[Oneshoot] Bbangie, Love Me!

Author : Rachma Ama

Tittle : Bbangie, Love Me!

Cast : Jeon Hyosung SECRET, Bang Yongguk B.A.P, Song Jieun SECRET

Genre : Sad/Drama/Romance

Length : PG-17/Oneshoot

Disclaimer : Semua cast memiliki Hak Kepemilikkan masing-masing dan alur milikku sepenuhnya!

Note : Aku memberikan rated PG-17 karena disini akan ada adegan pembuatan tato! Aku nggak mau badan kalian ternodai sama benda aneh kayak gitu :(:(

Ini adalah FanFiction debutku disini ^^ silahkan baca dan jangan lupa komentar dan maaf nggak ada posternya 😦 file poster buat Fanfiction ini hilang *mewek*

Happy reading!

~~~~~

 

Pagi itu udara di Seoul, Korea Selatan, begitu dingin dan berkabut tipis, namun seorang gadis bermata indah tengah berjalan ke universitasnya tanpa memperdulikan dinginnya cuaca yang menusuk tulang. Gadis itu bernama Jeon Hyosung, dan dia berkuliah di TS University.

 

“Jeon Hyosung,” Hyosung menoleh ke belakang dan mendapati seorang pria berbibir plum yang memanggilnya tadi. Dia adalah teman Hyosung, Bang Yongguk.

 

“Selamat pagi, Bbangie!” sapa Hyosung memanggil Yongguk dengan nama panggilan khususnya, Bbangie.

 

“Hyosung, jangan memanggilku dengan nama itu ~~” rengek Yongguk namun Hyosung tetap keukeuh dengan apa yang dia mau. Memanggil Yongguk dengan nama Bbangie..

“Ayo kita masuk ke dalam kelas! Aku sudah membuatkan kotak bekal untukmu, Bbangie!” Hyosung merangkul Yongguk dan masuk ke dalam kelas.

 

“Tadaa ~~” Hyosung mengambil dua kotak bekal dari tasnya dan memberikan satu kotak bekal pada Yongguk. Ekspresi Yongguk yang awalnya cemberut menjadi senang ketika melihat masakan yang dimasak Hyosung. Gaeran Jim spesial dan sallad sayuran.

 

“Wah, Hyosung baik sekali!” kata Yongguk yang membuat Hyosung merona gugup.

 

“Terima kasih, Bbangie,” gumamnya. Saat Yongguk akan memakan masakan buatan Hyosung, di saat bersamaan, masuklah seorang gadis ke dalam kelas tersebut. Gadis itu sangat cantik, bahkan kecantikannya telah membuat Yongguk terpana padanya.

 

“Selamat pagi, teman-teman, namaku Song Jieun dan aku adalah mahasiswi baru disini. Salam kenal.” ucapnya.

 

“Namaku Bang Yongguk, dan aku sangat ingin berteman denganmu.” Yongguk menghampiri Jieun dan meninggalkan kotak bekal yang diberikan Hyosung untuknya. Dan Hyosung hanya bisa menelan rasa cemburu dan sedih ketika Yongguk begitu akrab dengan Jieun. Bahkan sampai melupakannya.

 

“Bbangie…” gumam Hyosung dengan air mata yang mengalir dari pelupuk matanya.

 

Siang harinya, Yongguk dan Jieun duduk berdua di sebuah bangku di taman TS University. Hyosung membuntuti mereka dan dia begitu terkejut ketika melihat Yongguk dan Jieun saling menggenggam tangan dengan romantis. Apakah mereka sudah berpacaran? Pikir Hyosung.

 

“Yongguk, apakah tidak apa-apa kalau Hyosung dilupakan begitu saja? Aku rasa kau jahat padanya,” tanya Jieun.

 

“Hyosung punya banyak teman, tidak apa-apa kok!” ujar Yongguk dengan mudahnya. Hyosung merasa begitu tersakiti, lalu dia berlari menjauh dari sana.

 

