Das Geheimnes l Chapter 1

das-geheimnes

Ryu97

.

Startting Cast :

Zelo B.A.P l Nancy Jewel Mcdonie Doublekick Trainee l Shannon Williams Soloist

.

Other cast :

Go Jun Hoe iKON l Bang Yong Guk B.A.P l Kim Him Chan B.A.P l Jung Dae Hyun B.A.P l

Yoo Young Jae B.A.P l Moon Jong Up B.A.P

.

Genre :

Fantasy, Friendship, Romance, AU.

.

Length :

Chapterd

.

Rating :

T

.

Inspired by :

MV WJSN ( Cosmic Girl ) – Secret

Teaser Pathcode EXO

.

Beautiful poster by :

ALKINDI @ Indonesia Fanfiction Art

.

Recommended Song :

LOVELYZ – Destiny l Oh My Girl – Closer l B.A.P – Blind

.

All cast have to God, family, agency and fans. The plot is mine.

Don’t plagirms and don’t be silent!

Happy Reading~

.

.

Ryu97 © 2016

.

.

Introduction Cast l Prologue

“Ketentuan orbit tidak bisa di ubah, Matahari tidak akan mendapatkan Bumi, begitu juga Bulan yang tidak akan mendapatkan Bumi.”

 

Munchen, German.

 

Gadis itu tersenyum memandang pantulan wajahnya di cermin. Ia sangat cantik mengenakan gaun merah marun dan membiarkan rambutnya terurai begitu saja. Bibirnya berwarna merah Cherry, kulitnya putih bersih dan jangan lupakan senyuman manis yang terus terpampang di wajahnya. Setelah melihat semuanya rapi, ia mengambil sebuah botol kaca dan menyemprotkannya ke beberapa bagian tubuhnya. Kini, ruangan kamar yang di dominasi warna kecokelatan itu menjadi harum, seharum bunga Wisteria  yang banyak ditanam di taman kota dan akan bermekaran saat musim semi datang.

“Nancy are you ready? C’mon, we must go now!” Teriak seorang pria di luar pintu. Gadis bergaun merah marun bernama Nancy itu menoleh, ia ternyata sudah ditunggu. Dengan sedikit terburu – buru ia mengambil tas pestanya dan mengambil topeng berwarna putih tulang lalu berjalan ke depan pintu.

“Maaf oppa membuatmu lama menunggu.” Ujarnya tak enak.

Nope. Kau terlihat sangat cantik malam ini.” Puji pria beralis tebal yang berteriak tadi. Ia juga sangat tampan dengan balutan tuxedo hitam dan rambutnya yang di angkat ke atas.

“Aku sudah mendengar kata itu ratusan kali. Tapi aku juga harus mengatakan hal yang sama dan sudah ku ucapkan ratusan kali padamu. Malam ini kau terlihat sangat tampan dan …. Gagah.” Nancy tertawa, kedua matanya menyipit. Ia sedikit kurang setuju dengan satu kata terakhir, terlalu berlebihan sepertinya.

“Ouch, kau terlalu banyak memujiku Nancy. Okay, kita berangkat sekarang! Pakailah topengmu sekarang juga!” titah pria itu.

 

 

 

 

***

 

 

 

Suara gelas yang di ketuk sendok terdengar menggema di sebuah kamar kecil bergaya eropa klasik. Seorang laki – laki bertubuh pendek dan berjubah hitam tengah mengaduk cairan berwarna hijau tua di dalam gelas. Setelah mengaduk cukup lama, ia lalu menyerahkan gelas itu pada seorang gadis bergaun putih yang tengah berbaring. Wajahnya terlihat pucat dan rambut yang di biarkan  begitu saja membuatnya terlihat menyeramkan dan lebih mirip dengan hantu – hantu di film horror.

“Apa kau sudah merasa baikkan?” Zelo menyodorkan gelas berisi air putih dan menaruh gelas kosong yang tengah di pegang gadis itu ke atas nakas kecil samping tempat tidur.

“Ku rasa begitu.” Jawabnya dengan suara serak dan pelan.

“Kurasa begitu. Kau selalu mengatakan itu setelah meminum ramuan dari Jong Up apa kau sama sekali belum mengingat siapa dirimu hah?” Dae Hyun masuk ke dalam kamar, di tangan kirinya terdapat segelas penuh cairan berwarna merah dan baunya sangat tidak enak. Mungkin baunya seperti bau darah busuk atau semacamnya.

Gadis itu menoleh ke arah Jong Up. Keduanya saling bertukar pandang untuk beberapa saat. Kilatan hijau terlihat di kedua mata sipit Jong Up.

