TOMORROW [1st]

IMG_20141112_203232

By. Alana

Bang Yongguk and Park Jiyeon 

In

TOMORROW  [1st]

.

Kicau burung sedang memeriahkan suasana siang di depan sebuah sekolah taman kanak-kanak “Matahari” yang sedang ramai oleh anak-anak berusia antara tiga sampai empat tahun bermain. Seorang diantaranya sedang berlari-lari di antara teman-temannya yang usianya lebih tua darinya. Dia berpura-pura menjadi pesawat terbang yang melintasi langit biru, menembus awan dan menabrak sebuah menara pencakar langit. Dia berhenti dan hampir terjengkang ke belakang. Untung saja menara pencakar langit itu bisa menangkap tubuh bocah itu. 

“Hati-hati Yonggi-a! Gwenchanayo ?”  ujar laki-laki itu.

Bocah berumur tiga tahun itu hanya menatap bingung. Di berkedip-kedip tanpa mampu menjawab. 

“Yonggi-a !”  teriak sebuah suara dari dalam kelas. Jiyeon melambaikan tangannya.

“Eomma !”  Yonggi memanggil eommanya dan membungkuk kepada laki-laki itu.

“Maaf, Pak Kepala Sekolah Yoo !”  sebut Jiyeon dari jendela kelas. 

Laki-laki yang disebut kepala sekolah itu hanya mengangguk dan melanjutkan lagi kegiatannya memperhatikan anak-anak bermain di halaman. Sementara Yonggi, sudah mendekat ke arah Eommanya.

“Yonggi-a, makan dulu Sayang !”  Perintah Jiyeon.

“Nanti !” 

“Wae ?”

“Yonggi belum lapar !”  jawabnya sambil berusaha melompat untuk meraih tangan Jiyeon.

“Eomma punya Pizza.”  ujar Jiyeon sambil mengiming-imingi sepotong pizza di depan Yonggi. Bocah bermata indah warisan dari Appanya itu bersorak senang.

“Hoyeee…yeeee..yee, pizza!”  dia berlari lagi menuju kearah pintu dan masuk untuk menemui Jiyeon. Kepala Sekolah Yoo hanya menggeleng.

“Pizza ..pizza..pizza..pizza..pizzaaaaa…!”  menar-nari mengikuti gerakan Banana di tayangan cartoon The world of gumbal, di Cartoon Network.

“Yonggi-a, jangan berisik! nanti dimarahi Eunjung songsaengnim !”  Jiyeon menunjuk ke arah guru menarinya itu. Tapi Yonggi tidak takut, dia justru bergerak ke sana-ke sini sambil menggoyang-goyangkan pinggangnya. Dia memang masih belum memahami situasi. Ya, Jiyeon terpaksa membawa Yonggi ke sekolah karena di rumah dia tidak ada yang menjaganya. Yonggi masih belum cukup umur untuk masuk taman kanak-kanak. Tapi dia sedikit-sedikit bisa menghitung angka dan mewarnai gambar. Selebihnya dia suka bermain dengan berbagai macam mainan yang ada di sekolah.

“Aigoo, Yonggi-a bisa diam tidak ! ”  hardik Jiyeon sedikit kesal.

“Jangan dimarahi Jiyeon, nanti anakmu jadi keras kepala.”  ujar Eunjung.

“Aku hanya menyuruhnya diam, Eunjung.”

“Yonggi-a, nanti habis makan Songsaengnim kasih es krim, mau ?”  tanya Eunjung membujuk.

“Mauuuuu…!”  ujar Yonggi dengan senyum. Gigi bunnynya terlihat lucu. Dia mirip seperti Himchan. Jiyeon tersenyum melihat putranya.

“Oke, sekarang kita makan dulu ya !”  Jiyeon membuka lunchbox milik Yonggi yang berbentuk mobil. Dengan antusias Yonggi menerima suapan Eommanya.

Sepulang sekolah, Jiyeon mampir ke sebuah mnimarket. Dia menggandeng Yonggi pada awalnya, namun sebentar saja Yonggi sudah melepaskan tangan darinya. Membuat Jiyeon gusar dan berteriak-teriak di dalam minmarket itu.

“Yonggi-a ! ”  Jiyeon berusaha untuk meraih putranya yang berlari ke arah tempat mainan. Dia memang terbiasa di situ setiap kali Jiyeon mengajaknya ke minimarket.

