[FICLET] Indigo

indigoff

Indigo

A Story by Umatoki

Starring; Yoo Youngjae [B.A.P] and Lee Hyeri [Girls Day]

Ficlet [±800words] | AU, Hurt/Comfort | General

©2014

…Tidak banyak hal yang diinginkan Youngjae dalam hidupnya. Tapi yang pasti, ia ingin berhenti melihat semua yang tak ingin dilihatnya…

.

.

Langit berhias gumpalan awan yang saling berkejaran memberikan pemandangan yang sejenak membuat Youngjae teralih dari fokusnya. Seisi kelas sedang menikmati jam istirahat yang begitu berharga setelah berjam-jam mereka dipaksa memikirkan hal yang sejujurnya tak mereka pedulikan.

Youngjae menurunkan pandangannya kearah lapangan sekolah yang luas. Maniknya bergerak mengitari sudut-sudut lapangan. Irisnya berhenti pada sesosok gadis yang berdiri dibawah pohon maple yang daunnya jatuh berguguran. Gadis itu hanya diam berdiri di sana menatap kearah lapangan yang ramai. Sekali melihatnya saja Youngjae tau, gadis itu bukan manusia.

Youngjae sudah tebiasa dengan hal semacam itu. Tubuhnya sudah tidak lagi bergetar seperti saat pertama kali Youngjae melihat makhluk –yang tak kasat mata- berkeliaran di sekitarnya. Ia sudah tidak ingin lagi lari dan memeluk ibunya dengan erat seperti dulu. Mengatakan bahwa ia melihat sesuatu yang menakutkan. Tidak. Youngjae sudah tidak burusia lima tahun. Tidak lagi.

“Yoo Youngjae.”

Suara lembut itu memanggil namanya. Fokusnya teralih pada gadis bersurai hitam yang berdiri di samping mejanya. Sudah dua tahun sejak kecelakaan hari itu, dan gadis itu masih ada disampingnya

Lee Hyeri.

Youngjae mengulum senyum saat manik mereka bersirobok. Berbincang sejenak dengan gadis itu membuatnya sejenak melupakan pemikirannya tentang kelebihan yang orang-orang pikir hebat. Tapi menurutnya, kelebihan yang ia miliki adalah sebuah penyiksaan. Dimana ia harus melihat hal-hal yang tak ingin dilihatnya. Ketika orang yang ia sayangi berubah menjadi sesuatu yang lain. Berubah menjadi makhluk yang berbeda dengannya.

.

.

“Aku penasaran, seperti apa rasanya menjadi dirimu? Yoo Youngjae.”

Hyeri duduk di bangku kosong tepat disebelah Youngjae. Manik penasarannya mengamati laki-laki yang lahir beberapa bulan lebih awal darinya itu.

“Tidak sehebat yang kau pikirkan.” Ujar Youngjae seraya mebalik halaman buku yang dibacanya.

“Yoo Youngjae.”

Youngjae meletakkan buku ke pangkuannya, menghembuskan napas dengan –sedikit berlebihan. Kepalanya berputar kesamping, mempertemukan maniknya dengan iris gelap milik Hyeri.

“Kau berubah, Youngjae-ya. Sejak kecelakaan waktu itu, kau jadi bersikap dingin padaku.”

Youngjae melihat pelupuk Hyeri yang mulai berair. Hati Youngjae mencelos melihat air itu turun jatuh ke pipi Hyeri. Youngjae mengulurkan sebelah tangannya, menghapus air mata Hyeri dengan ibu jarinya. Lantas mengusap pipinya pelan.

“Maafkan aku, Hyeri-ya­” Youngjae merengkuh tubuh Hyeri dalam hangatnya.Tangannya mengelus punggung Hyeri dengan pelan ketika tubuh gadis itu sedikit berguncang karena terisak.

.

.

Angin berhembus dengan kencang ketika mereka melangkahkan kaki memasuki pemakaman. Hyeri membenahi rambutnya yang terus bergerak tertiup angin. Langit senja yang tak berawan serta suasana pemakaman yang terlihat sepi membuat Hyeri ingin segera pergi dari tempat itu. Youngjae bersikeras mengajaknya untuk ikut ke pemakaman, membuatnya sulit untuk menolaknya.

“Kau ingat pada hari kecelakaan itu, ada seseorang yang meninggal?” Ujar Youngjae sambil terus melangkahkan kaki jenjangnya melewati makam-makam disekitarnya. Sesekali ia melihat beberapa dari pemilik makam itu menatapnya. Tapi ia tak ambil pusing untuk meladeni mereka.

Eoh, entahlah. Aku hanya ingat hari itu kau dibawa ke rumah sakit karena terluka. Aku tidak tau jika ada korban lain.”

Youngjae berhenti berjalan secara tiba-tiba membuat Hyeri hampir membentur punggung laki-laki itu. Youngjae memutar tubuhnya menghadap Hyeri. Iris Hyeri menelusuri tingkah Youngjae yang –menurutnya sedikit aneh.

