FACE TO FACE

annyeong

ini adalah FF milik author disini untuk yang pertama dan terakhir

dan buat semuanya, terima kasih sudah mau terima author disini dan udah mau baca ff author ini

sekali lagi, terima kasih

FACE TO FACE

Title: Face To Face

Author: ulfahisme

Cast: Daehyun B.A.P, Zin D-Unit

Other cast: Hyoyoung F-ve Dolls, Minah Girl’s Day, EunJi A-Pink

Genre: Romance

Rating: T

Length: One shoot

Summary: look at my face!

Disclaimer: ide cerita FF ini berasal dari MV D-UNIT-Talk To My Face. Dan untuk semua castnya hanya milik Tuhan dan para agensi tempat mereka bernaung. tapi segala perubahan ini berasal dari pikiranku.

 

Note: jika kalian telah membaca FF ini lalu tidak mengerti, disarankan untuk menonton MV D-UNIT talk to my face terlebih dahulu.

***

DAEHYUN POV

TIDIT TIDIT TIDIT TIDIT

“Hoaamm…”

Sekarang jam berapa? Kenapa alarm ini cepat sekali berdering?

shit! Baru jam 9 pagi!” gerutuku frustasi.

Aku bangkit dari tempat tidurku dan mengambil salah satu komik yang ada disampingku.

Author POV

Di tempat lain, terlihat seorang gadis yang sedang menyetir. Gadis tersebut pergi bersama teman-temannya. Rencananya mereka akan pergi kerumah Daehyun.

TUUT..TUUT.. the number you calling is busying. Please try a..

PIK

“Dae…” gerutu Zin. Gadis itu melemparkan handphone yang digenggamnya ke belakang, hampir mengenai Eunji dan Minah yang duduk dibelakang.

“kenapa Zin?” tanya Eunji.

Sambil menyetir dan memasang wajah meremehkan, dia menjawab “biasa. Anak aneh”

“Daehyun?” sambar Minah tiba-tiba.

“yep!” seru Zin.

Belakangan ini Daehyun sering mencuekkan Zin, kekasihnya. Entah faktor apa sampai namja tersebut bisa secuek itu kepada kekasihnya.

Hyoyoung yang duduk disampingnya, menepuk pundaknya pelan “sabar aja. Dia memang seperti itu kalau kumat”

Kemudian mobilnya berhenti di suatu tempat.

Tepatnya berhenti di depan rumah Jung Daehyun.

“wah, anak itu!” ujar Minah. Ia memang sengaja meneropong kearah jendela rumah namja itu.

Zin dan Hyoyoung menoleh ke belakang, “ada apa, Minah?”

Lalu Minah menyodorkan teropong miliknya, “ini. Kau lihat saja sendiri apa yang namjamu lakukan”

Kemudian Zin meneropong kearah yang sama dengan Minah lihat sebelumnya.

aigoo Daemchu…” Zin melempar benda yang digenggamnya ke lantai mobil bagian belakang.

“ZIINN…. Teropongku! Aish, jinjja” Minah mengambil benda yang tadi dilemparkan oleh Zin.

“oke, sekarang kita masuk kedalam!” titah Zin.

Lalu mereka keluar dan membuka pintu bagasi untuk mengambil sesuatu. Zin mengambil tongkat tangan, Hyoyoung mengambil palu busa, Minah mengambil pukulan kasti, sedangkan Eunji sendiri membawa seutas tali dan sehelai kain hitam.

Mereka berjalan menyusuri lorong-lorong rumah namja itu, sampai pada suatu tempat dimana mereka menghentikan langkah mereka.

Tepat didepan pintu kamar namja tersebut.

Daehyun POV

“hahaha… Nobita kecebur kedalam sungai. Hahaha”

Aku sedang asyik membaca komik kesukaanku. Yah, aku memang agak sedikit malas. Setelah bangun, kemudian duduk disofa dan membaca komik kesukaanku. Itulah kebiasaanku ketika waktu libur.

“ehem”

Tunggu.

Ada suara seseorang.

Sumbernya berasal dari hadapanku.

Jika orang itu datang, kenapa dia tidak memencet bel terlebih dahulu?

Aku mendongakkan kepalaku keatas untuk melihat siapa yang mendatangiku.

Mataku terbelalak.

Zin dan ketiga temannya datang kerumahku sambil membawa…

Senjata andalan mereka!

“Hai Daemchu. Lama tidak berjumpa!” sapa Zin–yang sengaja memasang wajah seperti meremehkan–sambil melambaikan tangan kanannya.

Aku hanya cengengesan melihat mereka. Apalagi sedari tadi aku selalu memutuskan teleponnya.

do it!” titah Zin.

Ini gila!

Ke-empat gadis itu menghempaskanku ke tempat tidur. Aku terus dipukul oleh mereka.

“kemana saja kau Dae??”

“apa kau tidak sadar kekasihmu ini terus meneleponmu. Dia bahkan membanting handphonenya karena frustasi denganmu!”

