Tomorrow 5th

CreditposterbyLadYOong @PosterChannel
CreditposterbyLadYOong @PosterChannel

Title|| TOMORROW 5th

Main Cast ||  Park Jiyeon feat Bang Yongguk

Genre || Romance/ Drama / Fluff

Length || Chaptered

Rated || M

Disclaimer ||  I Own Nothing But The Story

.

.

>>> Tomorrow<<<

Tapi dia akhirnya tertegun ketika melihat Yongguk berhenti di depan pintu sambil terpana menatap ke dalam kamar.  Jiyeon begitu oenasaran dengan tingkah Yongguk. Apa yang membuat Yongguk begitu terpukau.

.

.

///

Yonggi berlari-lari kecil menaiki tangga. Dia mencari Yongguk yang meninggalkannya bermain bersama seorang ahjuma yang selalu membuatnya kesal karena Yonggi tidak pernah dibiarkan untuk menaiki sebuah balok yang digunakan oleh Tn. Bang untuk meletakkan beberapa pot bunga. Ahjuma itu selalu memasang kesan angker di wajahnya, sehingga Yonggi selalu meliriknya dengan pout di mulutnya. 

Dan Setelah itu, dia membuat keributan kecil dengan berteriak-teriak memanggil Yongguk. 

“Appa..!”  panggil Yonggi dengan mulutnya yang mungil.Namun dia tidak menemukan Yongguk. Dia berjalan memasuki ruang utama, dan memanggil Yongguk lagi.

“Appa..!”  

“Sssttt…! Tuan besar sedang sakit. Kenapa kau berisik ?”  ahjuma itu melarang Yonggi untuk berisik. Wajahnya dibuat menakuti-nakuti bocah itu. Namun Yonggi tidak perduli. Dia merasa setelah bertemu dengan Appanya, pasti nenek lampir di depannya ini akan di sulap menjadi kodok. Pikirnya. 

“Appa…!”  panggilnya lirih sambil menatap ahjuma dengan takut. Tempat ini masih asing. Dia merasa sendirian tanpa Yongguk.  

Kemudian dia berlari menaiki tangga, menuju kamar Tn. Bang yang masih tergeletak lemah. Perawat itu melarangnya masuk supaya tidak mengganggu  Tn. Bang, namun Yonggi menerobos begitu saja dan duduk di sisi Tn. Bang.

“Kakek…!”  panggilnya lirih. Di sentuhnya punggung tangan Tn. Bang yang pucat. Kulit-kulitnya yang termakan usia terasa  lembut di tangan Yonggi.

“Sssttt….!”  bisik perawat itu. Lalu Ahjuma masuk . Dia menarik tangan Yonggi supaya meninggalkan Tn. Bang.

“Kakeeeek !”  jeritnya tertahan.  

“Aduuuuh, berisik sekali anak ini ! ”  Ahjuma itu sedikit kasar pada Yonggi.

“Hati-hati ! Dia cucu Tuan Besar Bang !”  ujar sang perawat.

“Tuan Besar belum punya cucu. ”  ujar Ahjuma itu ketus. Dia menggendong Yonggi yang meronta.

“Kakeeeek, bangun…! Yonggi bawa apel buat kakek !”  jerit Yonggi lagi.

“Jangan besrisik !” hardik Ahjuma itu lagi dengan keras. Kali ini perawat itu terlihat khawatir.

” Ahjuma, kau jangan berteriak !”  ujarnya.

“Maaf !” balasnya.

“Kakeeeek !”  kali ini Yonggi berhasil melepaskan dirinya dari wanita paruh baya itu. Dia berlari menuju Tn. Bang dan langsung terduduk di sisi Tn. Bang , memeluk tangan Tn. Bang meminta perlindungan.

“Kakeek…bangun !”  ujarnya lagi dengan tatapan mata berkaca-kaca.

