Das Geheimnis l Prologue

das-geheimnis

Ryu97

.

Startting Cast :

Zelo B.A.P l Nancy Jewel Mcdonie Doublekick Trainee l Shannon Williams Soloist

.

Other cast :

Go Jun Hoe iKON l Bang Yong Guk B.A.P l Kim Him Chan B.A.P l Jung Dae Hyun B.A.P l

Yoo Young Jae B.A.P l Moon Jong Up B.A.P

.

Genre :

Fantasy, Friendship, Romance, AU.

.

Length :

Chapterd

.

Rating :

T

.

Inspired by :

MV WJSN ( Cosmic Girl ) – Secret

Teaser Pathcode EXO

.

Cover by :

ALKINDI @ Indo Fanfiction Art

.

Recommended Song :

LOVELYZ – Destiny l Oh My Girl – Closer l B.A.P – Blind

.

#Introduction Cast

All cast have to God, family, agency and fans. The plot is mine.

Don’t plagirms and don’t be silent!

Happy Reading~

.

.

Ryu97 © 2016

.

.

                            Rambut klimis itu nampak tersisir rapi, membuat si empunya lebih percaya diri dibandingkan dengan sebelumnya. Pria bertubuh tegap itu berjalan ke balkon istana. Di hadapannya kini terpampang dengan jelas ratusan anak remaja tengah berkumpul di sebuah lapangan. Beberapa diantaranya asyik memainkan bola – bola api kecil yang keluar dari tangan mereka dan sebagiannya lagi nampak terus berusaha untuk memainkan pedang dan juga senjata perang lainnya. Pria itu menghembuskan nafasnya, kedua manik mata orangenya itu nampak fokus memandang calon – calon anggota militer itu tanpa berkedip. Mengawasi setiap pembimbing agar tidak melakukan kesalahan saat memberikan materi.

 

 

Ternyata terus mengawasi anak – anak berlatih di lapangan itu benar – benar membuat kedua kakinya terasa pegal, padahal ia baru saja berdiri tidak lebih dari dua puluh menit. Mungkin ini akibat dari luka di kakinya yang belum sembuh. Pria berwajah kharismatik itu lantas berjalan menghampiri sebuah kursi kayu cokelat di ujung baklon. Ia mendudukkan bokongnya dan menyender lalu kembali menatap anak – anak itu meskipun kini lapangan yang luasnya seluas samudera pasifik itu sedikit tertutup beberapa pohon apel merah, meskipun begitu ia masih bisa melihatnya.

Sejenak, dia menikmati hembusan angin menerpa wajahnya, sampai manik keorangeannya itu mendapati beberapa buah apel yang terus berjatuhan dan melayang di hadapannya. Ia tertegun, ini adalah hal yang aneh. Meskipun Kerajaan Dominix itu tidak terletak di bumi melainkan di planet lain, tapi gravitasinya tetap sama dengan bumi, jika sebuah benda di lemparkan ke atas maka benda itu akan terjatuh ke bawah. Tapi, ada apa dengan beberapa buah apel itu? kenapa terus melayang dan seakan enggan untuk menyentuh tanah, apakah ada seseorang dari Clannya mengendalikan hal itu? Ia tertegun, mencoba mencerna ada apa gerangan apakah ini sebuah pertanada? Atau hanya lelucon konyol yang di lakukan orang jahil di sekitarnya? Belum sempat ia mendapatkan jawabannya, seorang pria dari clan Windgence datang menghampirinya sambil membawa mobil klasik berwarna merah marun, meskipun tampilan luarnya sangat mewah jangan sangka jika suara klakson ini sangat memekakkan telinga, mungkin suaranya lebih mirip dengan suara jeritan burung gagak dibandingkan suara klakson mobil.

“Yong Guk hyung~ apa kau akan terus menatap apel – apel itu sampai apel itu masuk sendiri ke perutmu? Hahahaha.”

Pria berambut klimis itu menoleh tanpa memberikan ekspresi apapun pada teman dari Clan yang berbeda dengannya itu.

“Lawakanku tidak lucu ya? Ah~ sudahlah, kau tahu. dia sudah menunggu kita sekarang! Ayo!” ajaknya lagi, kini ia menggerakan kekuatan anginnya untuk menarik pria bernama Bang Yong Guk itu agar masuk ke dalam mobil melayangnya.

