[Vignette] Teman Baru

zelo

 

Teman Baru

a vignette by JungNYAN

.

Choi Junhong (Zelo) | Jung Daehyun | Hyoeun (OC) | Heejung (OC) | Junhong’s Brother

AU | Friendship | failed! Mystery || General

.

.

.

Langit sudah mulai berwarna keunguan ketika Junhong tiba-tiba berlari turun dari lantai dua, melewati kakaknya yang tengah memakan snack di ruang keluarga. Kakaknya menoleh dengan cepat ketika bocah berumur 7 tahun itu lewat di belakanganya.

“Yak, Junhong! Kau ingin kemana?” tanyanya setengah berteriak kala melihat adiknya sudah berada di depan pintu keluar.

“Mencari Daehyun Hyung!” balas sang adik dengan suara yang tak kalah keras. Setelahnya terdengar suara bantingan pintu yang cukup memekakkan telinga, bersamaan dengan menghilangnya Junhong dari pandangan kakaknya yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

Junhong berlari menuju salah satu blok yang tidak terlalu jauh dari rumahnya. Tujuannya hanya satu, mencegat Daehyun yang -biasanya- baru pulang dari lapangan setelah bermain bola. Tampaknya keberuntungan tengah berpihak padanya kali ini, terlihat Jung Dae Hyun yang tadi tengah berjalan santai menghentikan langkahnya di depan sebuah rumah mewah. Ia terkejut melihat Junhong berlari ke arahnya sambil meneriakkan namanya, seperti sedang meneriaki maling yang baru mencuri barangnya.

“Junhong, ada apa?”

Junhong menghentikan langkahnya, kemudian ia mengambil napas sebelum berbicara. “Hyung, bayar hutang hyung sekarang.”

“Sekarang?” Daehyun mengerutkan keningnya. Pekan kemarin, ia meminjam uang Junhong untuk membeli bola bersama teman-temannya, dan hingga sekarang ia belum sempat mengembalikan uang itu. Bukannya Daehyun tidak mau membayar sekarang, tapi ia tidak memegang uang sama sekali saat ini.

Junhong mengangguk kuat-kuat. “Aku ingin membeli es krim, besok.”

“Oh, tapi aku tidak membawa uang. Bagaimana kalau aku membayarnya besok pagi?”

Junhong terdiam sejenak. “Eng … tapi harus pagi hari.”

“Ya, tenang saja.” kata Daehyun sembari tersenyum. “Tapi, kenapa kau masih berada di luar? Anak kecil tidak baik berada di luar rumah pada jam seperti ini.”

“Memangnya hyung bukan anak kecil?”

Ah, iya, Daehyun hanya berbeda tiga tahun dari anak di hadapannya ini. “Maka dari itu, aku ingin cepat pulang. Aku duluan. Annyeong!” Daehyun langsung berlari pergi, meninggalkan Junhong yang masih berdiri di tempatnya.

Junhong menatap Daehyun yang mulai menghilang di tikungan. Rasanya ada yang aneh dengan ekspresi Daehyun saat ia berlari pergi tadi. Junhong mengedarkan pandangannya sejenak, barangkali ada sesuatu yang membuat Daehyun berlari pergi.

Oh. Junhong hampir melompat kaget ketika melihat sosok di balik kaca jendela pada rumah mewah di sebelahnya. Seorang gadis, tampaknya ia seumuran dengan Junhong. Gadis itu menatapnya datar, kelewat datar malah, dan itu membuat Junhong bergidik ketakutan. Gadis itu memakai sebuah baju putih dengan polkadot merah.

Entah mengapa, tiba-tiba seperti ada hawa dingin yang melingkupinya. Sepertinya ada yang tidak beres. Junhong langsung berbalik dan berlari terbirit-birit ke rumahnya.

~-~

Hari ini hari Minggu. Seperti biasa, Junhong bangun lebih telat dari pada hari-hari sebelumnya. Pun kakaknya karena mereka menonton film bersama hingga larut malam. Dan yang mereka lakukan setelah bangun adalah mencuci tangan kemudian makan. Eomma mereka hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan anak-anaknya.

Di sela-sela mengunyah makanan, Junhong teringat dengan rumah kemarin. “Hyung, rumah besar di blok D itu, apa ada seorang gadis di dalamnya?”

Kakaknya berhenti mengunyah, ia terdiam sejenak, mencari rumah yang dimaksud adiknya itu. “Oh, rumah nomor 14? Seingatku itu rumah kosong. Kenapa? Kau melihat seorang gadis di sana?”

Junhong tersentak. Rumah kosong? Lalu, yang dia lihat itu apa?