Namun Tn. Bang masih belum sadar. Dan Yonggi tertidur di sisinya. Dia memeluk tubuh Tn. Bang dengan tangan mungilnya sambil menangis tersedu-sedu.

“Kakek, bangun ! Yonggi takut. Ahjuma nakal !”  ujarnya, dan semakin erat memeluk Tn. Bang. Air matanya menetes di lengan laki-laki yang masih terpejam itu.

“Yonggi !”  panggil perawat itu lembut.

“Yonggi mau sama Kakek !”  rengeknya dalam isak tangis.

“Tapi kakek sedang sakit, Sayang ! Ke sini yuk, nanti suster kasih permen. Yonggi mau ”  usul Perawat itu dengan rayuannya. Dia mencoba untuk menarik perhatian Yonggi. Sikapnya jauh lebih baik dari ahjuma yang masih kesal dengan Yonggi.

“Kenapa Kakek belum bangun ? Yonggi mau bilang, kalo Yonggi sayang sama kakek, Sustel !”   Yonggi berhenti menangis. Dia menatap wajah Tn. Bang dan mengusapnya lembut. Pada saat itulah ada pergerakan di jari Tn. Bang.

“Omona…Tn. Bang !”  ujar perawat itu. Dia memperhatikan lebih teliti lagi. 

“Yonggi Sayang, Kakek di sayang lagi ya…supaya cepat bangun!”  ujar Perawat itu.  Yonggi mengangguk. Lalu dia mengusap lagi wajah Tn. Bang, lalu melekatkan pipi chuby nya itu di wajah yang terlihat tirus milik Tn. Bang.

Dan Tn. Bang perlahan membuka matanya. Mata yang terlihat begitu lemah dan berat itu sedikit demi sedikit bergerak. Kelopak matanya yang keriput terangkat perlahan. 

“Kakek !”  bisik Yonggi. 

” Tn. Bang !”  perawat itu akhirnya merasa lega. Tn. Bang sudah sadar.

“Kakek…!”  panggil Yonggi lagi. Namun Tn. Bang mengernyit . Dia menatap Yonggi dengan tatapan antara takjub dan bingung. Perawat itu membantu memasang bantal di kepala Tn. Bang agar bisa lebih nyaman . Lalu berjalan keluar kamar untuk mencari Yongguk. 

“Kakek..sudah bangun .”  Yonggi mengecup pipi Tn. Bang. Memeluk lehernya dan mengusap wajah laki-laki bertemperamen tinggi itu. Dan dia diam saja menerima perlakuan Yonggi.

Pada saat itulah Yongguk masuk. Dia melihat  Ayahnya tersenyum pada Yonggi. 

“Yongguk, kau kenapa ?”  tanya Jiyeon. Namun Yongguk hanya menatap pada kemesraan Tn. Bang menelusuri wajah Yonggi dengan tangan lemahnya. 

Jiyeon ikut melongok ke dalam. Dia tersentak. Antara kaget dan takut. Dia takut Yonggi berbuat tidak sopan pada Tn. Bang.  

“Yongguk, bagaimana ini ?”  Rasa khawatir terukir di wajahnya.

“Tidak apa-apa. Kita perhatikan saja. ”  

“Tuan Muda, Yonggi sungguh lucu. Dia bisa mengambil hati Tuan Besar.” ujar perawat itu.

Yongguk hanya tersenyum, sambil merengkuh bahu Jiyeon. Menariknya dan memberikan kecupan di puncak kepalanya. Yongguk merasa bahagia. Hatinya tersentuh dengan perlakuan Yonggi terhadap Ayahnya. Anak itu adalah malaikat . Hatinya bersih. Dia mampu menetralkan emosi di hati Tuan Bang. 

Yonggi masih tersenyum ketika Tuan Bang menyentuh wajah lucunya. 

“Kakek, Yonggi bawa apel.”  tutur Yonggi lucu.

Wajah Tuan Bang sumringah.