“Eomma beli sayur dulu, ya !  Jangan kemana-mana!”  pesan Jiyeon sambil mengusap kepala Yonggi.

Jiyeon akhirnya memilih untuk menuju ke counter sayur. Dia membeli beberapa sayuran juga daging dan beberapa bumbu-bumbu yang dia perlukan. Sebentar-sebentar dia melirik Yonggi yang sedang memegang beberapa maianan. Anak-anak memang senang dengan mainan. 

Agak lama Jiyeon menimbang beberapa buah dan telur, dan ketika dia melirik Yonggi, anak itu sudah tidak kelihatan. Jiyeon mendengus. Ditinggalkannya kegiatannya untuk mencari Yonggi.

“Yonggi-a!”  panggil Jiyeon.

“Eomma !”  teriak Yonggi dari lorong di sebelahnya. Jiyeon segera menuju ke sana.

Dan ketika dia tiba di sana, Yonggi sedang duduk di lantai dengan seorang laki-laki berjaket kulit hitam, dengan potongan rambut agak gondrong dengan piercing di telinga .

“Yonggi-a !”  Jiyeon segera mengambil putranya dari laki-laki bertampang preman itu. Dia panik kenapa laki-laki itu memegang putranya.

“Ada apa dengan anakku ?”  tanya Jiyeon ketika melihat siku tangan Yonggi tergores.

“Dia tadi terjatuh , aku mencoba untuk mengoleskan obat luka dan membungkusnya, tapi kau memanggilnya.”  Jawab sang laki-laki itu dengan suara yang dalam. Jiyeon tersentak. Diamatinya wajah itu. Juga penampilannya. Bukankah dia….

Laki-lak itu , yang sejak tadi sudah menatap ke arah Jiyeon tersenyum. MEreka saling menatap dan berbagi nostalgia.

“Yongguk ssi !”  sapa Jiyeon dengan mata terbelalak.

“Yes Mam !”  sahutnya.

Lalu Jiyeon tidak bisa lagi berkata-kata. Dia menggerakkan bibirnya namun tidak ada kalimat yang keluar, membuat Yongguk tersenyum.

“Jadi namanya Yonggi ?” sambil menunjuk pada bocah laki-laki yang dulu di tolongnya untuk keluar dari rahim ibunya itu.

“Namanya Yongguk. Kim Yongguk. Namun aku memanggilnya Yonggi.”

“Aku pikir, kau tidak akan memberi nama anakmu dengan nama seorang laki-laki berantakan sepertiku.”

“Kau jangan merendah. HEi, apa kau sudah lulus dari sekolah kedokteran ?”  tanya Jiyeon sambil menggendong Yonggi.

“Ya, tentu saja. Sudah tiga tanun berlalu.Aku sudah bekerja di sebuah rumah sakit. Walaupun bukan rumah sakit nomor satu,tapicukuplah untukku membaktikan ilmu yang sudah kupelajari di universitas.”

Jiyeon kembali ke counter buah, untuk mengambil buah yang tadi timbangnya. Namun dia kesulitan karena Yonggi tidak mau turun dari gendongan.

“Yonggi-a, Eomma ambil buah dulu ya! Yonggi turun sebentar.”  

“Tidak mau !”  Yonggi sedikit merajuk.

“Aigoo, Yonggi-a jangan manja !”  keluh Jiyeon.

“Biar aku yang gendong Yonggi !”  Yongguk segera mengambil Yonggi dari pelukan Jiyeon. Entah kenapa Yonggi begitu menurut. 

“Eomma, apa di Appa Yonggi ?” tanya Yonggi tiba-tiba.

Kantong buah yang ada dalam pegangan tangan Jiyeon terjatuh dengan tiba-tiba. Buah jeruknya berserakan di lantai. Jiyeon melirik Yongguk.

“Maafkan dia !” ujar Jiyeon sambil membungkuk. Entah apa warna wajahnya saat ini. Merah ? wuufff…

“Tidak apa-apa. Dia masih anak-anak. Belum mengerti.”  ujar Yongguk.

Jiyeon hanya meringis. Diambilnya buah yang beserakan itu dengan susah payah Yongguk mmperhatikannya dengan senyum.  Dia berpikir kalau Jiyeon sangat cekatan dan terlihat lincah. Dia benar-benar ibu yang baik.

