[Drabble] Today

PicsArt_08-03-07.48.15

Ryu97

Bang Yong Guk B.A.P l Han Ri Yeon OC

.

Fluff

.

Ficlet

.

“Yong Guk hanya ingin menghabiskan waktunya berdua bersama Han Ri Yeon.”

.

.

 

 

Oppa, kenapa kita harus meninggalkan Jean sendirian di rumah lagi?” protes Ri Yeon saat mereka berjalan keluar dari apartement. Hari ini, tiba – tiba saja Yong Guk pulang lebih cepat dari biasanya dan mengajak sang isteri keluar  rumah saat anak mereka – Bang Jean – tengah tidur siang.

 

“Jangan bilang jika kau menitipkan anak kita pada Zelo lagi?” selidik Ri Yeon menatap Yong Guk dengan kedua mata menyipit. Pria berkarismatik itu hanya tersenyum tipis membuat Ri Yeon kesal dan mencubit lengannya.

 

“AW~ Han Ri Yeon kenapa kau malah mencubitku?” Yong Guk mengelus – elus lengannya, rasanya seperti di gigit semut rang rang, benar – benar menyakitkan.

 

 

TING

Pintu lift terbuka, Yong Guk menyerahkan masker dan juga topi hitam pada istrinya tapi lagi – lagi Ri Yeon menghentikan langkah kakinya, meminta penjelasan. Untuk apa mereka pergi dari apartemen mereka dan meninggalkan Jean sendirian di rumah? Ada hal pentingkah? Atau Yong Guk ingin mengajaknya makan siang di luar lagi? Lalu kenapa dia tidak pernah mau mengajak Jean? Apa dia malu? Atau dia takut ketahuan oleh fansnya? Ri Yeon tidak mengerti.

 

“Kenapa berhenti? Ayo jalan!” Ri Yeon melipat kedua tangannya, ia menengadah menatap Yong Guk dengan mulut tertutup masker.

 

“Kita mau kemana sih? Kita meninggalkan Jean sendirian di rumah oppa!” Yong Guk memegang kedua bahu istrinya itu dan menatap manik matanya tanpa berkedip. Meyakinkan jika anak mereka akan baik – baik saja.

 

“Aku ingin menghabiskan waktu berdua denganmu sayang, apa itu tidak boleh?”

 

“Boleh saja, tapi kenapa harus pergi keluar? Apa tidak bisa di rumah?”

 

“Aku sudah menitipkan Jean pada Yong Nam hyung dan Ji Hyun, sebentar lagi mereka akan datang. Jadi tenanglah. Kau bilang, kau merindukankukan? Aku juga sangat merindukanmu makanya aku ingin menghabiskan beberapa jam hanya berdua denganmu. Bukan berarti aku tidak sayang pada Jean, hanya saja tidak mungkin membawa putri kita saat cuaca panas seperti ini.” Jelas Yong Guk panjang lebar. Ri Yeon menghela nafasnya, ia menatap keluar, memang benar saat ini matahari bersinar sangat terik, inikan musim panas. Kini tangannya di tarik Yong Guk dan kembali berjalan keluar dari lobi apartemen.

 

Taman kota saat liburan musim panas seperti ini memang selalu ramai, tidak hanya diramaikan oleh sepasang kekasih atau suami istri tapi beberapa anak kecil juga nampak asyik berlari – larian di taman kota yang tertata rapi itu. Jungkat – jungkit yang biasanya kosong kini di isi oleh anak – anak, ayunan dan juga mainan lainnya juga di penuhi anak  – anak, hanya menyisakan kursi panjang yang masih kosong.

Ri Yeon duduk sendirian di kursi panjang itu, ia menunggu Yong Guk yang pergi entah kemana. Tiba – tiba saja pikirannya mulai melayang pada kejadian empat tahun yang lalu, saat ia dan juga Yong Guk bertemu.

Saat Itu, Ri Yeon tengah tersesat di taman kota yang luas ini, dia orang Gwangju dan baru tinggal di kota Seoul sekitar beberapa bulan sebelumnya, dan ini adalah pengalaman pertama kalinya ia masuk ke taman kota yang besarnya seperti taman hiburan. Di saat ia benar – benar kebingungan, seseorang berambut blonde tiba – tiba saja menabraknya dan membuatnya terjatuh. Beberapa orang mulai mengerumuni dirinya dan juga orang berambut blonde itu, awalnya Ri Yeon tidak sadar jika orang yang menabraknya itu seorang idol, sampai ada beberapa orang berpakaian sama mulai menjauhkan Ri Yeon dan juga orang berambut blonde itu beberapa kamera mulai menshoot orang berambut blonde itu yang tengah melakukan syuting Varietyshow untuk grupnya. Ri Yeon sempat membaca nama di jacket yang orang blonde itu pakai,Bang Yong Guk. Beberapa hari berikutnya mereka bertemu lagi di sebuah acara dan dari situlah mereka mulai menjalin hubungan sebagai teman, kekasih dan menjadi sepasang suami – istri.