~-~

Penasaran dengan yang ia lihat waktu itu, Junhong memutuskan untuk mencari tahu dan di sinilah ia berdiri, di depan sebuah rumah mewah yang sepuluh kali lebih besar dari rumahnya. Ditambah halamannya yang luas, mungkin rumah ini menjadi lima belas kali lebih besar. Junhong memperhatikan keadaan di dalam rumah itu. Ada beberapa pohon besar di sana. Oh, tunggu. Jika ini rumah kosong, maka seharusnya ada banyak daun-daun kering yang berserakan di bawah pohon-pohon itu, tapi yang Junhong lihat hanya ada beberapa.

“Hei,”

Junhong langsung berbalik ketika suara seorang perempuan menyapa rungunya. Gadis kecil yang sepertinya seumuran dengannya itu tersenyum sambil melambaikan tangannya.

“Kau tinggal di sekitar sini?” tanya gadis itu, kemudian ia menjulurkan tanganya. “Namaku Hyoeun.”

“Aku Junhong.” balas Junhong pendek.

“Sedang apa di depan rumahku?”

Rumahnya? Bukannya kakaknya mengatakan rumah ini kosong?

Junhong menautkan alisnya. “Rumahmu?”

Gadis itu mengangguk cepat. “Aku baru pindah ke sini dua hari yang lalu, tapi aku baru sempat berjalan-jalan sekarang. Apa kau mau menjadi temanku?”

Junhong menangguk mengiyakan. Sepertinya kakaknya tidak tahu tentang ini, ia harus memberi tahunya sepulang bermain nanti.

“Hyoeun!” Heejung, salah satu teman Junhong berlari mendekati mereka sambil melambaikan tangannya. “Oh, Junhong, kau di sini juga.”

“Hai, Heejung.” sapa Hyoeun, sepertinya mereka sudah saling mengenal. “Junhong, kau ingin ikut masuk ke dalam?”

Junhong mengangguk cepat. Jujur saja, ia selalu penasaran dengan apa yang berada di dalam rumah-rumah besar seperti rumah ini. Hyoeun membuka pagar rumahnya kemudian menyuruh Junhong dan Heejung untuk masuk. Hyoeun membawa mereka masuk ke dalam rumahnya.

Junhong tercengang melihat isi rumah itu. Guci-guci antik terlihat menghiasi ruang tamu yang cukup luas, sebuah lampu besar menggantung di langit-langit ruang keluarga, beberapa lukisan menggantung di beberapa sisi. Benar-benar berbeda dengan rumah kecilnya yang hanya dihuni empat orang.

“Kau tinggal dengan siapa saja?” tanya Heejung ketika mereka tengah berjalan menaiki tangga. Hyoeun bilang, kamarnya berada di lantai dua, jadi mereka mengikuti gadis itu ke atas.

Eomma, appa, dua kakakku dan dua orang pembantu.”

Sebelum ke kamarnya, Hyoeun mengajak mereka ke balkon depan. Hyoeun membuka pintu besar di depannya, kemudian ia berlari mendekati terali dan melihat keadaan di luar. Junhong dan Heejung hanya mengikutinya. Di sebelah kanan mereka, tampak sebuah pohon besar yang tingginya hampir mencapai atap. Beberapa ekor burung tampak berterbangan lewat di depan mereka.

“Wah, tinggi sekali di sini. Sepertinya aku akan mati jika melompat dari sini.” ujar Heejung dengan suara kecil. Junhong melirik sekilas ke arahnya. Pasti gadis ini ikut-ikutan kakaknya yang sangat menggilai anime itu.

“Ayo, kita masuk.” Hyoeun berbalik dan mengajak kedua temannya untuk masuk. Hyoeun langsung berbelok menuju sebuah pintu di sebelah kirinya setelah mereka masuk.

“Hyoeun,” Heejung memanggilnya sebelum ia masuk. “Itu kamar kakakmu?” tanyanya sambil menunjuk pintu di depan kamar Hyoeun.

“Bukan, itu gudang.” jawab Hyoeun. “Ayo, masuk.”

Junhong dan Heejung masuk ke kamar Hyoeun. Mulut Junhong menganga lebar melihat kamar Hyoeun yang sama besarnya dengan rumahnya. Dinding kamar itu dicat dengan warna pink pastel. Ranjang berukuran besar yang berada di sisi ruangan terlihat masih baru dan sangat empuk. Ingin rasanya Junhong melompat-lompat di atasnya, tapi sepertinya Hyoeun tidak akan mengijinkannya.