“Apa kau masih lama ?” tanya Yongguk.

“Hhhh? apa kau ada perlu ?”  tanya Jiyeon panik. Dia berharap Yongguk mau mampir sebentar untuk makan siang bersama mereka. Paling tidak dia ingin memberikan sesuatu yang sederhana sebagai ucapan terima kasih yang dulu belum dia lakukan

“Maksudku, apa kau masih lama dengan kegiatanmu berbelanja ? Aku akan mengajak Yonggi bermain di arena mainan anak.”  ujarnya santai sambil mengenakan kacamata hitamnya. O My God !  lutut Jiyeon gemetar demi melihat hal itu. Pasti ada yang salah dengan perasannya. Tidak mungkin kan kalau dia terpesona oleh laki-laki bertampang berantakan seperti seorang Yongguk.  Dia itu jauh dari type laki-laki yang disukai Jiyeon. 

“Hah ?”  JIyeon masih menganga. 

“Bermain sebentar.” Ulang Yongguk

“Eoh..baiklah. Aku sebentar lagi. ” jawab Jiyeon bingung

“Oke kalau begitu aku akan ada di gedung sebelah, kalau kau mencariku.”  

Jiyeon menatap Yongguk yang dengan akrabnya menggendong Yonggi dengan sedikit canda tawa.  

Sekarang apa ?  Buah. Jiyeon berusaha untuk berkonsentrasi kembali. Namun yang dilihatnya adalah kaca mata hitam itu, juga wajah dengan aura keras dan …ya, dia tampan. Walaupun dia terlihat seperti …

“Nyonya,  Cash or Credit ?”  tanya kasir yang telah selesai menghitung semua belanjaan Jiyeon. Hah?  dia sudah berada di kasir. Jiyeon menoleh ke tempat buah. Dimana tadi dia berada. Perasaan dia baru saja memunguti buah-bah itu di sana, tapi kenapa sekarang dia sudah berada di sini.

“Cash.”  Jawab Jiyeon sambil mengeluarkan uang kertas dari dompetnya.

“Terimakasih !”  Ujar sang kasir setelah semua selesai.

Jiyeon berjalan ke gedung di sebelah minimarket yang dikhususkan untuk arena bermain anak. Dia melihat bayangan Yongguk sedang menemani Yonggi bermain mandi bola dari kaca jendela . Ya, tentu saja semua mata mengarah padanya. Semua ibu dan semua anak, yang melihat penampilan preman Yongguk tentu saja akan menatap penuh tanya. Jiyeon mendekati mereka dengan sedikit canggung. Dia berkerumun diantara ibu-ibu yang sedang memperhatikan Yongguk yang asik membimbing Yonggi menaiki papan seluncuran. 

“Papanya keren sekali ya !”  ujar salah seorang ibu yang berada di sisi Jiyeon. Agh, hati Jiyeon serasa ambruk mendengar hal itu. Seharusnya dia merasa bangga, tapi kenyataannya kebanggaan itu bukan miliknya. Jiyeon menunduk.  

“Anaknya tampan sekali, seperti Papanya .”  ujar sebuah suara lagi. Jiyi hanya menyembunyikan senyumnya. Lalu terdengar Yonggi memanggilnya

“Eomma !  Eomma !”  panggil Yonggi dua kali disertai lambaian tangan yang dibimbing oleh Yongguk. Laki-laki itu tersenyum juga ke arahnya. Jiyeon membalas lambaian tangan itu hanya di depan dadanya. Hanya sebentar saja, namun pada akhirnya semua mata ibu-ibu itu memperhatikannya.

“Oh jadi dia suami dan anakmu. Kau beruntung sekali !”  ujar wanita di sebelahnya. Jiyeon hanya membungkuk. 

“Eomma !” Yonggi mendekat.

“Yonggi-a, kita pulang Sayang !”  

“Kau sudah selesai ?” tanya Yongguk. 

Jiyeon mengangguk. Tentu saja dia merasa sangat gugub karena di sekitarnya semua mata masih memperhatikan mereka.

“Kita pulang !”  Ujar Yongguk sambil menggendong Yonggi lagi. Dia meletakkan Yonggi dipundaknya, lalu Yonggi memegang kepala Yongguk sambil tertawa-tawa.

Jiyeon hanya mampu menunduk sambil mengikuti langkah kaki Yongguk yang berjalan agak cepat.

