Big Secret

big-secret-daehyun

Big Secret

-Busan Girl’s Storyline-

Family, Friendship, slight of Comedy, School life, a little bit romance

Casts:

Jung Daehyun [B.A.P]

All B.A.P members

Jessica Jung [SNSD] as Daehyun’s oldest sister

Jung Eunji [Apink] as Daehyun’s Twin

Krystal Jung [f(x)] as Daehyun’s younger sister

Bae Suzy [Miss A] as Cameo

Siapa tahu? Cowok beken satu sekolah tidak pernah pacaran. Di juluki dingin karena menolak semua pernyataan cinta gadis cantik maupun jelek dari sekolah itu. Tak ada yang pernah tahu alasan konyolnya sampai sampai ia dicurigai oleh teman teman satu geng nya.

Based on my own imagination

DO NOT RETAKE OR CLAIM THIS FANFICTION AS YOURS. PLAGIARISM IS PHORHIBITED!!!

Fanfiction ini pernah dipublish di bacafanfic

Hai haii ^^ I’m back with another B.A.P fanfiction.. kkk~ Hari ini tokoh utamanya sih main vocal B.A.P yang nggak lain Jung Daehyun. FF ini terinspirasi dari komik romance yang kubaca, tapi pasti 100% BEDA! Nyehehehehe.. Awalnya aku pengen bikin kearah romance, tapi dipikir pikir ntar malah ngejiplak itu komik. Eh ada ide nyangkut di otak sampe sampe ngakak pengen jadi komedi.

Udah ah, author banyak bacot!! XD Mulai aja kali ceritanya?

“Jadi..”

“Mianhae.. a-aku tidak bisa menerima perasaanmu” Pemuda bermata tajam berbibir tebal itu menundukan kepalanya. Seluruh rasa iba dan tidak enak menjalar di tubuhnya. Disamping itu, ada rasa gemetar yang berusaha ia tahan. Ia baru saja menolaknya. Menolak seorang gadis yang terkenal, popular dan bahkan disukai banyak anak laki laki satu sekolah ini.

“Ternyata.. benar. Kau memang dingin Daehyun oppa” Gadis itu menghela nafas. Tersarat sedikit rasa sakit yang bisa dilihat dari iris coklatnya. Daehyun tahu itu meskipun ia tidak menatap gadis itu secara langsung.

“Aku kira kau menolak semua gadis, karena mungkin kau akan membalas perasaanku” Suasana tersebut digantikan dengan hening yang panjang. Tak ada yang mau membuka mulut hanya untuk mengucapkan sepatah dua patah katapun. Masing masing sibuk dengan dirinya.

Samar samar Daehyun yang masih menunduk merasa dirinya di tatap oleh gadis itu, lubuk hatinya merasa gelisah, risih. Bukanya ia membencinya, ia.. takut.

“Geurae. Oppa. Mungkin kau menolak ku. Tapi kita tetap akan menjadi teman bukan?” Gadis itu mengalihkan pandanganya dari Daehyun, mencoba untuk menahan seluruh airmata yang sudah tertampung di matanya. Pandanganya mulai buram oleh air mata.

Pada akhirnya air tersebut tak tertahan. Tumpah satu persatu di pipi gadis tersebut yang putih. Daehyun mengangkat kepalanya, ia mulai menatapi gadis itu. Tanganya tak bisa bergerak untuk sekedar menghapus air mata. Ia semakin linglung, gelisah, panik.

Untung gadis tersebut menyeka air matanya cepat. Ia melayangkan senyuman paling manis, memajangkan deretan gigi giginya yang putih. “Oppa, anyeong!” ucapnya berlalu, sebelum pergi meninggalkan Daehyun sendiri diatas atap sekolah.

Daehyun membuang nafas kasar. Ia duduk diatas kursi dan memegang dadanya. Debaran itu. Debaran takut. Ia merutuki dirinya yang begitu bodoh. Seluruh isi sekolah, tidak ada yang mengetahui rahasia terbesarnya. Rahasia yang mungkin bisa menjadi gempa bagi anak anak satu sekolah, terutama para gadis gadis yang menaksirinya dan teman teman satu gengnya.