“Hm…” sambutnya. Dia belum mampu berkata-kata. Namun tatap matanya hangat.

“Ayah !”  Yongguk duduk di sisi laki.laki yang tengah menatapnya, lalu mengambil Yonggi dan memangkunya.

Laki-laki itu ganti menatap Yongguk dan Jiyeon. Dia senang melihat kehadiran putranya. Sebuah senyum dan anggukan dia berikan. Dan Yongguk menyerahkan Yonggi pada Jiyeon. Dipelukanya tubuh Ayahnya. Mungkin ini untuk pertama kalinya dalam hidupnya untuk waktu yang cukup lama dia tidak melakukan hal ini. Sejak ibunya pergi meninggalkannya, dan sejak kebenciannya akan sikap yang tegas dan otoriter yang selalu menghiasi hari-harinya. Ya, untuk waktu yang begitu sulit dalam hidupnya ketika harus menghadapi kenyataan bahwa dia tidak hanya kehilangan kasih sayang seorang ibu, namun juga sentuhan lembut dari sang Ayah.

“Mianhae !” bisik Yongguk. Dan tangan Tuan Bang mengusap kepala Yongguk. Hati dan perasaan Yongguk terasa begitu sejuk. 

Entah kenapa Jiyeon ikut menitikkan air mata. Dia belum mengerti benar dengan apa yang di rasakan Yongguk, namun dia cukup memahami hati Yongguk, juga mata yang terpejam saat pelukan hangatnya dia berikan untuk Ayah yang dikasihinya. 

“Appa, welcome back!  I love you !” bisik Yongguk. Dia bahagia melihat Ayahnya kembali membuka matanya. Kembali menatapnya, dan melihat kebahagiaannya bersama dengan Jiyeon, juga Yonggi. Yongguk ingin Ayahnya menyaksikan bahwa dia memiliki cinta, memiliki hati yang sama seperti Ayahnya . Walaupun bentuk cinta dan perhatian Ayahnya terwujud dengan cara yang berbeda. 

“Hm…”  jawab laki-laki itu. Dia belum bisa menjawab. Namun dia terlihat semakin berbinar. Juga ketika melihat Jiyeon dan Yonggi. Lalu menatap ke arah Yongguk lagi.  Kesan bahagia itu terpancar.  Bahagiakah dia dengan kehadiran Jiyeon dan Yonggi.

///

Di luar sedang hujan. Dan Tuan Bang duduk di depan ointu yang terbuka, menghadap taman yang yang diguyur hujan deras. Dia bersandar di sofa dengan kaki diluruskan pada bantalan kaki. Selimut tebal menutupi dan melindungi bagian tubuh bawahnya. 

“Tn. Bang..!” sapaan itu mengundang perhatian laki-laki berambut abu-abu dengan sentuhan ketegasan di garis wajahnya.

“Ada apa Ahjuma ?”  tanya Tn. Bang.

“Makan siang sudah disiapkan.”  ujar ahjuma dengan hati-hati.

Terdengar sebuah desahan. Laki-laki itu termangu kembali. Dia merasa sepi sejak Yongguk minta ijin untuk menemui ibunya di distrik Daegu. Ya. Mungkin karena Yongguk merasa bahwa sudah saatnya dia memperkenalkan Jiyeon pada ibunya. Tn. Bang kini sudah memberikan kebebasan penuh untuk putranya. Tidak ada yang bisa dia lakukan. Berselisih pendapat sepanjang tahun justru semakin membuat sel-sel dalam tubuhnya mati, dan mengurangi jatah usia. Seharusnya dia melihat Yongguk bahagia dengan kehidupannya. Bukankah itu yang ingin dilihatnya. 