“Apa aku terlalu memaksa ?”  tanya Jiyeon ketika Yongguk duduk di ruang tamunya.  Laki-laki itu tersenyum.

“Yes Mam ! Kau sangat memaksa sekali. ” jawabnya menggoda.

“Maafkan aku, aku rasa aku harus melakukan ini. Tunggulah sebentar, aku akan memasak.”  Jiyeon mulai sibuk di dapur sementara Yongguk menemani Yonggi duduk di depan teve. Lagi-lagi hati Jiyeon bergemuruh, diliriknya foto Himchan di tembok dekat sofa yang tadi diduduki Yongguk. Apakah laki-laki itu tadi melihat foto mendiang suaminya. Apakah nanti dia akan bertanya di mana suaminya itu.

Jiyeon masih sibuk di depan kompor ketika Yongguk menghampirinya. Dia berbisik di belakang Jiyeon.  

“Nyonya, Yonggi tertidur, di mana aku harus meletakkannya ?”  ujarnya. Dan ketika Jiyeon menoleh, Yongguk sedang menggendong Yonggi. 

“Aaa…Yonggi bobo ! Oke, ayo letakkan di kamarnya saja!”  ujar Jiyeon sambil mematikan kompor dan mengantar Yongguk ke kamar Yonggi. Letaknya tidak jauh dari ruang tamu.  

Yongguk membarigkan Yonggi dengan hati-hati, lalu dia merapikan rambut dan pakaian Yonggi yang berantakan.Jiyeon menggibit bibirnya. Kini dia merasa serba salah.  Bagaimana dia harus bersikap pada Yongguk sekarang.

“Yongguk ssi !” panggil Jiyeon

“Yes Mam !”  sahut Yongguk.

“Berhentilah memanggilku Mam.”

“Kalau begitu berhentilah memanggilku dengan sebutan ssi !”

“oke!”

“Oke!”  balas Yongguk.

“Sekarang ayo kita makan !” ajak Jiyeon.

“Oke! ayo kita makan ! Kau masak apa ?” 

“Tidak tahu, hanya tumis-tumis-tumis, dan goreng-goreng-goreng…!”  ujar Jiyeon sambil memamerkan masakannya di atas meja.

“Aku lapar, jadi jangan heran kalau makanku banyak. Kau akan merasa menyesal karena telah mengundangku makan.”  Yongguk mengambil nasi begitu banyak ke atas piringnya. Jiyeon hanya memperhatikannya dengan senyum. Ya, itu memang sangat banyak sekali. Dia belum pernah melihat Laki-laki dengan porsi makan sebanyak itu.

“Nafsu makanku sangat menjijikkan. Kau harus mewaspadaiku, dan pikirkan dua kali jika nanti kau akan mengundangku makan lagi.”

Jiyeon tertawa. Sejujurnya dia tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali. Yongguk telah melakukan hal yang sangat luar bjasa dalam hidupnya. Entahlah bagaimana dirinya dulu jika tidak ada Yongguk. 

Sebuah cipratan air mengenai wajah Jiyeon. Dia melihat Yongguk sedang tersenyum. Di tangannya ada sendok bekas dia menyipratkan air ke wajah Jiyeon barusan.

“Melamun ! Siapa yang suruh kau melamun saat aku makan ?”  ujarnya sambil bersungut.

“Maaf!”  seru Miyeon.

“Apa kau tinggal sendiri ?”  tanyanya sambil mengunyah makanannya. Lahap sekali. Dia mengambil ini, kemudian mengambil itu, sebentar mengambil lagi itu dan ini lalu minum. 

“Bersama Yonggi.”  jawab Jiyeon .

“Lalu laki-laki di foto itu ?” 

Yongguk menunjuk pada foto Himchan, suami Jiyeon. 

“Dia meninggal saat di tugaskan dalam misi kemanusiaan di Palestina. ”  jawab Jiyeon murung. Suaranya menjadi lemah. Ya, tentu saja, hal itu tidak lama sebelum kelahiran Yonggi.

Yongguk terlihat beku. Matanya terfokus pada kelembutan wajah Jiyeon yang sedang menarik nafasnya berkali-kali. Yongguk tahu dia telah mengusik kenangan yang sudah lama di biarkan mengendap oleh Jiyeon. 

“Maafkan aku.”