Yongguk, kenapa kau membuatku sengsara seperti ini? Kenapa kau lebih memilih Jieun daripada aku? Apa karena dia lebih cantik dari pada aku?

 

Eonni,” panggil Hyosung sambil masuk kedalam kelas dimana seorang wanita berwajah sedikit garang tengah duduk di bangkunya. Wanita itu begitu kaget melihat Hyosung yang menangis terisak-isak.

 

“Hyosung, ada apa?” tanya Bang Natasha––wanita berwajah sedikit garang tadi menghampiri Hyosung dengan perasaan cemas. Natasha adalah kakak perempuan Yongguk yang sangat dekat dengan Hyosung. Dia mendukung Hyosung yang menyukai Yongguk.

 

“Yongguk,” Hyosung menahan ucapannya, karena sesegukan.

 

“Dia berpacaran dengan Song Jieun…” Natasha menatap Hyosung tak percaya. Harapannya menjadikan Yongguk dan Hyosung sebagai sepasang kekasih telah pupus.

 

“S-Song Jieun?” Hyosung mengangguk. Natasha begitu kecewa dengan Yongguk yang dengan mudahnya tertipu oleh kecantikan Jieun. Natasha sudah mengenal Jieun sejak dulu, dan dia tahu bahwa Jieun adalah seorang playgirl yang membanggakan kecantikannya dan sok polos di hadapan pria-pria incarannya.

 

“Tolong, buatkan tato dipunggungku sekarang.” Natasha menutup pintu kelas dan menutup jendela-jendela kelas. Lalu memastikan tak ada orang lain yang berada di kelas itu kecuali dia dan Hyosung.

 

“Kau yakin?” Hyosung mengangguk yakin, Natasha yang tidak rela menodai punggung mulus Hyosung itu mengeluarkan alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat tato. Mau tak mau.

 

“Kau siap?”

 

“Iya. Cepat lakukan.” Natasha mulai membuat tato dipunggung Hyosung. Dia sudah tahu apa yang harus ia buat. Hyosung menangis karena alat-alat pembuat tato milik Natasha begitu sakit ketika mengukir punggungnya. Tapi ini semua demi Yongguk.

 

“Sakit…”

 

***

 

Hyosung berjalan sempoyongan keluar dari kelas Natasha. Rasa pedih setelah membuat tato tadi membuatnya lemas dan lunglai. Terkadang, ia merintih dan menangis. Yang ada dipikirannya adalah Yongguk.

 

“Hyosung!” Hyosung menoleh kebelakang. Ternyata Jieun yang memanggilnya. Jieun menghampiri Hyosung dengan memasang mimik sok polosnya.

 

“Hyosung, kau tampak lemas, ada apa denganmu?” Untuk apa kau peduli padaku?

 

“Mmm… Hyosung, ada yang ingin aku katakan padamu. Tapi aku takut ini akan melukai hatimu,” Jangan bertele-tele, bodoh!

 

“Baiklah, aku akan mengatakannya. Besok aku dan Yongguk akan makan malam bersama dengan orang tua kami, dan aku harap kau juga sudi datang ke acara makan malam kami.”

 

Hyosung terdiam dengan air mata yang mengalir dengan mulus di pipi manisnya. Kenapa Yongguk dan Jieun terlihat ingin menunjuk-nunjukkan keromantisannya pada Hyosung? Apa mereka ingin Hyosung iri hati atau bagaimana?

 

“T-tentu saja, Yongguk adalah sahabatku. Aku pasti akan datang ke acara makan malam besok. Tenang saja…” jawab Hyosung dengan suara yang bergetar. Lalu, dia langsung berlari meninggalkan Jieun disana.

 

“Tidak! Bbangie bukan Bbangie yang dulu! Dia sudah berubah! Yongguk sudah berubah!” tukasnya sambil mempercepat laju larinya ketika sudah keluar dari area universitas. Yongguk yang tidak sengaja melihat Hyosung, langsung mengejarnya.

 