Tn. Bang hanya teringat ketika dia harus mengalami saat-saat sulit di masa kecilnya. Di mana dia hidup dalam keterbatasan biaya. Mungkin memang sudah takdirnya menjadi pekerja keras. Dan mewujudkan cita-citanya dengan tenaga dan keringatnya sendiri. Tn. Bang merintis dari nol, dinasty kejayaannya. Hingga menjadi besar dan berkembang. Mungkin karena hal itulah dia menjadi keras dalam mendidik Yongguk. Dia tidak ingin Yongguk sembaranagn menjalani hidupnya, paling tidak dia harus menjadi seperti dirinya. Menjadi seorang dokter dan mendirikan rumah sakit. Dia mengenyampingan sentuhan kasih untuk istri dan putranya, sehingga mereka berlalu dari hidupnya. 

Dan kini di saat-saat usia menjadi senja, perasaan rindu untuk berkumpul lagi itu menjadi nyata. Perasaan kesepian dan merana. 

Dan anak itu, Yonggi. Dia sungguh lucu. Ada bayangan senyum Yonggi di mata renta laki-laki itu. Dan dia menyimpulkan senyum. Ya, Yonggi seperti Yongguk ketika dia masih kecil. Mungkin inilah yang disebut takdir. Yonggi mungkin tidak pernah merasakan bagaimana indahnya mempunyai Ayah. Dan Yongguk sungguh ingin memberikan bentuk kasih sayang seorang Ayah yang selama ini luput diberikan Tn. Bang padanya. 

Garis’garis hujan semakin rapat, menghadirkan kesan dingin yang langsung menerpa kulit lelahnya. Dia melirik ke arah ahjuma yang menunggu reaksinya.

“Ahjuma, tolong ambilkan makan siangku. Aku ingin makan di sini !” ujarnya dengan nafas lelah. Usianya sudah semakin berarak pada batas senja. Sudah saatnya dia menenangkan hati dan pikirannya. Sekarang bukanlah masa yang tepat untuk selalu mengatur Yongguk. Dia sudah dewasa, dia laki-laki yang memang membutuhkan jati diri. Sama seperti dirinya. 

///

Yongguk menghentikan mobilnya di depan sebuah bangunan apartement  dengan kondisi yang sudah termakan usia. Kehidupan yang sungguh di luar bayangan kemewahan yang Yongguk terima selama dia tinggal bersama Ayahnya. 

Diliriknya Jiyeon yang tertidur dengan posisi duduk di sisinya. Juga Yonggi yang duduk di belakang. Mereka mudah sekali tidur jika dalam perjalanan. Laki-laki itu tersenyum. Dia mendekatkan wajahnya pada Jiyeon. Lalu sebuah kecupan lembut dia berikan di pipi Jiyeon untuk membangunkan Jiyeon dari alam mimpinya. 

“Wake up sleeping beauty !” bisiknya.  Jiyeon mengintip dengan sebelah matanya.

“Hum ?”  sahutnya dengan malu.

“Kita sudah sampai !”  ujar Yongguk. Lalu Jiyeon berusaha untuk memperbaiki posisi duduknya. Sedikit mengeliat dan mengerjabkan matanya.

“Apa aku tertidur cukup lama ?”  tanya Jiyeon samnil mengambil sisir dari dalam tasnya.

“Ya, cukup lama membuatku terabaikan.”  Yongguk memasang wajah melas. Dia menyandarkan kepalanya di bahu Jiyeon sambil memeluk pingganga wanitanya. 

Jiyeon menahan gelaknya. 

“Yongguk , kau manja sekali sekarang !”  bisik Jiyeon sambil mengusap pipi namjachingunya.

“Aku ingin terus dimanjakan olehmu. Tidak bolehkah ?”  balasnya. Kali ini dia semakin mendekati daerah sensitif Jiyeon. Leher yang jenjang dan putih. Namun Jiyeon menghindar.

“Ssstttt…kita di tempat umum.”  ujar Jiyeon. Dan Yongguk melihat  ke arah depan, di mana sekarang posisi mereka berada di halaman parkir umum di depan apartement Eommanya. 

“Baiklah, aku akan bersabar, hingga kita tiba di rumah lagi.”  