“Belum … “

“Belum? Mau sampai kapan kau terus lupa ingatan? Mau sam – “

Hyung, sudahlah! Kalau dia tidak ingat mau bagaimana lagi? Biarkan saja, nanti juga dia akan ingat sendiri. Bantu saja dia agar cepat sembuh dan kita bisa mengembalikannya pada keluarganya.” Potong Zelo.

“Aku sama sekali tidak mengerti jalan pikiranmu Zelo. Kau mau menampung gadis tidak jelas asal usulnya seperti ini? Kalau dia teroris bagaimana?”

“Teroris? Jangan bercanda Dae Hyun. Gadis berwajah seperti dia teroris? Dia terlihat seperti orang gila dibanding teroris.” Dae Hyun dan Young Jae berhigh five ria sambil tertawa. Yong Guk dan Him Chan yang baru masuk ke kamar hanya menggelengkan kepalanya tanpa mau ikut campur walau Yong Guk sangat ingin sekali menyumpal mulut Dae Hyun dan Young Jae dengan batu karang di lautan sana.

 

 

Jam tua di ruangan tengah bebunyi sangat kencang, menunjukkan jika saat ini sudah pukul tujuh malam dan itu mengingatkan Him Chan untuk mengambil topeng masquered party yang ia beli tadi dan dibagikan kepada kelima temannya.

“Malam ini, kita akan pergi ke party itu kan? Bergegaslah, sepertinya pesta akan segera dimulai.” Him Chan membagikan satu persatu topeng Masquered pada teman – temannya.

“Huaa~ lihat! Aku seperti pangeran di gedung theater.” Seru Young Jae sambil menunjukkan wajahnya yang tertutup topeng Masquered berwarna hitam.

“Kau terlihat seperti Zoro, hyung.” Kekeh Zelo.

“Sudah jangan bercanda! Ayo cepat kita pergi!” ajak Yong Guk memberi intruksi agar kelima temannya mengikutinya keluar kamar dan segera pergi ke sebuah party yang diadakan sebuah sekolah menengah atas.

“Tidak usah terburu – buru, akukan bisa membawa kalian berteleportasi. Hanya dengan sekejap mata kita sudah sampai disana.” Kata Dae Hyun menenangkan, ia nampak terus tersenyum memandang pantulan wajahnya di cermin. Jika di lihat – lihat, nampaknya vampire bernama Jung Dae Hyun ini memang tak kalah tampan dengan actor kawakan Jhonny Deep dan juga Robert Patinsson. Ia vampire tampan itu sudah beberapa tahun terakhir mencoba untuk menguasai kekuatan teleportasi, ia belajar sangat keras untuk itu walau hasilnya memang belum memuaskan.

“Berteleportasi denganmu? Tidak! Tidak!” tolak Him Chan, peri tampan itu menggelengkan kepalanya menolak perkataan Dae Hyun dengan tegas. Tentu saja ia menolak, terakhir kali ia berteleportasi dengan Dae Hyun, dia dan juga Dae Hyun selalu tersesat, dan ujung – ujungnya mereka tidak jadi pergi dan kembali pulang ke rumah.

“Aku tidak akan membawamu berputar – putar lagi hyung, tenanglah! Kali ini kekuatanku tidak akan menyesatkanku.” Dae Hyun membalikkan badannya menatap Him Chan yang tengah mendecih mendengar perkataannya. Peri bernama Kim Him Chan itu terkadang memang menyebalkan, mungkin ia belum merasakan rasanya di lempari tulang babi oleh Dae Hyun.

“Tapi hyung, sebaiknya kita pergi ke party itu menggunakan mobil. Itu terlihat sangat manusiawi.” Zelo ikut memberikan saran.

“Itu benar, jadi ayo kita pergi sekarang! Young Jae, panggil mobilmu.”

“Eh? Mobilku?”

“Iya, mobil awan kinkonmu itu.” Him Chan merangkul Young Jae dan mengajak pemuda berwajah imut itu keluar dari kamar diikuti Dae Hyun dan Yong Guk. Sementara Zelo dan Jong Up masih berada di dalam kamar tengah merias topeng Masquerednya.

“Ayo Jong Up hyung!”

“Kau duluan saja Zelo, aku harus membereskan ramuanku. Tunggu saja aku di mobil!” ujar Jong Up. Kedua tangannya nampak sibuk memindahkan cup cup kecil berisi serbuk hitam dan juga dedaunan kering. Zelo mengangguk lalu berjalan pergi menyusul keempat sahabatnya.

 

 

 

Suasana kembali menjadi hening. Hanya terdengar suara cicitan burung gagak yang terdengar menyeramkan di malam hari.