“Hyosung, kenapa kamu menangis dan keluar dari area universitas?” teriak Yongguk pada Hyosung yang berlari di depannya. Hyosung begitu kaget ketika melihat Yongguk mengejarnya.

 

“Jangan! Jangan kejar aku, dasar monster jahat!” ketus Hyosung berusaha menjauhi Yongguk walau sudah merasa lelah. Langkah Hyosung terhenti ketika dia merasakan sesuatu menarik bajunya. Ternyata beberapa kawat yang menjulur dari sebuah pagar rumah. Hyosung berusaha melepaskan pakaiannya dari jeratan kawat itu, belum lagi Yongguk yang semakin mendekat.

 

“Hyosung!”

 

SREETT!!

 

Saat Hyosung memaksakan kondisinya, bajunya terobek cukup lebar dan bersamaan dengan Yongguk yang mencengkram lengannya. Yongguk membeku ketika melihat tato bertuliskan “방용국 ” di punggung Hyosung yang terekspos.

 

“Hyosung––”

 

“Kau sudah melihatnya, bagaimana menurutmu?” Yongguk melepaskan lengan Hyosung dari cengkramannya. Dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.

 

“Aku melihatmu berduaan dengan Jieun di taman, aku cemburu pada Jieun yang dengan mudah mendapatkanmu. Jadi aku meminta Natasha Eonni untuk membuatkan tato bertuliskan namamu,” cerita Hyosung dengan air mata yang mengalir mulus.

 

“Ah! Aku malah memberitahumu! Maafkan aku…” Yongguk memutar tubuh Hyosung agar berhadapan dengannya. Kemudian mencengkram bahu Hyosung.

 

“Kenapa kau mengatakannya disaat seperti ini? Kenapa bukan tempo lalu saja kau katakan kalau kau menyukaiku, eoh?! Katakan padaku, Jeon Hyosung!!” bentak Yongguk emosi. Hyosung terdiam dan terus menangis.

 

Awan mendung sudah menurunkan rintik-rintik hujan dengan deras, seperti menangisi Yongguk yang sudah resmi berpacaran dengan Jieun hari ini. Lalu Hyosung tersenyum kecil.

 

“Awannya juga cengeng sepertiku…”

 

“Kau yang membuatku kecewa, kau juga yang membangkitkan perasaanku lagi sekarang.” Hyosung menatap mata Yongguk.

 

“Y-Yongguk?”

 

Saranghae, Jeon Hyosung.”

 

CUP!!

 

Yongguk mencium bibir Hyosung dengan lembut. Memeluk Hyosung erat dan Hyosung membalas ciuman Yongguk seraya melingkarkan tangannya di leher Yongguk. Mereka saling melumat, menjilat dan mencium bibir satu sama lain.

 

“Bbangie,” Yongguk dan Hyosung menjauhkan bibir mereka satu sama lain. Hyosung tersenyum bahagia dan menghapus air matanya.

 

“Jadi, bagaimana dengan Jieun?”

 

“Aku bisa memutuskannya dan menghancurkan acara makan malam besok! Yang penting kita sudah sejalan sesuai perasaan satu sama lain.” jawab Yongguk. Hyosung tersenyum sangat bahagia.

 

“Bbangie, Love me!”

 

Yes, I love you ~~”

 

CUP!!

 

 

 

 

\END/

 

 

Annyeonghaseyo BABYs dimanapun kalian berada ~~ akhirnya author debut dengan FanFiction dari pasangan TS kesukaan saya yaitu BangHyo couple ^o^ woohoo!!

 

Lega akhirnya bisa nongol juga dihadapan kalian dalam bentuk tulisan dan bisa dikenal sama kalian 🙂 ngahaha…

 

Wanna RCL? ^^ Gomawo

Advertisements

One thought on “[Oneshoot] Bbangie, Love Me!”

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s