Jiyeon tertawa sambil menoleh ke arah Yonggi. Dia masih tertidur. Dan Yongguk menggeleng-gelengkan kepala.

“Kalian berdua menelantarkan aku !”  ujarnya dibarengi tawa renyah Jiyeon.

////

Seorang wanita, dengan sudut senyum tulus, dan penuh cerita. Wajah yang melukiskan banyak kesan keibuan yang tak berdaya. Cinta dan pengabdian, juga kehilangan. Banyak kehilangan. Mata yang berkaca-kaca, di sebuah ruangan empat kali lima meter dengan banyak foto Yongguk di semua dindingnya. Yongguk di masa kecil, dengan tubuh kurus dan senyum merekah sempurna. Dan wanita itu duduk dalam tatap mata haru menyadari kehadiran seorang bocah yang mengingatkannya akan sosok Yongguk di masa kecil. 

“Nenek !”  panggil Yonggi dengan bibir kecilnya, dengan suaranya yang memecah keheningan. Yongguk menahan langkah Jiyeon. Lagi-lagi dia hanya membiarkan Yonggi, untuk berperan dalam mencairkan suasana beku, yang membalut pertemuan ini. 

Kunjungan ini bukan pertama kali untuk Yongguk. Dia beberapa kali datang tapi selalu mendapati eommanya dalam kondisi sama. Dia hanya berkata sesekali, tersenyum sesekali, dan tertawa sesekali dan mendesah berkali-kali. Sepertinya ada yang membebani hatinya. Mungkin dalam ingatannya dia, masih menyimpan semua cerita tidak menyenangkan yang sampai sampai saat ini menjadi ganjalan. Mungkin sebuah penyesalan, sebuah waktu yang terbuang, juga masa – masa di mana seharusnya dia menjadi seorang ibu yang baik, ibu yang memberikan perlindungan untuk anaknya.

“Yongguk ?”  Wanita itu menoleh ke arah Yongguk.  Namun menyambut Yonggi yang naik ke atas pangkuannya. Dia memeluk tubuh Yonggi.

Yongguk hanya tersenyum. Dia sadar eommanya hanya merasakan kesepian yang sama seperti Appanya. Ya, laki-laki keras kepala dan berhati bebal itu yang membuat Eommanya berada dalam ketidakberdayaan, dan harus terkukung dalam perasaan menyesal. 

Seharusnya dia lebih kuat, lebih tabah demi Yongguk. Tatapan itu menyentuh kedalaman hati putranya yang mengecup lembut keningnya.

“I love you Eomma !” bisik Yongguk.

“Apakah ini anakmu ?” tanyanya parau.

“Ya, Eomma. Dia anakku.” jawab Yongguk. 

Wanita itu menatap Yonggi dengan oenuh kasih. Sumringah senyumnya menggapai ketenangan di benak Jiyeon. Perasaannya bahagia. Dia mendekat ke arah wanita itu. 

“Yonggi-ah, beri salam pada Nenek !” ujar Jiyeon lembut.

“Dia kah istrimu ?” tanyanya lagi sambil melihat ke arah Jiueon. 

“Ya Eomma. Dia istriku.” Jawab Yongguk. Jiyeon hanya melirik ke arah Yongguk. Namun laki-laki itu memberinya isyarat dengan kedipan matanya.  

“Nenek ..!”  Yonggi memeluk Dengan hangat. Dan memberikan kecupan di pipi wanita yang telah dianggabnya sebagai nenek.

“Siapa namanya ?” tanyanya.

“Yonggi .” sebut Yonggi cepat.

“Nama Appamu rupanya.”  

“Ya, Eomma. Aku yang membantu sendir persalinan istriku . Dia anak pertama yang lahir karena aku.”  Yongguk tersenyum sambil menyentuh bahu Jiyeon.

“Kalian terlihat bahagia sekali.”  