“Mau sampai kapan kau seperti ini? Sebentar lagi dia akan datang. Apa kau ingin dia memilikinya?” perkataan itu terdengar sangat pelan seperti angin, namun gadis bergaun putih itu bisa mendengarnya dengan jelas. Ia menoleh ke arah Jong Up, kedua mata laki – laki itu berkilat hijau.

“Aku butuh waktu dan aku tak akan pernah membiarkan itu terjadi. Bagaimanapun, keadaan seperti ini akan berlangsung cukup lama sampai dia benar – benar menjadi milikku seutuhnya.”

“Ku harap pikiranmu segera sembuh Tuan putri.” Gadis itu hanya menyunggingkan senyum tipisnya dan menatap kepergian Jong Up dengan helaan nafas berat. Ia tahu jika ini akan terjadi, tapi bagaimanapun itu Ia tidak akan pernah membiarkan jika orang itu kembali mememilikinya.

 

 

 

 

 

***

 

 

 

Mobil berwarna hitam mengkilat itu berhenti tepat di depan sebuah gedung bergaya Eropa klasik. Suara dentuman music terdengar saat mobil itu berhenti. Sangat kencang bahkan membuat Jung Dae Hyun dan Kim Him Chan menari-nari tidak jelas di dalam mobil dan memkasa Yong Guk untuk mengancam mereka dengan kekuatan apinya.

“Ayo cepat turun! Apa perlu ku bakar juga mobil ini?” bentak Yong Guk saat teman-temannya malah terdiam di tempat duduk masing – masing.

Young Jae mendecak, ia membuka pintu mobil diikuti Jong Up, Zelo dan yang lainnya. Keenamnya berdiri memandang gedung megah yang terlihat dijaga ketat oleh beberapa orang berseragam hitam.

“Aku tak yakin bisa masuk.” Gumam Jong Up seraya menatap beberapa orang berbadan tegap itu. ia lupa jika salah satu temannya itu berklan Windgence, salah satu keahlian mereka adalah mengendalikan pikiran.

“Ini tugasku.” Young Jae berjalan menghampiri mereka sambil menyunggingkan senyum. Yeah, semua klan juga tahu jika klan Windgance paling mahir mengendalikan pikiran orang lain. Yong Guk berjalan di belakang Young Jae. Sementara yang lainnya masih berdiri di depan mobil dan menerka-nerka akankah Young Jae kali ini berhasil? Bahkan Him Chan dan Dae Hyun sudah bertaruh tentang hal itu.

“Suratnya tuan!” pinta salah satu pria berpakaian serba hitam itu. Young Jae hanya menyunggingkan senyum dan menepis tangan pria yang menghalanginya.

“Anda tidak bisa masuk, jika tidak memilki surat!”

“Memangnya kalau tidak punya kau mau apa?” tantang Young Jae, jelas saja itu membuat orang-orang berpakaian hitam yang tengah berjaga disekitar mulai bersiaga takut-takut ada keributan. Young Jae berjalan mendekati salah satu pria berpakaian hitam itu. kedua matanya berkilat kuning, dengan menyunggingkan senyuman mematikkannya ia mulai berbicara sekali lagi.

“Aku dan teman – temanku bisa masuk tanpa menyerahkan surat undangankan?” pintu masuk yang dijaga ketat itu kini mulai terbuka. Dae Hyun tertawa kegirangan karena menang taruhan ia berjalan dengan gembira mengikuti Young Jae dan Yong Guk sementara Him Chan dia nampak menekuk wajahnya dan melangkahkan kakinya dengan tak bersemangat.

 

 

Alunan music klasik yang pertama kali terdengar saat mereka menginjakkan kakinya di atas lantai marmer putih gading. Hilir mudik orang-orang berpakaian khas bangsawan Eropa nampak menambah sesaknya gedung yang mereka injak saat ini. Dae Hyun dan Young Jae berjalan ke arah meja dan mengambil segelas minuman berwarna. Mereka duduk sambil mengangkat kakinya dan menatap beberapa orang bertopeng yang nampak bercanda menghabiskan waktu mereka sebelum acara utama dimulai.

“Bagaimana, apa kau sudah merasakannya?” Bang Yong Guk berbisik seraya memainkan ponsel miliknya. Zelo menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. Saat ini, ia benar-benar tidak merasakan apapun. Apa mungkin feeling yang waktu itu ia rasakan salah?