“ARGH!! Jung Daehyun pabo!!” Pekiknya mengacak rambut frustasi.

**

“Ya! Jung Daehyun!!” Daehyun yang sudah menjaga tempat di kantin itu sontak menoleh kearah sumber suara. Dari kejauhan terlihat Himchan sedang berlari lari kecil sambil melambaikan tanganya. Raut wajahnya terlihat sedikit kesal. Di belakangnya, sosok Bang Yongguk berjalan santai.

“Daehyunnie hyung!!’ Belum Himchan sampai, dua orang mahluk menerobos langkah Himchan dan langsung mencoba mengambil tempat. Himchan yang tahu apa yang terjadi segera menarik Yongguk agar berlangkah lebih cepat, ia berlari berlomba lomba untuk mendapatkan tempat tepat di depan adik kelasnya itu. Tujuan utamanya adalah ‘mewawancarai’.

“Daehyun-ah!” 4 orang pria, ah bukan melainkan 3 orang pria –Jangan hitung Yongguk– yang tadi berlomba lomba itu menghela nafas. Mereka kalah cepat dengan Youngjae yang sudah duduk di depanya. Mau tidak mau mereka harus duduk di tempat lain meja tersebut. Tak habis ide, Himchan ambil tempat di samping Daehyun. Yongguk, beserta dua mahluk tinggi pendek tersebut duduk di tempat sisa.

“yah. Kau bercanda bukan!” Ujar Youngjae memulai pembicaraan. Daehyun bisa saja menutup telinga kalau ia mau. Ia tahu apa yang akan teman teman mereka tanyakan.

“Yah! Bagaimana caranya kau menolak Suzy semudah itu?” Susul Himchan.

“Hyung! Kau tidak tahu Suzy noona juga sama dinginya denganmu? Ia juga jarang menerima pernyataan cinta! Apalagi menyatakan cinta!” sembur magnae tinggi, Choi Junhong. Panggil saja Zelo. “Junhong benar!” tambah Jongup menyetujui.

Didalam keributan itu. Yongguk masih diam, ia menggelengkan kepalanya singkat. Sebelum suara melengking itu berhasil merasuki telinganya dan membuat seiisi kantin diam.

“BERHENTIII!!!!” Semua orang menoleh kearah Daehyun. Pemuda itu nampak terlihat kesal, bahkan ia sudah berdiri dari tempat duduknya berniat untuk pergi. “Yah! Ayo duduk!” Tarik Himchan paksa. Semua orang mengalihkan pandangan, kembali dengan aktifitas mereka setelah Daehyun sudah mendaratkan bokongnya di kursi kantin itu lagi.

“Daehyun. Aku sebenarnya tidak mengerti denganmu. Mengapa kau menolak semua gadis di sekolah ini? Ani, maksud ku.. lihat lah. Kita semua kecuali duo maknae itu sudah memiliki pasangan meskipun di luar sekolah ini. Sementara kau? Hei! Kau memiliki gadis lain di luar eoh?” Yongguk yang sedari tadi diam itu pada akhirnya membuka mulut. Pernyataanya membuat 4 orang lainya menatap Daehyun antusias.

“Daehyun. Kau memiliki kelainan otak ya?” Sindir Himchan. Gelegak Youngjae mulai terdengar dan disahuti oleh tepukan keras Daehyun di punggungnya setelah ia membentak untuk membela dirinya normal.

“Hyung!! Hyung!!!” Panggil Zelo menarik narik pakaian Himchan. “Ah wae!?” sahutnya ketus, risih akibat perbuatanya.

“Jangan jangan.. Daehyun hyung.. Gay?”