“Bersiaplah! Aku akan mengajakmu pergi ke bumi dengan kecepatan yang lebih cepat dari pada  frekuensi suara.”

“Jangan mulai lagi Young Jae!” pemuda bernama Young Jae itu malah tertawa mengejek dan menginjak pedal gasnya.

 

 

.*.*.

 

 

 

Suara gemercik air memang sangat menenangkan dan mampu membuat siapapun merasa lebih rileks jika mendengarnya apalagi di tambah suasana yang begitu nyaman dan bersih pasti siapapun akan merasa tenang dan perlahan akan tertidur. Tapi lain halnya dengan pria berwajah tampan yang tengah duduk di pinggiran sungai. Ia nampak terlihat sangat berantusias menikmati aliran sungai yang cukup deras itu. Sesekali ia mengayunkan kedua kakinya bergantian dan menimbulkan suara gemercik air yang menggema di sekitarnya.

Pria itu mengerutkan kedua alis matanya, ia menatap aliran sungai yang semakin kecil dan kecil lagi sampai tidak ada setetes airpun yang membasahi kakinya lagi. Sungai itu surut. Tak ada air. Kedua telinganya bergerak – gerak. Pria itu lantas berdiri dan berjalan ke hulu, mencari sumber masalah yang membuat air sungainya mengering. Ternyata sebuah tanda mulai terlihat, tanpa menunggu waktu lebih lama lagi. Pria berwajah tampan itu mengepakkan sayap putihnya dan melayang pergi meninggalkan tempat itu.

 

 

 

.*.*.

 

 

 

Hari sudah larut malam. Beberapa orang nampak mulai menutup kedai mereka. Seorang gadis nampak berjalan terburu sambil memegangi tasnya. Ia terlihat gelisah dan terus saja melihat ke arah belakang, seakan – akan ia tengah di kejar sesuatu. Suara langkah kaki mulai bersautan di tengah gelapnya gang perumahan tua. Gadis itu semakin tak tenang, degup jantungnya terus berpacu, keringat dingin mulai membasahi anak rambutnya dan nafasnya memburu.

“Mau kemana huh?”

Gadis berambut pirang itu tersentak. Kedua manik matanya melebar untuk beberapa saat menatap pria bertaring yang sudah siap menghisap darahnya sampai habis malam ini.

Please! Don’t! “ gadis itu berteriak memohon pada sang pria bertaring agar ia tidak menggigitnya tapi nampaknya ia tidak tergugah untuk menuruti perkataan sang gadis. Pria bertaring itu malah bersiap untuk menerkam mangsanya yang sudah tidak berdaya namun sialnya entah apa yang terjadi. Tiba – tiba saja bumi bergetar dengan sangat dahsyat membuatnya terjatuh dan terguling beberapa kali. Sang gadis yang merasa bebas langsung lari terbirit dengan langkah yang sempoyongan karena terjadi gempa.

“Ck! Ada apa lagi ini? Kenapa dia harus memberikan kode seperti ini? Apa tidak ada cara lain? Dasar bodoh!” umpatnya kesal karena buruannya kabur. Setelah gempa itu berhenti pemuda bertaring itu mulai berdiri dan pergi ke tempat yang telah di isyaratkan oleh seseorang.

 

 

.*.*.

 

 

 

 

Halaman demi halaman buku tua itu sudah ia baca ratusan kali, tapi ia masih belum puas juga karena beberapa kata yang belum ia bisa terjemahkan dengan baik. Buku bersampul cokelat dengan kertas kusam kekuningan itu memang buku tua, tulisannya menggunakan huruf Nix yang sudah tidak digunakan lagi sekarang oleh penduduk kerajaan Dominix kecuali oleh beberapa Clan Healer, itupun tidak semuanya karena huruf Nix memang sangat sulit untuk di pelajari.

 

 

 

Orang berjubah itu menutup buku tua yang tengah ia baca. Ia menatap ke sekelilingnya, angin besar berhembus menerbangkan beberapa dedaunan kering pohon EK di samping rumahnya. Ia mengalihkan kedua manik matanya menatap awan kelabu yang mulai berkumpul di sekitarnya. Kilat mulai menyambar – nyambar, suara gemuruh di langit terdengar sangat menakutkan. Pria  bermata sipit itu berdiri menaruh bukunya dan beranjak meninggalkan balkon rumahnya untuk menemui seseorang.