“Tidak apa-apa. Aku sudah mempersiapkan ini sejak kau datang tadi. Aku yakin kau pasti akan menanyakannya.”

“Jadi dia tidak sempat melihat Yonggi ?”

“Aku menerima khabar kepergiannya seminggu sebelum Yonggi lahir.”  Jiyeon berusaha untuk menahan air matanya. Mengingat betapa hari itu dia sangat dilanda kesedihan yang teramat dalam.

flashback.

Jiyeon sedang minum teh, di sebuah rumah dinas kemiliteran. Di sebuah senja, di sebuah kesempatan yang dia rasakan begtu hangat dan nyaman di benaknya. Matahari sore menghias rona keemasan di langit yang sedang berawan tipis.  Dia hanya sendirian. Dan dia melihat kedatangan sebuah mobil militer terparkir di depan rumahnya yang tidak berpagar. 

Jiyeon semula merasa senang karena dia mengira Himchan pulang dari tugasnya. Namun ketika dia melihat dua orang komandanya, hati Jiyeon menjadi hancur. Dua orang berseragam itu berjalan memasuki halaman, dan tidak lama kemudian sudah mengetuk pintu itu.

JIyeon berdiri, dia tidak langsung membuka pintunya. Dia hanya berjalan mondar-mandir di depan pintu sambil meneteskan air mata. Dia tahu, dua orang itu pasti membawa kabar tentang suaminya. Dan itu bukanlah berita yang baik. Kaki Jiyeon semakin lemas. Dia sudah tidak bisa berpikir. Dikepalanya dia hanya mencoba mencari apa saja untuk dipikirkan, seperti rekening telepon, atau beberapa koleksi perangkonya, atau beberapa boneka yang dia simpan di dalam lemarinya. Jiyeon menggerutu sebisanya untuk mengalihkan pikirannya dari dua orang itu.

Namun tetap saja tak berhasil. Suara ketukan di pintu itu seperti sebuah gong kematian. Dia enggan membukanya. Jiyeon bahkan berteriak untuk mengusir dua orang itu.

“Pergi ! ”  teriaknya.

“Nyonya Kim !”  sebut salah seorang dari mereka.

“Pergilah ! Aku tidak mau membuka pintunya.”  teriak Jiyeon lagi.

“Tolonglah Nyonya! Tolong kuatkan hati Anda. Suami Anda adalah seorang prajurit. Anda adalah seorang istri dari prajurit, Nyonya !”

Jiyeon mengatur nafasnya. Dia berusaha untuk mendengarkan kata-kata orang itu. Perlahan dia membuka pintunya. Air matanya sudah bercucuran. 

“Maafkan Saya, Nyonya. Ini benar-benar diluar kuasa kami. ”  

Jiyeon menunduk ketika dia menerima sebuah kotak, di mana di dalamnya terdapat foto-foto Jiyeon juga beberapa benda yang Himchan bawa selama dia menjalankan misi kemanusiaan di Palestina. 

“Kapan kejadiannya ?”  tanya Jiyeon lemah.

“Kemarin. Dan jenasahnya sedang dalam perjalanan. mungkin nanti sore akan tiba. Nyonya tidak usah khawatir, kami akan melakukannya untuk Nyonya.”

Jiyeon akhirnya tidak sadarkan diri.

flasback end.

Yongguk berdiri dan mendekati Jiyeon. Dia berada di sisi Jiyeon dengan senyum penuh arti. Di pegangnya pundak Jiyeon dengan kuat.

“Kau wanita yang sungguh perkasa Jiyeon ! ”  ungkapnya. Namun Jiyeon sudah tidak bisa membendung air matanya. 

Dan Yongguk juga tidak bisa berhenti menyalahkan dirinya sendiri karena mempertanyakan tentang hal itu. Dia hanya memeluk Jiyeon demi meredam semua kesedihan yang Jiyeon tengah rasakan dalam pelukannya.