“YAH!! CHOI JUNHONG!!” Pekik Daehyun. Ia berdiri dari tempatnya dan menjitak kepala sih maknae pelan. Himchan terkikik bersama dengan Youngjae. Jongup? Biarkan saja ia berhalusinasi tentang Daehyun berpegangan tangan dan berpelukan dengan sesama jenis. “Aku normal.. dan Kau tahu itu!!”

“Tapi Hyung. Kalau kau normal mengapa kau tidak pernah berpacaran?” kali ini Jongup mengeluarkan usulan. “Memangnya ada peraturan kalau laki laki harus pacaran?” bantu Yongguk ingin meluruskan masalah. Sebenarnya ia tidak begitu tertarik pada topik ‘Daehyun menolak Suzy’. Ia jauh lebih tertarik dengan bagaimana caranya bisa membuat Daehyun mengatakan sebenarnya juga imajinasi maknae line yang pasti menggemparkan.

“Geurae.. baiklah. Karena kalian tidak percaya aku normal, dan tidak berkelainan.. maka aku.. maka..” Daehyun menghela nafas. Ia menimbang nimbang akan haruskah ia memberitahu rahasianya, atau diam dan membiarkan seisi sekolah mengiranya aneh.

“Yah! Bbalihae!” desak Himchan. “Baiklah! Kuberitahu! Aku.. aku takut dengan perempuan!!”

“MWO?” ujar kelima lainya bersamaan. Mata mereka membesar. “yah! Ternyata benar, kau berkelainan!” dengan cepat Youngjae mengambil kesimpulan. Daehyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Aniyo.. sejujurnya aku.. aku memiliki saudara di rumah!”

“MWO!!?” kali ini seruan itu terdengar lebih keras. Demi tuhan 5 pasang telinga itu tidak pernah mendengar Daehyun memiliki saudara kandung. Seisi sekolah ini selalu mengiranya sebagai anak tunggal.

“Dan semuanya.. yeoja” lanjutnya menghela nafas.

“ya ya ya Jung Daehyun! Mengapa kau tidak pernah cerita hah?” “Kenalkan satu kepadaku!!” Tanggap Youngjae dan Himchan cepat. Tubuh mereka reflex mendekat kepada Daehyun. Yongguk menarik tubuh dua pria bodoh itu agar mereka bisa kembali ke tempat semulanya. “Diamlah! Aku ingin mendengarnya bercerita”

“Tapi hyungdeul, Youngjae, Jongup dan Junhongie.. berjanjilah untuk tidak tertawa!” Semua mengangguk setuju.

Bersamaan dengan itu, Daehyun membuka mulut untuk bercerita satu per satu tentang saudara perempuanya.

***

Langit hitam pekat nampak tertempel di langit langit. Pada malam itu Daehyun tengah duduk bersandar diatas sofa sambil menonton TV. Kakinya melayang keatas meja dan tangan kananya sedari tadi mengambil popcorn sisa yang ia beli kemarin. Tanpa disadari matanya mulai tertutup.

“Sica-ya.. aku bisa jelaskan” samar samar suara itu terdengar jelas di telinga Daehyun. Ia mengecilkan volume TV setelah merasa dirinya terganggu.

“Ani! Tidak ada yang perlu kau jelaskan oppa!” Namun suara itu masih terdengar jelas di telinga Daehyun. Pada akhirnya pemuda itu bangun dengan kesal. Ia berdiri dari tempat duduknya dan mematikan televisi. Belum ia duduk di tempatnya, suara ocehan itu kembali terdengar.

“Sica-ya! Aku-” “PERGII!!!”

BRAK!! Daehyun menoleh dan mendapati pintu rumahnya terbuka lebar. Ternyata noonanya baru pulang. Dan dia penyebab keributan itu. “Noona.. ada ap-“

“Aku bilang pergi!!” Bentak Jessica galak. Sepertinya gadis itu terlalu sibuk mengomel sampai ia tidak mendengarkan pertanyaan Daehyun. Daehyun membulatkan matanya, mencerna apa yang terjadi di depan. Mungkin saja kalau ia masih setengah bangun, pandanganya tidak jelas sehingga Jessica terlihat seperti memiliki dua tanduk merah di kepalanya. Perlahan ia menggeser tubuh di belakang Jessica untuk mengintip siapa di depan.