“Eomma, …!” panggil Yongguk. Eommanya menoleh melihat putranya yang duduk di sisinya.

“Apa, Yongguk ?”  tangannya masih mengusap kepala Yonggi.

“Ikutlah bersama kami. Aku tidak mau eomma kesepian di sini.” 

“Eomma sudah terbiasa.”  jawab sang Eomma.

“Appa, sekarang sudah berubah. Dia tidak seperti dulu lagi.”

Wanita itu menunduk. 

“Bagaimana keadaannya ?”  tanyanya dalam kepala menunduk.

“sedang sakit.” jawab Yongguk. Lalu Eommanya menoleh, tapi hanya menghela nafasnya.

“Kalian bisa menyewa perawat untuk menjaganya.”  ujarnya ringan. 

Yongguk menyadari Eommanya mungkin tidak ingin kembali lagi untuk bersama Ayahnya. 

“Tinggalah bersama kami!”  ujar Jiyeon. Dan wanita itu tersenyum.

“Kalian jangan khawatirkan aku. Di sini keadaanku baik-baik saja. “

“Apakah ada yang menemaninya ?”  tanya Jiyeon pada Yongguk.

“Aku mempunyai putra dari pernikahanku yang kedua, …”  Eommnanya menatap Jiyeon. Namun Jiyeon tidak mengerti, sehingga dia membuang pandangannya ke arah Yongguk.

“Eommaku setelah diceraikan oleh Ayahku, sudah mempunyai kehidupannya sendiri. Dia juga mempunyai seorang putra. Dia adalah adikku. Saat ini dia tidak tinggal lagi di sini. Meskipun Eomma sering mengatakan kalau Kang Yongnam sering datang, tapi aku tetap khawatir dengan Eomma.” ujar Yongguk menjelaskan. Jiyeon mengangguk. 

“Lalu di mana Ayah tirimu ?”  Jiyeon memperhatikan Yonggi yang mempermainkan wajah neneknya.

“Dia sudah meninggal karena kecelakaan.” bisik Yongguk di telinga Jiyeon. Dan Jiyeon mengangguk.

.

.

.

Jiyeon membantu Ny. Kang atau mungkin dia harus menyebutnya eomonim mulai saat ini, karena Yongguk telah memperkenalkannya sebagai istrinya. Sungguh lucu. Namun Jiyeon senang. 

“Apa Yongguk sering bercerita tentang aku ?” tanya Ny. Kang.

“Hm. ” jawab Jiyeon sambil mengangguk lembut. Wanita itu tersenyum pada Jiyeon.

“Dia sungguh Appa yang baik. ”  Ujar Ny. Kang saat melihat Yongguk bercanda dengan Yonggi di ruang tamu. 

“Dia sangat menyanyangi Yonggi.” ujar Jiyeon menimpali.

“Kalian sudah berapa lama menikah? Kenapa tidak mengundangku saat menikah ?”  

Deg

Pertanyaan itu seperti membekukan Jiyeon. Matanya menekur pada kimchi yang sedang dipersiapknanya di piring. Menikah ?

Sekarang apa yang harus dijawabnya. Apakah dia harus mengatakan kalau mereka belum menikah. Dan saat ini ternyata yang sedang bercanda dengan putranya itu bukanlah anaknya. Jiyeon menarik nafas dalam-dalam. 

“Oh, aku punya sesuatu untukmu !” ujar Ny. Kang kemudian. Dia melupakan pertanyaannya. Untuk sejenak Jiyeon merasa lega.

Ny. Kang berjalan menaiki tangga. Lalu Jiyeon menghampiri Yongguk. 

“Yongguk, Eomma bertanya kapan kita menikah ?”  

“Secepatnya.  Kecuali kau sudah tidak sabar untuk menjadi Ny. Bang. Aku akan menikahimu sekarang juga.” jawab Yongguk 

Jiyeon hanya menghela nafasnya.

“Bukan itu maksudku !”  Jiyeon menatap Yongguk dengan perasaan resah.