“Hyeri-ya, kau tau kan aku bisa membantu mereka yang kesulitan untuk pergi ke tempatnya?”

Hyeri menganggukan kepalanya meski merasa ada yang ganjal dari ucapan Youngjae.

“Hyeri-ya, aku akan membantumu pergi ke tempat itu.”

“Youngjae­-ya­

“Lee Hyeri. Kecelakaan itu, bukan aku yang mengalaminya. Tapi Kau, ­Hyeri­-ya.”

“Tidak, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau mobil itu menabrakmu hingga terluka. Bahkan aku ikut mengantarmu ke rumah sakit.”

Hyeri menekan kepalanya dengan kedua tangannya. Jari-jemarinya meremas surai hitamnya dengan keras. Kenangan buruk tentang kecelakaan hari itu kembali merayapi otaknya. Kenangan yang berusaha dihapusnya. Youngjae menarik tangan Hyeri mencoba mendapatkan kembali perhatian gadis itu yang mulai berteriak tak terkendali.

“Jika benar aku yang terluka, tidak mungkin sekarang aku berdiri di depanmu Lee Hyeri!”

Hyeri mengangkat kepalanya, menatap manik Youngjae yang berair. Hyeri mengulum senyum. Tangannya yang bergetar meanrik-narik lengan baju Youngjae.

“Youngja-ya, lantas jika aku yang terluka, aku juga tidak mungkin disini bersamamu.”

“Karena aku belum bisa melepasmu. Saat dokter bilang kau sudah meninggal, aku tidak ingin kehilanganmu. Itulah kenapa sampai sekarang kau masih berada di dekatku, Hyeri-ya.

“Tapi ingatan tentang kecelakaan hari itu—“

“Orang terakhir yang kau lihat sebelum kecelakaan hari itu, adalah aku. Itulah kenapa otakmu membuat kenangan bahwa aku yang mengalami kecelakaan. Lee Hyeri yang ku kenal sudah tidak ada, sementara kau yang berdiri di depanku hanya sebuah roh yang tak bisa pergi ke tempatnya”

“Yoo Youngjae—“ Hyeri mengulurkankan tangannya untuk meraih Youngjae, tapi cahaya menembusnya. Membuat tubuhnya tembus pandang.

“Lee Hyeri, aku melepaskanmu.” Air mata Youngjae jatuh membasahi pipi putihnya.

“Yoo Youngjae.” Hyeri menatap Youngjae yang memejamkan matanya dan setitik air mata yang berhasil jatuh.

Angin berhembus kencang ketika Youngjae kembali membuka matanya. Tidak ada siapapun di sana selain tanah luas dengan ribuan batu nisan. Kepalanya berputar kesamping. Maniknya berhenti pada sebuah batu nisan yang bertuliskan nama Lee Hyeri.

.

.

“Kau tahu Lee Hyeri? Ku dengar dia kemarin kecelakaan”

“Lee Hyeri sahabat –ah maksudku pacar si Indigo itu?”

“Iya, dia meninggal. Katanya gadis itu berusaha menyelamatkan Yoo Youngjae. Tapi justru dia sendiri yang tewas. Kasihan.”

[fin]

A/N : Haiiii~~ Umatoki is back!  Akhirnya setela berkutat dengan tugas yang bejibun /curhat/ aku bisa post ff lagi :3 Semoga kalian menikmati ceritanya ya :3 Jangan lupa tinggalkan jejak di kolong komentar. Supaya tidak ada rumput liar yang tumbuh disana /?

salam,

Umatoki

Advertisements

13 thoughts on “[FICLET] Indigo”

  1. uh… ff nya bagus.. aku suka. gabisa ngmong apa2 deh tntng ff ini. uwa… bikin speechless >< apalagi kisahnya tentang anak indigo gitu..

    Like

  2. omigit xD aku readers baru nih ya xD
    bias aku yjae xD ceritanya.. wah.. bagus banget! xD em.. tolong dong, kapan2 castnya Yjae lagi xD hehe xD jarang Jae soalnya 😦 hehe… Salken ya xD namaku Sofi 99L xD

    Like

    1. Hai sofi ^^ Aku Erisa 98L salken juga ya 🙂

      Pertama makasih ya udah baca ^^
      Oke lain kali aku usahain buat bikin yang castnya Yjae 🙂

      Semoga kamu seneng dan terhibur ya sama ff buatanku :3

      salam,
      umatoki

      Like

  3. Hai Han-ssi ^^ Kenalin aku Erisa 98L 🙂

    Sebenernya juga kepingin dibikin oneshoot, tapi ide ceritanya mentok sampe ficlet doang/plak/

    Terimakasih ya sudah mau membaca dan comment 😉 and sorry for my late reply T.T

    umatoki

    Like

    1. Hay Jimoon-ssi ^^ Kenalin aku Erisa 98L 🙂

      Iya emang sedih kalo di posisi hyeri, tapi lebjh sedih lagi di posisi abang yjae karena dia harus melepas orang yang dia sayang T.T

      Makasih ya sudah baca dan comment^^

      umatoki

      Like

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s