Hyoeun mengajak mereka menuju jendela besar di kamarnya yang terbuka lebar. Hyoeun menyembulkan kepalanya keluar, diikuti Junhong dan Heejung. Pohon besar yang mereka lihat tadi kini berada tepat di sebelah kanan mereka. Jika Junhong mengulurkan tangannya, mungkin ia bisa menyentuh daun pohon itu.

“Heejung, aku punya banyak boneka, kau ingin bermain?” tawar Hyoeun.

Sebuah senyuman lebar tercetak di wajah imut Heejung. “Tentu!”

Kedua gadis itu berlari menuju sebuah keranjang besar berisi puluhan boneka. Junhong hanya melihat mereka dari kejauhan tanpa ada keinginan bergabung sama sekali.

Hyoeun menoleh ke arah Junhong sebelum ia mulai bermain. “Oh, Junhong, aku minta maaf. Aku tadi mengajak Heejung untuk main ke rumahku dan bermain boneka bersama. Mungkin kau bisa bermain dengan kakakku, tapi dia sedang pergi. Jadi, kauingin apa?”

Junhong tersenyum tipis. “Aku ingin pulang saja. Besok mungkin aku akan ke sini lagi untuk menemui kakakmu.”

“Oh, baiklah. Kau tahu jalan keluar, kan? Hati-hati, ya.”

Junhong melangkah keluar dari kamar Hyoeun. Kemudian ia berjalan menuruni tangga, dan segera keluar dari rumah Hyoeun. Sempat terpikir olehnya, kenapa rumah ini terlihat sangat sepi. Tapi pikiran itu langsung ditepisnya ketika melihat seorang wanita paruh baya di halaman yang menyapanya. Junhong hanya membalas seklias kemudian berjalan keluar.

“Hei,” Seorang anak laki-laki yang sepertinya seumuran dengan Daehyun menyapanya ketika ia baru keluar dari rumah itu. “Temannya Hyoeun, ya?”

Junhong mengangguk.

“Oh, aku kakaknya. Semoga kausenang dengannya.” Anak itu mengacak rambut Junhong sebelum masuk ke rumah Hyoeun.

Junhong hanya memperhatikan langkahnya, kemudian matanya menatap rumah besar Hyoeun. Seorang gadis terlihat tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahnya di balik kaca jendela di sebelah balkon. Junhong tersenyum dan membalas lambaian gadis itu, kemudian ia kembali berjalan menjauhi rumahnya.

Baru beberapa langkah menjauh, Junhong berhenti dengan tiba-tiba karena menyadari sesuatu. Apa ia salah melihat? Atau memang ada dia?

“Junhong!” Suara Daehyun terdengar cukup keras dari arah belakangnya. Junhong langsung menoleh, ia langsung tersentak ketika Daehyun melontarkan sebuah pertanyaan.

“Kau melambai pada siapa?”

Fin.

Note:

Hya… Apa ini?

Tadinya aku mau bikin riddle, tapi bingung sendiri bagian mana yang mau dijadiin riddle. Padahal aku gak bisa bikin genre mystery, karena maksa malah jadi fanfic gaje begini. (Bentar, perasaan Ffku gaje semua deh) #abaikan

Awalnya aku pengen nge-post FF lagi tanggal 15, kira-kira tengah bulan lah. Tapi berhubung seseorang ulang tahun hari ini, jadi aku post hari ini aja. #abaikanlagi

Advertisements

2 thoughts on “[Vignette] Teman Baru”

  1. Kyaaaa aku suka ff misteri… ^_^

    Apa Junong indigo? Ya ampun, aku degdegan bacanya… *yaiyalah kalo engga degdegan berarti kamu mati *abaikan
    Jadi maksudnya gadis itu hyoeun, atau pemilik rumah itu yg dulu? Aku bingung… atau mungkin keluarga hyoeun itu makhluk astral semua? Lah terus Heejung kenapa bisa ama mereka?

    Tapi ff nya bagus, aku aja penasarannya ampe sekarang. Ada alamat gak bisa tidur nih… hha hha

    Good job… ^_^

    Liked by 1 person

    1. Kira-kira Junhong memang begitulah, karena cuma dia yang liat.

      Enggak, kok. Yang hantu itu cuma gadis yang diliat Junhong di jendela, Hyoeun sama keluarganya orang asli. Kan, Hyoeun bilang kalo di depan kamarnya itu gudang, gadis yang diliat Junhong dari luar itu ada di gudang.

      Maaf karena ffnya gak jelas sama sekali. Mungkin ini kedua kalinya aku bikin ff horror, jadi memang masih ngaco. #huuhuu

      Gomawo sudah membaca, ya ^^

      Like

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s