Right Here Waiting

Right Here Waiting-Remax

Title     : Right Here Waiting

Author : HikariWorld _ @Wife7Yours

Genre  : Romance, Sad, Love On, friendship

Main Cast  : Kim Himchan of B.A.P and Han Geun In [CO]

Support cast :  Member of B.A.P

Length : Ficlet

Rating :  T

Disclamer        :  FanFiction ini hanya fiksi belaka. The Story Line is MINE !!

NOTE : Fanfiction ini sudah pernah di post di ariska007.wordpress.com dengan cast yang berbeda dan beberapa perubahan dan juga sudah pernah author post di blog fanfictionbb12.wordpress.com dengan cast yang sama!

Happy Reading and Warning Typo ok !

Hembusan angin malam di musim gugur yang menusuk hingga relung tulang terdalam. Seakan telah membawaku ke langit hitam luas mengintari bulan purnama serta bintang kecil yang bertaburan. Hembusan angin dingin di hidungku menuntunku ke tempat yang selama ini sangat sering ku kunjungi. Dari sini aku bisa melihat ribuan manusia yang memenuhi tempat ini.

Di jalan Cheonggyecheon Stream membawa kembali memori indah yang kini hanya menjadi sebuah bayangan yang bahkan seakan hampir menghilang. Seakan semua flashback yang masih terasa nyata dalam pikiranku pun kini hampir punah seakan mimpi seorang gadis di dunia dongeng.

# Author Pov #

“oppa hentikan” pekik gadis bertubuh kecil dengan rambut yang selalu di kucir kuda yang sangat suka memakai hiasan topi di kepalanya.

“ups” Himchan pura-pura kaget saat tak sengaja bibir mereka saling menyatu singkat. Terlihat rona merah di pipi gadis rambut kucir kuda yang akrab dipanggil Geun In itu, pipinya merona merah karena malu. Bagi dirinya itu adalah ciuman pertamanya walau terjadi seperti kilat sangat singkat.

“Geun In-ah. Han Geun In~” teriak imchan saat gadis yang ia panggil tak menoleh sama sekali.

Himchan menatap tubuh Geun In yang semakin menjauh sebelum akhirnya ia menyusul. Dijegatnya tangan kecil Geun In hingga membuat langkah kaki gadis itu terhenti. Dengan syal yang menutupi leher serta sebagian wajahnya, ia tak menatap Himchan sama sekali.

“kau marah?” tanya Himchan pelan, Geun In menggeleng hingga Himchan mengangkat wajah Geun In agar menatap dirinya. “..kau terkejut?”

Lama sebelum akhirnya Geun In mengangguk dengan mata redup menatap Himchan. Himchan menarik sebuah senyum kecil di bibirnya. Menatap lembut wajah gadis yang selama ini sangat ia cintai namun ia belum pernah sama sekali mengutarakan perasaannya.

“saranghae” bisik Himchan pelan namun terkesan sangat serius dari ucapannya itu. Geun In lagi-lagi hanya membulatkan matanya terkejut, ia tidak menyangka Himchan mengutarakan hatinya sekarang.

Bukan karena Geun In membenci Himchan melainkan karena selama ini ia juga sudah mencintai Himchan walau kedekatan mereka selama waktu berjalan hanyalah sebuah status pertemanan. Namun siapa tahu bahwa di antara mereka saling menyimpan perasaan satu sama lain.

“kenapa kau tak menjawabku? Apa..aku ditolak?”

Ucapan itu berhasil membuat Geun In tertawa kecil menganggap lucu perkataan Himchan, baru kali ini ia melihat lelaki yang sering bersamanya itu terlihat sangat serius.

“sekarang kau tertawa?” kini Himchan ikut terbawa suasana yang aneh bagi mereka.

“ahh! Bagaimana ini” desis Geun In memegang panas pipinya karena malu.

“apa itu berarti kau menerimaku?”

“mwo?”