“Tapi..” “Pergi atau ku lempar tas ini!”

“Yah!! Appo!” Pekik laki laki tampan di depan setelah dirinya terkena lemparan tas dan dompet dari Jessica. Daehyun kini tahu noonanya sedang mengusir Donghae. Namja yang berstatus sebagai pacar Jessica.

“bukankah itu Donghae Hyung?” Tanya Daehyun was was. Jessica menoleh dan melirik adiknya tajam. Daehyun bergelidik ngeri setelah mengetahui ia berkata salah. “Jangan kau sebut namanya lagi! Atau mungkin Heelsku ini bisa melayang kearahmu” ancam Jessica mengangkat Heelsnya. Daehyun memundurkan tubuhnya hingga ia menabrak tembok. Belum pernah ia melihat sosok menyeramkan seperti ini.

Untuk pertama kalinya ia merasa seperti mangsa seekor singa.

“Daehyun, bisa kah kau bantu aku mendiamkan noonamu itu?”

“PERGIIIII!!!!” Dengan cepat tubuh Jessica kembali menghadap keluar rumah setelah mendengar suara pria itu. Tanpa ia sadari tanganya mengayun dan peganganya mengendur. Menyebabkan sepatu hak tinggi berwarna hot pinknya itu melayang diudara dan.. BRUK!! Mendarat dengan sempurna tepat di wajah Lee Donghae.

BLAM!! Tanpa ampun Jessica menutup pintu rumahnya secara kasar. Daehyun menerjapkan matanya berkali kali, diam tak berkutik.

‘Menyeramkan..’ batin Daehyun sambil menatap punggung Noonanya yang sudah naik keatas seraya berceloteh lebar.

**

“WAHAHAHAHAHA!!!” sayangnya Himchan terlihat tidak menepati Janji. Ledak tawa itu terdengar sangat jelas di gendang telinga Daehyun. Bahkan sepertinya karena Himchan mulai tertawa, Youngjae, Jongup dan Zelo ikut terbahak.

“Yah! Berhentilah, bukan kah kita sudah berjanji untuk tidak tertawa?” Pernyataan Yongguk bagai tak ada artinya untuk 4 mahluk yang masih memegangi perut mereka.

“Aigoo.. Jung Daehyun paboya! Karena kau melihat noona mu segalak itu kau kira semua gadis menyeramkan!?” Youngjae menghempaskan nafas berkali kali mencoba untuk tidak tertawa.

“Hyung! Eomma ku jauh lebih seram daripada noona mu itu!”

“Ya! Kalau aku memiliki pacar, aku tidak mau dicampakan seperti itu!” Daehyun membela dirinya dari hinaan Youngjae dan Zelo. Padahal jauh didalam lubuk hatinya, ia takut kalau semua gadis menjadikan heels sebagai senjata berperang sekalipun hanya bercanda. Bayangkan wajah tampan nan mulusnya ini harus rata karena alas kaki itu.

“Hyung, kau pasti sangat jelek ketika kau menatap noonamu dengan takut..” Bayang Jongup lagi. Sepertinya pria bermata sipit itu bisa melihat dunia yang lebih besar di dalam imaginasinya.

“Yah! Berhenti meledek ku karena bukan hanya itu!!”

“Wae? Jessica Noona melakukan sesuatu yang lebih buruk?” Yongguk menatap sekilas, ia tampak sudah siap mendengarkan. Semuanya ikut menatap Daehyun sambil menahan tawa, bersiap siap mendengar cerita bodoh Daehyun yang kedua.

“Tentu saja bukan, tapi ini semua karena kembaranku yang lebih tua 2 menit!”

“Yah! Aku kira kau hanya memiliki 1 saudara!!” Sahut Youngjae kemudian mulutnya di sekap oleh Himchan yang ingin mendengarkan kisah kedua pria malang itu.