“hei bodoh! Kau lupa ini hari apa?”

“DAEHYUUUNNNN!!!” mereka terus mengeroyokiku, mendorong-menarikku, menjambakki rambutku, dan seribu perlakuan lainnya.

Tiba-tiba keadaan menjadi gelap.

ZIN POV

“diikat, sudah. Ditutup matanya, sudah. Sekarang kita Tarik dia ke gudang!”

Kami berusaha menariknya ke gudang.

Berat sekali tubuhnya.

Berapa banyak cheesecake yang ia habiskan sampai seberat ini?

Padahal tubuhnya tidak melar.

Ah, lupakan! Aku harus kasih pelajaran padanya hari ini!

“hei Daehyun! Kenapa kau tidak mengangkat panggilanku, huh?” tanyaku yang seperti menginterogasi seorang tersangka pembunuhan.

handphoneku habis baterai semalam”

Aku menjambak rambutnya kebelakang “kau pikir jawabanmu masuk akal huh? Handphonemu tidak aktif dan kau tahu jawaban dari operator apa? Panggilan sedang sibuk, BODOH!”

Daehyun hanya terdiam.

Kurasa aku menang hari ini.

***

Kami membawanya ke ruang utama. Ya, sekarang hanya aku dan Daehyun yang berada disini. Teman-temanku yang lain entah kemana. Aku menarik kain yang menutup matanya.

“aku dimana… hei. Kenapa aku dibawa kesini?” Tanya Daehyun lirih.

Aku tidak menjawab pertanyaannya. Aku mengangkat tangan kirinya.

Tidak ada lagi cincin di jarinya.

Lalu aku menghempaskan tangan yang kupegang tadi “Dae, kemana kau bawa cincin itu?”

dia hanya diam dan memandang ke depan. entah apa yang dilihatnya.

“Dae! Look at my face, fool!”

Lalu ia memalingkan wajahnya kearahku.

“ke-ma-na kau mem-ba-wa cin-cin i-tu?” tanyaku. Aku sudah mulai geram dengannya.

“aku merasa kurang nyaman memakai cincinnya” jawabnya dengan wajah memelas.

“ish” aku beranjak pergi meninggalkannya sendirian.

DAEHYUN POV

Tsk! Perempuan itu sensitif sekali.

Mungkin saja dia sedang PMS.

Memang setiap perempuan seperti itukah setiap PMS?

Tunggu.

Hari ini tanggal berapa?

Aku mencoba melihat kalender yang ada di sampingku.

10 April 2013??

Tunggu.

Hari ini ulang tahun Zin bukan??

”Arrgghh… kenapa aku bisa selupa itu???” aku menjambak rambutku.

Handphone…

Mana handphoneku?

Aku harus menghubungi teman-temannya segera!

***

ZIN POV

“Dae… tega sekali kau padaku…” lirihku. Aku sudah tidak tahan dengan hubungan ini. Aku muak.

“Soojin-ya! Kesini”

Aku melirik ke belakang. Ternyata Minah memanggilku.

“malas” jawabku datar.

“ayolah Soojin manis”

“aish… baiklah” akhirnya aku menuruti perintahnya.

Aku terpaksa berjalan mundur dengan terus didorong oleh Minah. Katanya aku tidak boleh melihat kebelakang.

“hop” Minah menahanku.

Lalu ia memutar tubuhku kebelakang.

SURPRISE!! HAPPY BIRTHDAY KWAK SOOJIN!!” seru semua yang ada diruangan itu.

Aku terharu. Mereka memberi kejutan untuk ultahku. Begitupun dengan Daehyun. Bahkan namja itu memegang sebuah kue tart ulang tahun!

Happy birthday, Zin” ucap Daehyun. Lalu ia menarik tali kalung yang ada di lehernya.

Ternyata cincinnya ada disitu!

“cincinnya kutaruh disini” ucapnya sambil menggoyang-goyangkan tali kalung tersebut.

Aku tidak menyangka kalau hal ini berakhir dengan kebahagiaan.

Daehyun menghampiriku dan memelukku erat.

I love you. Forever” ucapnya pelan, namun masih dapat kudengar.

Aku tidak dapat menahan air mataku lagi. Ini terlalu spesial.

nado” jawabku.

Hari itu adalah hari yang sangat menyebalkan bagiku, juga menyenangkan bagiku.

Terima kasih teman-teman!

Terima kasih, Dae!

END

Huwaaa… akhirnya selesai juga ini FF. ini adalah FF pertama untuk B.A.P Series. Dan mungkin rada gak cocok dibilang B.A.P Series karena ada beberapa cast dan mungkin cocoknya jadi D-UNIT Series (haha.. bercanda -_-v).

Dan karena udah seminggu gara-gara UTS, jadi jarang nulis FF lagi. Maka dari itu bahasanya rada kaku dan kacau.

Terima kasih sudah mau baca FF ini ^_^ 😀

Advertisements

3 thoughts on “FACE TO FACE”

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s