“Jelaskan !” 

“Ini salahmu yang mengatakan kalau aku adalah istrimu, dan Yonggi adalah putramu- Lalu bagaimana jika dia tahu jika Yonggi bukan anakmu dan aku belum lagi menjadi istrimu.” 

Yongguk terdiam setelah mendengar penjelasan Jiyeon. 

“Benar.” 

“Benar bagaimana ?”

“Kita harus mengatakan kalau kita telah menikah diam-diam pada awalnya. Tapi setelah ini kita akan meresmikan pernikahan kita. “

Jiyeon mengangguk-angguk mengerti.

lalu dia melihat Ny. Kang turun membawa sesuatu. Sebuah box berukuran cukup besar. Yongguk berlari menyambut dan membantu Eommanya membawa box besar itu.

“Apa isinya ? ” tanya Yongguk.

“Hanya baju pengantin Eomma.” ujar Sang Eomma antusias.

“Wow !” Yongguk mengerlingkan mata ke arah Jiyeon.

“Jiyeonah !” panggil Ny. Kang.

Jiyeon berjalan menghampiri. Di belakangnya Yonggi mengikuti.

“Bukalah ! Ini untukmu.”  ujar sang Eomma lagi.

Jiyeon sedikit gugub, terlebih Yongguk tersenyum penuh arti padanya. Dia sungguh senang ternyata Eommanya menyanyangi Jiyeon. 

“Wow..indah sekali !”  ujar Jiyeon dengan tatapan terpukau. Ini sangat luar biasa. Jiyeon melihat sebuah gaun pengantin sederhana yang begitu cantik. Dia mengambilnya dan melebarkannya. Di pasangkannya di tubuhnya. Sementara Yongguk tak henti tersenyum.

“Kau pengantinku yang cantik.”  ujarnya dengan menarik tangan Yonggi kepelukannya.

“Eomma cantik !” ujar Yonggi.

“Kalian harus menikah lagi di hadapanku.” ujar Ny. Kang. Dan hal itu disambut kebahagiaan Yongguk.

“Nde, Eomma! kami akan menikah lagi di hadapanmu. Kami akan mempersiapkannya.” jawab Yongguk yakin.

.

.

.

tbc

a/n

Next chapter akan ada di wp q soalnya aku ga mungkin ngisi NC Bang Yeon di sini. Haha..

Advertisements

46 thoughts on “Tomorrow 5th”

  1. Lah kasian tuh emak nya di boongin udah seneng2, namanya juga emak2 ya rempong yes, yey akhirnya nikah juga, hahahha emaknya mah bae ya, ga kaya appa nya dulu ya, hehehhe
    Yonggi emang the best lah, naka kecil memang membawa berkah, selamat ya jiy, kau menikah dengan bang yongguk ku, hikssss 😦 author lana minta pass nya, aku udah kirim di fb, penasaran sama end nya apa lagi ada NC nya, wkwkwkwk

    Like

  2. liat komen2 di atas udh setahun yang lalu terakhir, krn akupun baru nemu ff ini ._.v keseluruhan ceritanya menarik apalagi bahasanya ringan dan dibacanya juga enak. dan cara author menampilkan sikap yongguk juga sama seperti yang aku lihat kalo liat yongguk asli. biasanya kan kalo ff yg ada anak kecilnya sikap doi kaya ngaleyeut gitu ya /semoga kamu paham maksud aku/ tapi entah di sini peran yonggi lucu anet dan mencerahkan suasana /ceilah haha. btw how to get pass in tomorrow 6th? ㅋㅋ

    Liked by 1 person

    1. Mianhae, aq kirim ke email ya, tolong cek emailnya. Makasih sudah datang dan komentar. Yup, aq ngerti Yongguk yang begono. Aq maklum sama Babeh. Hahaha..ff nih emang udah lama. Mau baca NC nya babeh…arrrg… Malu deh aq.