 

 

“Hoi, jangan melamun siang – siang, nanti kau bisa di rasuki hantu.” Yong Guk menyodorkan ice cream cokelat padanya. Itu adalah ice cream kesukaan mereka semasa pacaran.

 

“Eh, oppa kenapa kau membeli balon sebanyak ini?” tunjuk Ri Yeon ke arah balon berwarna – warni berbentuk kartun larva.

 

“Ini untukku? Aku sudah tidak suka balon oppa.” Yong Guk menyunggingkan senyumnya sambil kembali menjilat ice cream cokelatnya.

 

“Ini untuk Jean, sayang. Lagi pula mana mungkin aku membelikanmu balon larva seperti ini ada – ada saja.” Keduanya terkekeh. Pipi Ri Yeon memerah karena menahan malu.

Ri Yeon menyenderkan kepalanya ke bahu Yong Guk, mencoba mencari posisi yang nyaman untuk menikmati ice creamnya yang mulai mencair.

“Setelah ini kita mau kemana lagi?” Aroma parfum Yong Guk tercium saat wanita itu memeluk pinggang sang suami.

“Kemana ya?” Yong Guk memasukkin corn ice creamnya ke dalam mulut.

“Bagaimana kalau ke atas bukit?” usul Ri Yeon. Bukit yang Ri Yeon maksud adalah bukit kecil yang berada di belakang gedung TS Ent. Yang lama. Semasa pacaran mereka sering berkencan disana. Selain karena tempat itu jarang di kunjungi orang, pemandangan kota Seoul saat malam juga telihat indah jika di lihat di atas bukit itu.

Berbicara tentang bukit itu, tiba – tiba saja percakapan Yong Jae dan Dae Hyun membuat Yong Guk tertawa sendiri.

“Apa Yong Guk hyung tidak takut selalu berkencan di atas bukit? Seperti tidak ada tempat romantic selain itu.”

“Iya benar Dae Hyun. Jangan – jangan orang yang selalu Yong Guk hyung temui itu bukan Ri Yeon noona, tapi sadako, Maenak, Kuntilanak dan penghuni bukit itu yang merubah wujudnya menjadi Ri Yeon noona. Hahahaha.”

Dae Hyun dan Young Jae memang selalu membuat keadaan menjadi lebih hidup apalagi jika Him Chan ikut menimpali keduanya, maka dormpun selalu heboh dengan teriakan, candaan dan tertawaan mereka bertiga.

 

Oppa kau tidak mendengarkanku ya?”

 

“Uh?”

 

“Ayo kita berfoto?”

 

“Sekarang?” Ri Yeon mengangguk, ia mulai menekan icon kamera dan memasang wajah senyum ke arah kamera.

 

“Hei hanya dua foto?” Ri Yeon memasukkan ponselnya ke dalam tas kecil miliknya.

 

“Memangnya mau berapa foto lagi oppa? Dua puluh? Seratus? Wajahku pasti pegal jika difoto sebanyak itu, akukan bukan idol sepertimu jadi dua saja sudah cukup.” Ri Yeon berdiri dari tempat duduknya, ia mengulurkan tangannya mengajak Yong Guk untuk pergi dari tempat itu.

 

“Hei, kau tidak mau melakukan apapun padaku? Maksudku, melakukan hal yang romantic?” Ri Yeon memiringkan kepalanya.

 

“Melakukan hal yang romantic? Melakukan apa?” ia tak mengerti, perkataan Yong Guk benar – benar tidak jelas.

 

“Peluk? Popo?” Kedua pipi Ri Yeon memerah, untung saja ia sudah memakai maskernya lagi. Peluk? Popo? Hei ini tempat umum, Ri Yeon tipikal orang yang pemalu.

“Kita sudah melakukan hal yang lebih dari itu semalam, apa kau masih belum puas oppa?” Yong Guk merangkul pinggang ramping istrinya.

“Oh, aku lupa semalam kau bahkan yang membuka baju dan celanaku.” Ri Yeon mencubit pinggang Yong Guk karena malu. Mereka kini pergi beriringan meninggalkan taman kota, tidak berdua tapi berenam karena Yong Guk membeli empat buah balon berbentuk larva kuning dan merah untuk putri mereka, Bang Jean.

 

 

#fin

Advertisements

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s