“Maafkan aku !”  ujarnya lirih dan dalam.  

tbc.

a/n

Ya, untuk chapter pertama ini aq pentingin dulu aq posting, karena untuk selanjutnya harus mengntri lama setelah yang lainnya..dan lainnya..dan lainnya…! 

oke, sekali lagi…yang gak mau komentar ga usah komentar ! heheh…

peace, alana

Advertisements

37 thoughts on “TOMORROW [1st]”

  1. Ahhhh bang yongguk, sempet suka sma ni namja dan jadi fans musiman buat doi, gara2 liat mv nya rain sound, sumpah keren banget dan langsungbjatuh cinta sama suara nya, di BAP suka sma dia soalnya greget banget muka sangar nya, duh lan, jiyeon ngelahirin nya sma yongguk kan ? Berarti dia lernah liat anu jiyi dong, duh langsung deh error, hahahha
    Cieee ada benih cintrong ni kayaknya, himchan oppa maaf ya istrimu yang jendea itu sama yongguk, duh mulai gila , hahah

    Liked by 1 person

  2. kirain hime meninggal kecelakaan atau apa ternyata karna misi kemanusiaan. duh sedih jdnya :”

    semoga yongguk jd bapaknya yonggi kelak.. kan seru namanya sama-sama yongguk…..

    Like

  3. Jujur ya, aku itu paling jarang baca ff jiyeon yongguk kkkk tp untuk ff ini bikin aku penasaran,
    Kalo nanti aku terpesona sama yongguk km tanggung jawab ya hahahahahaa *kidding
    Poor jiyeon.. aku ga bisa bayangin gimana perasaan jiyeon saat komandan himchan dtg bawa berita buruk 😭😭😭😭

    Like

  4. matahari… itu perasaan nama kelompok sinchan di tk, hahaha ulala~ sorry gua komen gak penting. hanya, aku sangat menyukai manga crayon sinchan. Cekakak!
    lagi2 jiyeon jadi rondo ayu yg ditinggal mati suaminya, hidup bersama anaknya. huaaaa gua kasihan. ini bedanya yg deketin pria preman berhati salju yg sangat sexy.. oh Bang! kau membuat lana mnjd gila. Cekakak!
    gua berharapnya sih ini gk segalon no regret ya lan. hehew

    Liked by 1 person

    1. Q bales di sini aja skalian yg di proloq yee…waduh, beneran! Kyknya cuma qmu yg nyadar hal itu…Yongguk udah ngelongok Jiyi..hahaha… Gapapa, Jeng Aya kan ada kode etik kedokteran .
      Iya,*treaak pake toa* q di sini GILA karena Yongguk! /gigit-gigit.gigit/ Tadinya abis reinkarnasi mau Jealous Moon di taro sini, tp knp Yongguk lageee ???? Ya sudahlah…aq ga nahan kalo sama Yongguk! /histeris lagi dipagi buta/
      ga sih! Ga galau di sini paling cuma 3 ato 4 chapter aja. Langsung ke intinya. Di No Regret itu emang gw ngerasa Nejees banget bikin kepanjangan. Okeh Jeng Aya, tengkyu…aq mau kelonan lagi sama Yongguk and Himchan. Hari ini aq libur…mau threesome dulu sama mereka /PLAK/

      Like

      1. *selametin aBang dr gigitan serigala lana* hahaha
        jangan ama moon, emg cocokan ama yongguk. lbh hot! cukup kau nistakan si polos up di winter bride xD *tabokin lana yg histeris cempreng mulu* xp
        janji yaa jgn ngglewer dan galau. mehehe
        weh pagi2 udah 3some! hadeuhhh lana yadongnya setingkat apa?! Cekakak! sama sii, kyk’y fakta q jg yadong! lol #ngacir

        Liked by 1 person

      2. Haha..q tadi baca epepnya si nizacute yg jealous..waduh ternyata yg yadong byk juga! Nah baca epep vulgar ! Adew…ampyun deh! Kirain otak q aja yg udah tercoreng jelaga *plak bahasanya* aq ada rencana ngeluarin NC kyk aq bikin epep yaoi. Smut! Tp q password. Soalnya bakalan parah abis. Nah, baca epepku yg interview chapter 17 di AFF…wet..wet wet pokoknye! Yg suka yaoi sih! Tp yg ga suka ga ngefeel. Okeh ! Hidup yadong #angkat baner yadongers

        Like

      3. hhh makanya aku heran kok makin byk ff yg gak nc tp story line nya masuk rate M! Cekakak.. tp aku bahagia #peace yakin,, kebanyakan yg biasa baca ff aku otaknya udah pd tercoreng xD #parah
        baca yaoi,, sorry sumpah gua gak kuat bayanginnya udah geli duluan.. my krisseu suruh begituan ama namja! mending gua liat dia pny pacar yeoja!
        udah yakin nih bikin ff full NC tp straight? jiyi bukan lan, hayooo..