 

 

 

 

.*.*.

 

 

 

 

Seorang pemuda terlihat tengah duduk di atas kap mobil. Kedua tangannya tak mau diam, terus bergerak memutar – mutar dua buah bola Kristal kecil yang berwarna biru laut. Ia terlihat gelisah menunggu seseorang.

Langit cerah itu tiba – tiba saja menjadi sedikit gelap, ada warna keorangean yang mewarnai awan putih di langit, tak lama terlihat sebuah mobil merah marun keluar dari sela – selanya diikuti oleh hembusan angin yang menyejukkan. Mobil mewah itu berhenti tepat di depan pemuda berambut keabuan itu.

“Maaf lama menunggu Zelo!” ujar pria di dalam mobil, mereka keluar dan menghampiri pemuda yang di panggil Zelo itu.

“Kemana yang lain?” Pria tampan bersayap yang baru datang itu mengepakkan sayapnya yang mengeluarkan serbuk bening. Ia melayang mendekati ketiga temannya yang sudah datang lebih dulu.

“Zelo! Apa kau tidak bisa mengirimkan isyarat padaku tanpa guncangan di tanah? Aku baru saja akan berpesta minum lalu tiba – tiba terjadi gempa. Ah menyebalkan sekali.” dengus pria berwajah pucat itu menyenderkan punggungnya di mobil.

“Maaf hyung~”

“Bilang saja, kau ingin mengingatkannya untuk tidak memangsa manusia lagi!” timpal Young Jae, Zelo hanya tersenyum menanggapinya.

“Kau telah berjanji untuk tidak meminum darah manusiakan Dae Hyun?” pria bernama Dae Hyun itu memalingkan wajahnya saat Yong Guk menatapnya dengan manik mata yang berkilat dan juga tato phoenix yang berkilau.

“Semuanya sudah berkumpul?”

“Belum. Si penyihir bantet itu belum datang.” Jawab Dae Hyun sambil menatap keempat temannya bergantian.

“Uuhh~ lihat dia sudah datang! Cha! Jadi ada apa kau menyuruh kami untuk berkumpul huh?” Young Jae menggerakkan jarinya mengendalikan angin. Udara di bumi saat ini ternyata sangat panas. Tentu saja, mereka berkumpul di padang pasir, bagaimana ia tidak merasa kepanasan.

“Aku baru saja merasakan keberadaan putri Dominix.” Ujar Zelo hati – hati. Kelima temannya nampak terkejut. Bagaimana bisa Zelo merasakannya? Bukankah putri itu menghilang sekitar hampir lima ratus tahun yang lalu.

“Kau yakin?” Tanya Yong Guk ragu. Zelo hanya mengangguk. Yeah, Zelo sudah memperkiraan jika teman – temannya itu tidak akan mempercayai feeling yang ia rasakan tapi feeling itu sangat kuat sampai Zelo benar – benar tidak bisa menutup kedua matanya dan terus memikirkan feeling yang ia rasakan tentang keberadaan putri Dominix.

“Lalu dimana kau merasakannya? Keberadaannya dimana? Apakah di dunia peri? Bumi? Atau dimana?” cerocos Him Chan. Peri tampan rupawan itu memang cerewet seperti Young Jae dan juga Dae Hyun. Jadi jangan heran jika mendengar dia mengucapkan beberapa pertanyaan secara langsung dengan fasih dan lancar.

“Aku selalu merasakannya saat tengah malam. Saat aku pulang ke middle-earth dan juga saat tinggal di dunia manusia.”

“Apa ini ada hubungannya dengan gadis itu?” selidik Jong Up.

“Tidak. Meskipun dia termasuk keluarga kerajaan tapi aku tidak pernah merasakan feeling sekuat ini jika berada di dekatnya.”

“Dia bukan hanya keluarga kerajaan Zelo! Tapi dia juga putri kerajaan.” Sanggah Young Jae.

“Aku tahu Young Jae hyung tapi ia bukan calon pemimpin di kerajaan Dominix nantinya.”

“Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya Yong Guk tidak mau lama – lama membuang waktu.

“Kita akan mencarinya!”

“Mencarinya? Nama dan rupanya saja aku tidak tahu!” keluh Dae Hyun.

“Insting yang bekerja hyung!”

 

 

 

 

 

#ToBeContinue

Advertisements

5 thoughts on “Das Geheimnis l Prologue”

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s