[Ficlet] The Night Before

BanngHyun

The Night Before

Author || Mochaccino [Lana]

Maincast ||  Bang Yongguk and Kim Seol Hyun

Genre || Romance

Rated ||  G

.

.

.

.

Kutarik lenganku menyiku untuk menopang dagu runcing ini. Rentang waktu yang berlalu sejak aku menempatkan diri di sudut tempat ini tak bisa membuang rasa jenuh yang tak berkesudahan. Fokusku digentayangi oleh rasa takut, sedangkan sisi dari kelembutanku berteriak minta di lindungi. Apa yang harus kulakukan dengan semua ini. Kepalaku berdenyut  dan memaksa semua konsentrasiku buyar oleh setiap bayangan manusia yang berkelebat di sampingku. Ada sebuah janji bertemu, dan karena janji ini aku bersikeras memperkarakan diriku pada sebuah kencan satu malam dengan laki-laki tidak dikenal semalam. Entah ini sebuah kebodohan atau semacam pembiaran yang tak bertanggung jawab.

Aku tak bisa mengingat dengan kepala jernihku mengenai sosok yang semalam mengajakku bermalam di sebuah hotel berbintang lima dengan semua fasilitas mewahnya. Sepertinya dia kaya atau entahlah, lagi pula siapa yang akan perduli jika aku tidak ingin bertemu dengannya lagi. Kuanggap itu hanya pelepasan dari bibit nafsu yang tadinya kusumbat habis-habisan.

Aku Kim Seol Hyun, merasa tidak berdaya dengan semua aturan yang diterapkan orang tua angkatku untuk menemui pria ini. Aku bahkan bersumpah ingin segera melarikan kakiku meninggalkan restoran mewah ini dengan heels merahku. Aku tak ingin dijodohkan secepat ini.

Aku tak mengenal pria ini, mereka tidak memberikan fotonya padaku dengan daih ingin membuat kejutan untukku. Mereka mengatakan tidak mungkin orang tua menjerumuskan anaknya pada laki-laki tidak bertanggung jawab. Mereka ingin aku bahagia meski aku bukan anak kandung mereka.  Sebagai catatan aku tadinya memang yatim piatu dan tinggal di sebuah panti asuhan.

Gunjingan yang sampai ke telingaku mengenai pria ini cukup membuatku merasa minder, karena dia memang pria yang sangat berkelas, berpendidikan tinggi, dan meraih gelar doctor di universitas tersohor di London. Mampuslah aku karena aku bukan siapa-siapa, dan herannya kenapa dia bergitu bersedia di jodohkan denganku. Terlepas dari kepopuleranku sebagai wanita cantik dan bertubuh indah, aku tidak mempunyai intelektual yang bisa mencengangkan kaum pria.

Selama ini aku lebih senang menyembunyikan diriku di dalam laboratorium pengap berkutat dengan segala bentuk rumus kimia dan cawan petri.  Tubuh indahku pun terselubung oleh jubah putih sebatas lutut yang selalu membuatku tampak tak menggairahkan. Ditambah bentuk kuno frame kacamataku yang tebal. Tidak, aku sama sekali tak menarik, tapi kenapa dia mau dipertemukan denganku hari ini.

Aku mencoba untuk menghibur otak lame ku dengan bayangan mahluk indah yang semalam bersamaku. Sejujurnya, aku memang mabuk dan tak bisa melihat wajah itu dengan akal sehatku, hanya saja aku masih bisa merasakan semua bisikkannya yang sempat meracuni tubuhku hingga aku menjadi hilang sampai akhirnya aku terbangun tanpa siapapun di sisiku. Mungkin dia pria yang hanya mencari kesenangan dengan gadis cantik sepertiku, dan mungkin ini impas karena aku pun tidak berharap ada hal yang serius mengenai kencan erotis semalam.

I regretted nothing—

Oh Tuhan, demi apapun semoga pria itu membatalkan janji hari ini, sehingga aku dengan cepat lengser dari bangku ini. Aku ingin menghilang.

Mendadak aroma maskulin menyerbu dari arah belakangku. Sebuah wajah menyeruak dan membuat sudut mataku melirik penuh tanya. Apakah dia pria itu—

Sebelum duduk dia memberikan senyumnya, dan aku cukup tersanjung dengan seyum yang dipenuhi kekuatan magis itu.  Dia tinggi, dengan bentuk bahu yang sungguh proporsional untuk seorang pria. Memikat dan tentu saja, dia tampan. Apakah aku harus bersorak sekarang, atau melarikan diri seperti ucapan hatiku sesaat lalu.

Tidak, aku justru semakin terpaku di kursi ini dengan bola mata yang terus mengekor gerak geriknya di depanku

“Miss Kim?” sebutnya. Apakah itu pertanyaan atau sapaan yang jelas tidak membuatku bergeming dari sikap bekuku. Dia mengulurkan tangannya.

“Aku Bang Yongguk.” Ujarnya santun dengan suara yang—

mataku memicing curiga

Apakah aku pernah mendengar suara itu, maksudku nama itu?

Dia kembali tersenyum dan menarik tanganku karena sejak tadi aku ragu untuk menerima tangannya.

“Jadi kau melupakan aku secepat ini?” lanjutnya.

Sebentar!

Kubuang semua rasa canggungku pada bayangan pelayan yang melintas, kemudian menjatuhkannya ke lantai hanya untuk melepaskan semua tanda tanya dan rasa curiga ini.

Dia berdiri dan menarik bangku ke sisiku, sikapnya membuatku semakin yakin, berikut semua senyumnya yang menari-nari di kepalaku dan terasa begitu akrab meski aku tidak terlalu jelas dengan semua itu.  Senyum yang aku lihat diantara kenikmatan semalam-Oh!

“Apa kau tidak ingin melakukan kencan satu malam lagi dengan calon suamimu ini?”  tanyanya menyindirku.

Kulirik dia malu-malu, dan aku sama sekali tidak bisa menolak tangannya ketika dia mendaratkan kecupan manisnya di punggung tanganku. Wajahku seperti ditaburi oleh jutaan kelopak mawar yang sedang merekah.

Damnt! Jadi pria yang kukencani semalam adalah pria yang dijodohkan orang tuaku angkatku sendiri. Jadi dia, Bang Yongguk sudah tahu kalau aku adalah wanita yang dijodohkan dengannya.

FIN

 

Advertisements

3 thoughts on “[Ficlet] The Night Before”

    1. thank u for reading and comment
      seolhyun emang baru sekali ini aku pake dia buat maincast. ga tau apa cocok sama Bang. sama2 sexy. ^^

      Like

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s