      Like

  3. Kereenn..q baru bca ni ff..baru nemu ff ini pula..knp g dr kmrn2 yaaahh..why??next part ny mna?knp g dpublish dsni ajah..thank’z uda bkin ff sekeren ini

    Liked by 1 person

  4. “berambut abu-abu” Cekaka~
    si ahjumma di rumah appa yongguk resek ye… eh tapi aku ngerasa si ahjumma itu aku bgt dah –” yg suka maksa2 keponakan aku yg kecil #plak *calon eomma yg pemaksa* hul!
    yongguk manfaatin yonggi buat ambil perhatian kedua orang tuanya ciee~
    Loh napa yongguk gak bilang jujur aja sih ama eommanya. entah! aku merasa terganggu.
    si eomma yongguk udah gak pengen bgt kayaknya balik ke mantan suaminya. padahal si appa yongguk kelihatan pingin kembul lagi ama keluarganya. lah,, penyesalan sllu datang di akhir T.T
    yg nc lagi 😀 wakakak! ditunggu yet,,,

    Liked by 1 person

  5. heleh aku ketinggalan lagi… udah takdir ketinggalan ini ff terus kali yak ._.v

    ceritanya makin seru aja. untung bapaknya yongguk mau nerima yonggi yg tiba-tiba dateng jadi cucunya dan hubungan ayah dan anak itu akhirnya membaik. terlalu banyak surprise disini dan membahagiakan semuanya. dan ibu yongguk juga baik banget malah nyuruh anaknya nikah lagi pake baju pengantinnya. jadi gimana gitu rasanya bayangin jadi ibu yongguk :(((

    ditunggu deh part selanjutnya. eh tapi……. NC?! WOW AKHIRNYAAAA /plak/ duh kenapa ga publish disini aja terus di protect gitu? yah terserah sih ntar aku berkunjung ke blog pribadimu deh kalo udah keluar ._.

    nb : masih ada sedikit typo. but it’s okay ga banyak sih heheh xD

    Liked by 1 person

    1. Haha, belum lama kok ketinggalannya. Iya, nanti aku update di wp ku aja. Soalnya aq kalo bikin NC tau ndiri kayak apa. Hehe..mkasih ya!

      Like

  6. Woah yonggi bnr2 bkn gemes y saeng.. byngin anak kecil lucu yg pintr ambil hti.. omo ahjummanya galak amat d.. jaht.. ckck.. jd yongguk jiyi bkl nikah dpn eomma yongguk? Mdh2an appa eommanya balikan.. saeng eon mnt pass next nc nya sm yg between trs wkt itu km ksh eon pssword kdlete sblm eon save lupaa huaa

    Liked by 1 person

  7. Yonggi pencair suasana dan dy pula yg melancarkan jalan hub jiyeon dan yongguk.
    Ahhhh yonggi bener2 malaikat kecil jiyeon dan yongguk
    Di ff ini sebenernya konflik nya ga banyak tp ttp menarik ><

    Liked by 1 person

    1. Sebenernya aq paling ga bisa bikin scene yg ada bicahnya. Makanya aku bikin dia jadi malaikat perdamaian aja. hehe, makasih ya. Next nyari di wpku untuk kelanjtan epep ini.

      Like

  8. yonggi walau hyperaktif tp dia simpel cepat akrab sama orang ya lucunya 😀 😀 akhirnya yongguk nikah juga sama jiyeon 🙂

    Like

    1. Thank you dear ! Aku ga tau bagaimana menghidupkan karakter Yonggi di sini, jadinya ya aku bikin dia sebagai malaikat perdamaian. Begitulah!

      Like

  9. yonggi membawa kehangatan buat tn.bang..suka betul lihat kemanjaan yongguk kalau udah berdua dg jiyeon.bisa2 yonggi saingan ama yongguk.kalau udah publis bagi pw nya ya alana?..

    Liked by 1 person

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s