***

“Yoboseyo?” Daehyun melirik sekilas saudara kembarnya itu. Gadis itu baru saja mengangkat telepon rumah yang berdering tak lama. “Appa!” Mendengar itu Daehyun segera berlari kecil dan mendekatkan telinganya dengan gagang telpon yang masih Eunji pegang.

“Eo, Urineun gwenchana.. Appa kapan pulang eoh?” Eunji yang perlahan merasa risih mulai mendorong wajah Daehyun sedikit kasar. Daehyun berdecak sebal dikit. “Ya! Memangnya appa hanya milikmu? Aku juga ingin berbicara sebentar!!”

“Aniyo Appa! Daehyunnie sedang diatas. Appa jangan berkhayal” Dusta Eunji menjelerkan lidah kepada kembaranya. “Yah!” omel Daehyun.

“Geurae.. Appa kutunggu kepulanganya 3 hari lagi, titipkan salamku pada Eomma ne? Anyeong!!” Eunji mengangkat telepon tersebut tinggi tinggi, meskipun ia tahu Daehyun tumbuh lebih tinggi darinya. Tangan Daehyun berancang ancang bergerak untuk merebut gagang telepon, namun Jung Eunji sudah mengembalikanya ke tempat semula.

“Ah! Wae irae? Mengapa kau begitu serakah? Aku kan juga memiliki banyak cerita untuk disampaikan!” Gumam Daehyun.

“Paboya, kita kan kembar! Tentu saja kau mendengar kata kata appa barusan! Makanya seharusnya kau bertelepati denganku” Daehyun menghela nafas, ia benar benar tidak menyukai Eunji dari semua saudara perempuanya. Bukanya ia membenci, hanya saja karena mereka kembar dampit dan memiliki selera yang 180 derajat berbeda, perdebatan pun sulit dihindari.

“Mana ada konsep begitu?” Eunji tak menyahut, ia merangkul Daehyun kasar dan mendekatkan bibirnya pada telinga Daehyun. “Appa akan pulang 3 hari lagi. Shopping kkaja!” Ajak Eunji.

Daehyun menjauhkan wajah Eunji sama caranya seperti Eunji menjauhkan wajah Daehyun barusan. “Dwaesseo! Apa hubunganya?”

“Tentu saja ada!! Kita harus berpakaian rapih karena kita belum bertemu appa selama 3 bulan! Lagi pula kan ulang tahun kita baru lewat dan kita sudah 17. Artinya kita sudah dewasa, jadi kita..”

“Jadi kita harus berubah di depan mereka, terlihat dewasa.. bla blabla.. Jung Eunji, aku sudah bosan dengan kalimat yang kau ulang ulang itu sejak hari ulangtahun kita” Sindir Daehyun menyipitkan mata. Eunji dengan cekatan meninju dada Daehyun, membuatnya meringis kesakitan.

“Baguslah kau tahu! Kalau begitu ayo, aku akan mengambil kartu kredit Eomma diatas dan bersiap siap, kalau tidak kita akan bergulat malam nanti” paksa Eunji dengan senyum sumringahnya lalu berlalu. Daehyun menghela nafas kasar. Ia memang tidak takut dengan Eunji seperti caranya ia takut pada Jessica sejak kejadian beberapa bulan lalu. Iapun tahu dibalik kata kata Eunji, gadis itu hanya bercanda.

Hanya saja mengingat kembaranya mengikuti khursus Taekwondo dan Judo, juga menjadi satu satunya gadis paling tomboy di sekolah perempuanya, Daehyun tidak mau ambil resiko menjadi babak belur esok hari. Padahal, setiap mereka bergulat mereka hanya akan berakhir saling jambak menjambak sambil tertawa bahagia. Aneh memang, tapi kembar tidak bisa dipisahkan bagaimanapun caranya.

