MARBLE

 

 

CreditposterbyAmericadoo
CreditposterbyAmericadoo

Marble

By. alana

Choi Junhong and Park Soo Yoong (Red Velvet)

Drable | T

,

,

.

Junhong berlagak masa bodoh dengan penampilan Soo Yoong yang ibarat bunga sedang mekar-mekarnya. Cantik dan memukau banyak mata yang melihatnya. Tapi dari jarak satu kilometer. Ujar Junhong dalam hati dengan seringaian mengejek. Dia asik mencibir walau hatinya ketar ketir. Junhong malah berpikir mungkin Soo Yoong sedang kerasukan setan, lupa daratan karena semenjak mengunjungi makam Ayahnya pagi tadi SooYoong selalu mengigau tentang matahari yang berubah warna menjadi hijau. Jelas menjadi hijau dia menggunakan contac lens warna hijau. Tapi apa berpengaruh ? Junhong garuk-garuk kepala sendiri.

 

 

Junhong hanya menggeleng sambil beringsut pergi meninggalkan Soo Yoong yang masih senyum-senyum sendiri di depan cermin. Tap sebelum dia pergi meninggalkan SooYong untuk melewati pintu yang selalu bebunyi kriiit..kriiit itu ketika dibuka, Junhong menyempatkan matanya itu melirik Soo Yong.

 

“Apa ?”  sepupunya itu cuma merengut tidak menanggapi lirikan Junhong.

 

“Rambutmu bau amis !”  seru Junhong sambil nyengir. Dia berlalu meninggalkan Soo Yoong dengan muka merah padam.

 

Gadis itu menggapai rambutnya yang panjang melewati bahu. ah, tidak bau. Dasar bayi raksasa!  keluh Soo Yoong dalam hati. Tapi sebentar dia menegendap-endap di sana, pada pintu itu. Kemana kira-kira Junhong pergi.

 

Berjingkat-jingkat mengikuti jejak cowok tinggi dengan kulit berwarna ivory dan mempesona itu sudah menjadi kebiasaan rutinnya akhir-akhir ini. Apa karena Soo Yoong sedang curiga dengan tingkah Junhong yang selalu menatapnya diam-diam atau karena dia sendiri sedang terpesona oleh tatapan diam-diam itu. Soo Yoong mengemut jari tengahnya, memutar bola mata hijaunya.

 

Plak!

 

Sebuah lemparan buku mengenai lengannya. Junhong melemparnya dengan buku catatan biokimia miliknya ke arah yeoja bermata bulat itu.

 

“Ngapain ngikutin ?” tuduhnya

 

“Nggak !”  jawab Soo Yoong cemberut.

 

“Iya ngikutin ! ngaku ! ”  hardik Junhong.

 

Soo Yoong mengambil langkah pergi. Dia berbalik memunggungi Junhong.

 

“Hei !” panggil Junhong gemes. Dia mengekor di belakang Soo Yoong.

 

“Apa ?” Soo Yoong pura-pura kesal. Padahal dia mengantongi senyumnya yang sejak tadi dia tahan.

 

“Ayo makan !” ajak Junhong kemudian.

 

“Aku sudah kenyang.”

 

“Belum!” paksa Junhong. Da menarik tangan Soo Yoong dan membawanya menyingkir ke meja makan.

 

“Kalau kau tidak makan, nanti Ibumu marah. Dia pikir ibuku tidak memberimu makan.”

 

“Tidak apa-apa? ”

 

“Tidak mungkin tidak apa-apa. ”

 

“Oppa! aku tidak mau makan denganmu.”

 

“kenapa ?”

 

“Kau rakus. Makanmu banyak. Jatahku kau ambil juga.” Soo Yoong merengut. Aigoo, gadis manja. Gerutu Junhong.

 

“Ayo !” Junhong menarik tangan Soo Yoong. Dia kelihatan brutal melepaskan diri dari cengkraman Junhong.

 

“Sebenarnya kita kenapa sih ?”  tanya Junhong.

 

“Oppa, kau selalu memperhatikanku diam-diam.”  tuduh Soo Yoong. Wajah Junhong sekarang memerah.

 

“Masa ?”

 

“Iya.”

 

“Itu kan hanya perasaanmu. Tapi apa kau senang kalau aku meperhatikanmu diam-diam ?”  Junhong menarik rambut Soo Yoong.

 

“Aah, sakit !” jerit Soo Yoong.

 

“Kau cantik.” bisik Junhong.

 

Dan Soo Yoong jadi salting. Dia bergeser ke sana sini demi menghindari rasa gugubnya.

 

“Oppa, kita kan sepupu.”

 

“Iya. Memangnya kenapa?”

 

“Tidak boleh pacaran, kan.”  ujar Soo Yoong.

 

“Siapa yang mengajakmu pacaran !”  Junhong mengusap-usap kepala Soo Yoong.

 

Gadis itu melebarkan tawanya yang aneh. Dia malu dengan asumsinya sendiri. Tapi kenapa Junhong begitu indah menatapnya. Matanya seperti cahaya sebuah lampu disco yang berkelap-kelip di kegelapan.

 

“Kita pacaran kalau sudah umur Duapuluh tahun ya!” ajak Junhong kemudian.

 

“Duapuluh tahun itu kan tahun depan. Kenapa sudah diumumkan sekarang ?”  Soo Yoong mendadak runyam.

 

“hahahaha…!” Junhong tertawa.

 

“YA sudah anggab saja bayar dimuka.”  Junhong tersenyum.

 

Tinggal Soo Yoong yang masih menganga bingung. Ada apa dengan kakak sepupunya ini ?  Okelah, kalau begitu.

 

“JUnhong Oppa, tahun depan kita pacaran !” teriak Soo Yoong pada Junhong yang sudah bersembunyi karena menahan debaran di jantungnya.

 

 

 

end.

 

 

 

 

a/n

 

Ff Junhong pertamaku. Kenapa Marble, karena mereka itu seperti marble. Warna warni banget kayak perasaan mereka. Ga jelas kayak ff nya juga. Maaf kalo ada typos.

 

okelah!

 

peace,alana

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “MARBLE”

  1. Hai Alana~~~

    Ini kenapa mereka lucu sih /.\ Masih kekanakan banget bikin gemes eaa.. Pacarannya ditargetin wks

    Btw aku suka bahasanya ringan, trus aku juga belajar beberapa kata baru :3

    oiya agak ngakak pas soo yoong bilang mataharinya ijo padahal dia pake contac lens ijo–‘

    Keep Writing ya !

    umatoki

    Liked by 1 person

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s