        Liked by 1 person

      4. Nih lagi aq ketik. krisyeon..
        Tapi ttetp aj aq ngerasa bikin yaoi itu labih mudah! # plak /sumveh/ two cock more easy gila/

        Aq berusaha sangat ..ga kayak biasanya kali ini. Nah udah prnah bikin NC Joon Yeon di AFF tapi itu beda.

        Doakan ya ! /gubrakh/ free ticket to go hell

        Like

      5. heol~ krisyeon 😀
        haha kamu lbh terbiasa dg yaoi!
        joon yeon? lee joon jiyeon maksudnya lan?
        bikin nc nya jangan pake bahasa yg terlalu blak2an kyk ff NC lainnya yaa lan. aku msh mau lihat penggambaran nc yg indah mnjd ciri khasmu sprti biasanya, Cekakak! aku yakin kamu bisa!!!! 🙂 semangat kakak.
        nnt pw nya jgn lupa bagi2 ke aku yaa xp tp lewat mana nih minta pw nya?

        Like

  5. yes jiyeon yongguk pairing again janji loh thor buat happy end hehe

    Ah jiyi udah punya dgn himchan ini kyak lanjutan ff kmrin sayangnya himchan yg gantian meninggal kasihan yonggi blum tau ayahnya dan jg jiyi yg hrus brjuang sndirian. Kyaknya ada something antara jiyi dan yongguk keke next

    Liked by 1 person

  6. Oh My Goood…
    daebak:) young guk kykx jiyeon trpsna tc.! aigoo.. aqw aj yng cmn bca ffx bsa trpsna sma young guk, ap lgy jiyi:)
    smph… ffx kmw bnr2 daebak thor:) rsax kyk bkn lgy bca ff tpy.! kyk nntn flm, next yc qu tngw klnjtnx.

    Liked by 1 person

    1. Jelas lebih tua Yongguk kemana-mana. Ya dia emang mahasiswa. tapi tau ndiri, mahasiswa kedokteran itu kan butuh waktu 6_7 tahun ntuk lulus. Aq exiting banget sama epep ini, soalnya Yongguk gitu loh! Cow sexy ku ! Wkwk.. Oke thankyou Nad, aq dah pikirin ttg idemu itu, yg cow gay , aq akan buat epepnya. Semoga aja nyambung dengan maksudmu.

      Liked by 1 person

  7. seetelah 3 tahun mereka dipertemukan kembali.yongguk juga nama anaknya.ntatr kalau orang lain manggil yongguk pas ada keduanya.pasti pada noleh semua.hahahaha.penampilan yongguk gak mencerminkan bahwa dia dokter tapi q suka gayanya.oc alana q siap menunggu lnjtannya???

    Liked by 1 person

    1. Makasih ! Jangan muji berlebihan,aq besar kepala nanti. Iya, khusus untuk epep ini aq semangatbanget, soalnya Yongguk… eeerrr! Wkwkw thank you yah

      Like

  8. huuaaaa jadi suka couple ini kan grgr sering baca FF mu eonn~~ hahaha
    Younggi Kayanya Unyu bgttt nihh.. jadi kebayang2 sama sitampan Mingook anak’a song ilgook >.< kaya gitu tuh tingkahnya gk bisa diem haha..

    Liked by 1 person

  9. Omo finally mrk ktmu.. kkekeke aigo yongguk ah stylemu sll preman wanna be ya.. kekeke peace man.. di hajar baby, brb kabur!! 😂
    Keunde keunde, ottokhae? Apa stlh ini yongguk jd mkn sk sm jiyi? Trs jiyi jg tp ada penghalang pastix.. omo trs nih saeng.. apa yongguk dsni mrsum ya mengingat dia nantix kemubgkinan bakal sering ingat dl dy bnt jiyi melahirkan.. wkt itu crtx dy bk cln jiyi kan.. omo.. 😨 next ya saeng.. yeay yongyeon..

    Liked by 1 person

    1. Iya, nt aq kitik2 lho! Yongguk tuh my number one sexy man, pokoknya dia itu satu2nya buat aq! Kalau Himchan itu cowok yg lembut…dan keibuan. Dua orang itu number one ku! Wkwk…wah tengkyu banget dah komentar di sini. Pokonya buat Yongguk I’ll do the best!

      Like

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s