“Kkaja!!” Eunji entah sudah selesai dari kapan. Ia mengapit lenganya pada Daehyun dan menariknya keluar secara paksa. Setelah menaiki bus beberapa kali, mereka sampai di kawasan myeongdong yang ramai akan toko toko.

“Daehyun ayo beli ini!” “Daehyun ayo beli itu!” Daehyun sedari tadi membiarkan dirinya diseret oleh Eunji. Sebenarnya ia heran, Eunji mengajaknya untuk membelikanya barang juga, atau menjadikanya sebagai pembawa barang?

“Yah! Ayo beristirahat. Aku lelah” Pinta Daehyun menurunkan 7 shopping bag dari kedua tanganya di atas tanah. Ia terlihat menunduk kelelahan. “Ish! Kau ini namja, mengapa kau begitu malas eoh?” Celoteh Eunji masih berjalan jauh di depan. “Bagaimana caranya aku tidak lelah kalau kau memaksaku membawa semua baju dan sepatumu! Yah! Bahkan kau tidak membelikanku apa apa!” Mendengar itu, Eunji reflex membalikan tubuhnya dan berjalan dekat kearah Daehyun.

Nampak kedua tanganya bercekak pinggang. Gadis itu meniup poninya dan menatap sinis seorang Daehyun. “Aku sudah membelikanya! Kau tidak lihat hah? Beraneka heels dan dress itu!”

“Mworago? Yah! Jangan bergurau, itu untuk wanita dan aku pria!” Daehyun berdiri tegak. Ia juga menatap iris Eunji yang setajam pisau. “Paboya! Kau ini salah lahir tahu! Lihatlah, dari 4 saudara hanya kau satu satunya laki laki.. jadi seharusnya kau bertingkah seperti kita dan menjadi feminim!”

Daehyun tahu ucapan Eunji hanya bohong semata mata, ia tahu Eunji hanya mencari cari alasan agar ia tidak perlu menghabiskan uangnya – Yang sebenarnya uang kedua orangtua mereka – untuk membelinya pakaian.

Wajah Daehyun berubah menjadi bodoh. Ia benar benar heran, apakah semua perempuan itu.. pembohong dan boros sepertinya?

***

“Hyung! Pantas saja kalau kau datang kesekolah, kadang rambutmu botak sebelah!” Zelo menunjuk rambut Daehyun. Deretan giginya itu terlihat sangat jelas dimatanya. Dalam hati ia berdoa agar Jongup tidak membayangkan dirinya yang botak.

“Jung Daehyun.. Eunji tidak menyeramkan. Memangnya apa yang membuatmu takut dengan pembohong? Itukan tidak semenyeramkan Jessica noona yang kau ceritakan” Himchan bertopang dagu, matanya menatap langit langit kantin sambil membiarkan otaknya berputar putar mencari jawaban.

“Bukan! Bukan itu hyung. Maksudku, bagaimana seramnya seorang gadis kalau mereka ada tiga kombinasi menyeramkan?”

“Tiga?” Youngjae menyatukan alisnya heran.

“Masih ada lagi?” tanya Yongguk. Helaan nafas dari mulut Daehyun kembali terdengar, pria itu pada akhirnya menangguk malas. Harusnya ia tidak menceritakan yang ketiga.

***

“Appa, Eomma wasseo? Bogoshipoyooo” Dari atas, mengalunlah suara anak gadis. Ditemani suara langkah kakinya yang bertubrukan dengan anak anak tangga.

“Omo, Krystal!!” Sang Ayah membuka tanganya lebar lebar, ia memeluk anak bungsunya dan mengelus punggungnya pelan. “Uri Soojungie~” Ulangnya, kali ini dengan nama korea. Dibelakangnya, nona Jung tersenyum simpul. Ia melirik keberadaan tiga orang lainya yang beriri tegap menyambut kedatangan mereka.

Nona Jung menepuk pundak kedua anak kembarnya. “Aigoo.. kalian juga sudah dewasa. Semakin tampan dan cantik pula..”