“berhenti berbohong. Aku tahu kau juga mencintaiku” ucap Himchan yang sangat percaya diri dan memeluk Geun In singkat sebelum akhirnya ia mencium mesra bibir gadis yang sekarang berstatus kekasihnya itu.

♥♥♥

Hari demi hari berjalan sangat cepat, rasa cinta semakin berkembang di antara mereka. perkelahian kecil menjadi bumbu cinta di tengah hubungan mereka. Di tahun pertama memasuki hari jadi hubungan mereka, Himchan membawa kabar gembira bahwa ia akan ikut audisi di sebuah agency ternama di Korea Selatan. Kabar itu juga membuat Geun In senang, ia juga sangat mendukung Himchan mengikuti audisi itu karena Geun In tahu bahwa Himchan sangat ingin menjadi seorang penyanyi.

“Fighting!” ujar Geun In semangat saat baru saja ia mengakhiri panggilan dari Himchan dari ponsel.

Himchan lulus saat audisi bulan lalu bahkan ia lulus dalam waktu tiga detik di hadapan para juri, sekarang ia sudah menjadi salah satu trainee di TS entertaiment. Aktivitas selama trainee membuat Himchan banyak kehilangan waktu untuk bertemu dengan Geun In, Himchan harus berusaha keras untuk setiap eliminasi agar ia tak tersisih, persaingan sangat kuat karena para trainee yang lain juga sangat bertalenta.

Di kamar bernuansa jingga, Geun In terus saja memandang ponselnya berharap sosok nama Himchan muncul dilayar menghubunginya. Walaupun Geun In mengerti kesibukan Himchan namun ia tak dapat membohongi perasaannya bahwa ia sangat merindukan Himchan. Senyuman Himchan bahkan menjadi bayangan penyemangat dirinya saat melakukan aktivitasnya.

Masuk tahuun pertama dimana Himchan resmi terpilih dalam sebuah grub yang akan di debutkan. Sebagai orang nomor dua yang tua di antara member lain, Himchan juga memegang tanggung jawab pada grupnya barunya sekarang. Emosi, kerja keras serta tekanan mereka jalankan bersama, tak luput sesekali mereka juga bertengkar dengan hal spele karena emosi yang tak dapat terkontrol.

Malam sudah menunjukkan pukul satu dini hari, Grup Himchan mengakhiri kinerja mereka dan kembali ke asrama. Namun tidak dengan Himchan, ia berbelok arah menuju tempat yang mungkin akan menyegarkan pikirannya.

Di jalan Cheonggyecheon Stream Himchan terduduk letih di sebuah bangku dengan desiran kecil suara air sungai, sekarang sudah dini hari hingga tempat itu sangat sunyi. Himchan menghela nafas berat mengingat hari yang harus ia lakukan dengan berusaha keras demi mewujudkan mimpi. Sekilas bayang senyum Geun In yang dulu membuat dirinya bahagia terlintas dalam benaknya.

“aku merindukannya” gumamnya pelang memejamkan matanya.

Himchan tersentak kaget saat sebuah suara memanggil namanya. Ia menoleh ke sumber suara dan mendapati sosok orang yang baru saja ia pikirkan, Himchan menerjab-nerjabkan matanya berharap apa yang ia lihat itu bukanlah mimpi atau sosok bayangan halusinasinya.

“aku merindukanmu” bisik Geun In pelan dengan mata yang berlinang memeluk Himchan erat bahkan sangat erat. Himchan yang tadinya masih merasa berhalusinanya ikut membalas pelukan Geun In sama eratnya.

“Mianhae” gumam Himchan lirih.

“apa yang kau lakukan jam segini? Bagaimana jika sesuatu terjadi padamu?” serbu Himchan dengan berbagai pertanyaan pada Geun In yang kini berada dalam rangkulannya.

“semua akan baik-baik saja karena ada kau disini” jawab Geun In yang masih memeluk Himchan seakan tak ingin melepasnya lagi.

