.qm ngikutin ff ku samle ke sini. Makasih ya, ini emang agak membingungkan. Ga cuma kamu yg bingung. Semua yg baca juga bingung. Yg nulis juga bingung, ..wkwk..oke, gomawo!

      Like

  3. Hello!!new reader’s here!
    Ehehe,,nysar k blog ni,,g-pa2-kan bca ff-nxa ,?,n’ ni pa blognxa ‘bap-ff’,,,bru tau,,,(>.<)
    Crtanxa kren,ska jln crtnxa,
    Tpi,aq blom knl sih sma nak "B.A.P",,,hehe,,^.^ -peace-

    Like

    1. Iya gapapa, mkasih udah nyasar!
      Ga kenal BAP, masa sih ? E’heh! Nah kenalan dulu deh!
      Silahkan baca2! Bebas. Jangan kapk ke sini! Thanks ya!

      Like

  4. “Aku tidak tahu untuk apa aku hidup…” aghh,, pantesan. jiyeon nya amnesia -_-
    lana!!! lagi” kau buat yongguk sbg jiwa yg gentayangan #ngek kejamnya!!! T-T. menistakan daehyun pula. Cekakak!
    kirain nih ff bakalan setting yongguk adl org di masa lalu jiyeon beberapa ratus tahun lalu,, nyatanya yongguk aja blm bereinkarnasi..
    kalau 20 tahun yg lalu aku jd bayangin umur mereka ada di 40-an tahun.. tua” tp msh pd cakep xp
    gpp lan, di manapun tempati publishnya yg pntg nih ff jd publish dan gak stuck, muehehehe :-*

    Like

    1. Sorry ya Aya, aku baru sempet review, aku sibuk banget…
      Iya, di sini aku baru sempet kasih prolog, ini sebenarnya cerita agak berat, hehe/buat aku doanks kali/
      Ngpost di sini. kamu suka BAP ga?
      Tenang aja, yg suka ma Dae Dae, dia ga akan jd psikopat di masa yg skr. Jiyeon di kehidupan lalu sudah reinkarnasi.
      Dan hihihi…Hantu Yongguk…mana tahaaan!!! Mau donk dihantui sama Yongguk. ditemenin bobo juga gapapa! /plaksz/

      Like

  5. “Aku tidak tahu untuk apa aku hidup…” aghh,, pantesan. jiyeon nya amnesia -_-
    lana!!! lagi” kau buat yongguk sbg jiwa yg gentayangan #ngek kejamnya!!! T-T.. menistakan daehyun pula. Cekakak!
    kirain nih ff bakalan setting yongguk adl org di masa lalu jiyeon beberapa ratus tahun lalu,, nyatanya yongguk aja blm bereinkarnasi..
    kalau 20 tahun yg lalu aku jd bayangin umur mereka ada di 40-an tahun.. tua” tp msh pd cakep xp
    gpp lan, di manapun tempati publishnya yg pntg nih ff jd publish dan gak stuck, muehehehe :-*

    Like

  6. suka apapun bentuk ff mu padahal aku myungyeon shipper tapi setelah baca ff mu jd suka namja apapun yg kamu pairing in sama jiyi wkwkwk
    yaa yongguk beda dunia ama jiyi gimana bisa ngelindungi jiyi
    apa end nya bakalan jiyi sama polisi moon

    Like

    1. Makasih, aku tersanjung banget kamu mau baca reinkarnasi n komentar.
      Hm, belum tau nanti jiyi gemana…tapi setelah kamu ngomong apakah dia nantinya akan sama jongup aku jd kepikiran deh…
      Thank u!

      Like

  7. i love bap tapi q suka daehyun.tapi dsini dia jadi psikopat.walau postnya beda dtmpat tapi kita bisa baca diblogmukan alana?duh baru baca dikit amat moment yongguk n jiyeonnya?oc deh dtggu part 1nya????

    Like

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s