“cih” umpat Daehyun melirik Eunji yang mengenakan pakaian borongan beberapa hari yang lalu. Sayangnya Eunji mendengar dan menyikut pria itu pelan. “Appo!”

“Sooyeon. Kau sudah melewati masa sulit menjaga Dongsaeng dongsaengmu ini kah? Eomma membelimu tas baru” Pelukan Krystal terlepas begitu Ayahnya berjalan kedekat pintu untuk menyeret koper. Tak lama, sosok tas paling baru keluaran Louis Vuitton yang dikeluarkan dari dalam koper itu mengisi seluruh pandanganya.

“Appa.. punyaku mana?” Tanya Krystal menunjuk dirinya. Pipinya ia kembungkan dan bibirnya ia kerucutkan. Berusaha untuk membuat orangtuanya luluh akan ageyo andalanya itu.

“Punyamu? Aigooo.. Mianhae Soojungie, appa hanya beli satu untuk Unniemu. Lagipula kau masih kecil.. Kalian bertiga berganti gantian saja pakainya.” Usul Tuan Jung. Siapa tahu perkataanya itu sukses membuat mata Krystal berkaca kaca.

Dari pandangan Daehyun, adiknya itu memiliki mata mengkilat dan berair. Seketika satu persatu bulir airmata terdengar dan suara isakan mengisi seluruh sudut rumah mewah itu. Semuanya menutup telinga begitu Krystal mulai berteriak histeris.

Inilah yang paling Daehyun tidak suka dari adik bungsunya, singkat saja Soojung sering 3M. Mengambek-Mengadu-Menangis. Ayah, Ibu, saudaranya dan ia sendiri terlalu memanjakan Soojung. Gadis itu pada akhirnya tumbuh sebagai gadis manja dan menyebalkan. Namun sebenarnya Soojung anak yang baik.

“Appa jahat!! Appa miwohae!! Appa menyebalkan!! Appa jelek!! Appa Bau!. Appa..” Daehyun dengan cepat meninggalkan TKP dan masuk kekamarnya. Ia menghela nafas berat. Selalu seperti ini.

Ia tidak tahu caranya meladeni Krystal. Daripada ia mendengar lagu hinaan dan isakan, ia lebih memilih ke kamar untuk menenagnkan diri.

Semua Yeoja sepertinya pernah 3M, bahkan mengutuk orang.

**

“Masuk akal.. Galak, Pembohong dan Manja yang disatukan.. Kalau aku adalah kau, mungkin saja aku akan kabur dari rumah” Yongguk mengangguk angguk kecil dengan perkataanya sendiri.

KRINGG!! Bel sekolah memotong kesimpulan Yongguk. Dengan itu semua murid kembali ke kelas masing masing. Yongguk dan Himchan angkatan 12, Daehyun dan Youngjae angkatan 11 sementara duo maknae angkatan 10.

Phobia perempuan. Mungkin terdengar aneh, gila dan bahkan asing untuk kalian. Tapi ini nyata untuk ku. Wanita adalah sosok yang sulit dimengerti. Jung Daehyun, bayangkan dirimu harus mendapat jodoh yang ternyata gabungan dari semua saudaramu. Hiyy.. menyeramkan! Batin seorang Jung Daehyun sebelum menyibukan diri dengan catatan.

-End-

Yap 0.o FF ini gaje.. Daehyun takut sama cewek. Yah sebenarnya aku pengen buat lebih tapi otak ku tiba tiba macet aja. Hmm.. jadinya gitu lah, dia takut sama cewek karena dibulli di rumah XD /cup cup/

Mind review?

Advertisements

7 thoughts on “Big Secret”

  1. DaeDae sama aku aja.
    aku gak 3M, aku gak galak, aku bukan pembohong, gak manja pula. aku cuma sadis aja ._.
    gak phobia sama yang sadis kan? ‘-‘ gak kan?
    😐
    salah lahir sih kamu dae. bener kata eunji k k k k

    Like

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s