Himchan tak menjawab, ia hanya tersenyum menggenggam erat jemari Geun In. Rasa rindu telah menyelimuti dirinya selama ini.

“kau pasti bisa. Fighting”

Ucapan itu adalah ucapan terakhir yang bisa Himchan dengar sebelum akhirnya mereka tak pernah berjumpa lagi dengan status hubungan yang tak pernah ada kata perpisahan di antara mereka.

♥♥♥

Jeritan para penggemar wanita memang tak bisa dikalahkan dengan suara apapun. Itulah yang sekarang di alami BoyGrup baru yang membawa nama ‘B.A.P’ sebagai nama grub mereka.

Tak terasa dua tahun begitu cepat berlalu. Himchan yang kini dikenal sebagai salah satu artis boygrub yang bernama B.A.P semakin pesat terkenal hingga ke macan Negara. Kesibukannya semakin padat saat ia mulai merintis karirnya di dunia entertainment.

Dari balik poster besar milik B.A.P Geun In menatap sosok Himchan yang tengah tersenyum kearah para fansnya selama fansign. Ini sudah dua tahun semejak komunikasi di antara mereka merenggang, Geun In hanya mengetahui beritah Himchan dari televisi, media online maupun media cetak.

Sosok dulu yang sangat ia cintai kini seperti orang lain dimatanya, hanya satu yang tidak pernah berubah adalah senyum milik Himchan yang tak pernah berubah.

“mereka sangat tampan bukan?” ucap seorang gadis pada Geun In. “..aku benar-benar menyukai Himchan oppa, aku ingin menjadi istrinya”

“YA!  Himchan oppa naekkoya” ucapan para gadis itu membuat Geun In kembali memandang Himchan, keinginan itu adalah keinginan dirinya dua tahun silam.

♥♥♥

Hidup tak selamanya lurus seperti jalan tol, setiap kehidupan pasti ada liku dan tikungan tajam. Hambatan juga tak luput, begitulah yang dirasakan Himchan selama berkarirnya. Hari-hari dipenuhi sengan berbagai keinginan. Salah satunya adalah keinginan untuk bertemu kembali dengan Geun In. Sudah dua tahun terakhir nomor Geun In tak dapat dihubungi lagi, bahkan e-mailnya pun sudah tak pernah aktif lagi.

“apa yang kau pikirkan?” tanya Jongup salah satu membernya disaat mereka sedang bersantai.

Besok mereka tak memiliki jadwal karena manager mereka mengambil absen untuk istirahat B.A.P yang sudah bekerja keras belakangan ini atas album baru mereka. Para member mengajak Himchan berjalan-jalan sekitar Seoul, saat mereka membawa Himchan ke Cheonggyecheon Stream, dirinya langsung terbawa hanyut ke flashback kehidupannya.

Tempat itu masih sama tak berubah sama sekali, selama dua tahun silam ini pertama kalinya Himchan menginjakkan kakinya lagi di tempat penuh kenangan ini.

“hyung” panggil Zelo melihat Himchan hanya diam tak bersuara.

“ne. wae?

“khaja”

Himchan bergerak untuk mengikuti membernya mencari rumah makan disekitar tempat ini. Tak sengaja Himchan menoleh ke sebuah bangku yang terdapat sosok gadis berambut pendek dengan pakaian feminimnya, sosok gadis itu sangat tak asing baginya hingga tanpa ia sadari, ia terbawa untuk mendekati gadis itu.

“Han Geun In” panggil Himchan pelan setelah berhasil menebak gadis berambut panjang tergurai indah yang tengah duduk seorang diri di bangku tempat dulu mereka sering duduki, gadis itu pun ikut menoleh kearah sumber suara yang sudah tak asing itu.

Geun In perlahan bangun dari duduknya ikut terkejut menatap sosok pria yang semakin tinggi dihadapannya dengan senyuman yang sudah lama ia rindukan.

=END=

READ, LIKE AND COMMENT

Advertisements

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s