“Aku bosan, aku cari hiburan dulu ya!” pamit Him Chan tanpa menghiraukan jawaban teman – temannya. Peri tampan itu mendesak masuk diantara ratusan orang yang memadati gedung. Yong Guk juga kini melangkahkan kakinya dan ikut duduk bersama Dae Hyun dan Young Jae menikmati alunan music klasik yang membuatnya teringat akan kerajaan Dominix yang ia tinggalkan. Sementara Zelo, ia masih tetap berdiri di samping pintu masuk. Dahinya berkerut, kedua matanya mengkilat biru beberapa kali. Otak dan perasaanya kini tengah ia pertajam untuk mendapatkan feeling kuat yang pernah ia rasakan kemarin saat ia menginjakkan kakinya di kota Munchen, German.

 

Moon Jong Up, satu-satunya orang yang mengenakan jubah hitam dan topeng Masquered berbulu burung gagak. Terlihat menyeramkan memang apalagi jika langsung melihat kedua matanya yang sipit dan sorot matanya yang tajam dan terkadang berkilat hijau. Bosan, ia benar-benar bosan hanya berdiri di samping Zelo yang tengah berfikir, tak sengaja sengaja ia melihat Dae Hyun yang tengah menggoda salah seorang gadis. Jika dilihat dari gelagatnya Jong Up bisa pastikan jika vampire bernama Jung Dae Hyun itu tengah mengincar darah gadis bergaun cokelat yang tengah digodanya itu. Dan ia tidak akan membiarkan itu terjadi. Percumakan dia setiap hari memberikan ramuan untuk Dae Hyun jika ia masih tidak bisa mengontrol nafsunya untuk meminum darah manusia.

 

BYURRR!
“Oh maaf, tadi ada cicak menempel didahimu. Jadi aku tak sengaja menyiram wajahmu.” Ucap Jong Up lengkap dengan nada datar tanpa dosa. Dae Hyun mendecih, gadis yang mengobrol dengannya pergi begitu saja dan meninggalkan Dae Hyun dan Jong Up yang tengah saling bertatapan murka. Mungkin sebentar lagi gedung itu akan berisik dengan suara omelan Dae Hyun pada Jong Up dan penyihir bermata sipit itu sudah siap untuk menutup kedua telinganya dengan kapas atau dedaunan basah.

“KAU! DASAR PENYIHIR BAN – “

Hyung, bisakah kau hentikan waktunya sekarang juga!” pinta Zelo tiba-tiba membuat Dae Hyun menghela nafas kesal karena tidak jadi meluapkan amarahnya pada Moon Jong Up.

“Kalau saja anak ini tidak meminta bantuanku sekarang, kau pasti akan – “

Hyung cepatlah!” potong Zelo. Jong Up tertawa meledek sambil menghindari Dae Hyun dan berlindung di balik tubuh Bang Yong Guk.

Dae Hyun menggerakkan telunjukknya dan waktupun terhenti. Semua kegiatan yang tadinya tengah dilakukan oleh orang-orang diruangan itu benar-benar berhenti. Young Jae menyentuh sebuah cairan yang nampak menggantung seperti kristal berwarna merah. Cairan itu berasal dari tumpahan minuman yang tengah di pegang oleh pria bertuxedo abu-abu.

“Kau sudah merasakannya?”

“Kita harus mencarinya sekarang hyung!” ujar Zelo mengajak keempat temannya itu untuk mencari orang yang mereka maksud.

“Bagaimana caranya kita mengetahui jika orang itu adalah orang yang kita cari?”

“Hanya penduduk kerajaan Dominix asli yang tidak mempan dengan kekuatanku ini. Jadi ku rasa. Dia tidak akan terkena efek penghentian waktu. Kau cari saja orang yang masih bergerak dengan leluasa.” Jelas Dae Hyun panjang lebar.

“Him Chan hyung, kemana dia?” Zelo menatap kesekelilingnya, mencari sesosok peri tampan super cerewet itu, tapi nampaknya peri itu memang tidak ada disekitarnya.

 

 

 

Suara langkah kaki bersautan menggema di koridor gedung. mereka nampak terburu-buru. Deru nafas mereka tak karuan, keringat mulai keluar dari pori-pori mereka bahkan tampilan mereka nampak berantakan saat ini.

Oppa, kenapa kita harus berlari? Bukankah kita akan pergi ke pesta perpisahan sekolah? Kenapa malah berbelok ke taman labirin ini?” protes gadis bergaun merah marun itu. Ia berbicara dengan nafas yang terengah-engah. Entah apa yang oppanya itu pikirkan, semenjak mereka tiba di depan gedung dan bersiap masuk ke dalam lobi utama tiba-tiba saja alunan music terhenti, awalnya gadis itu tidak terlalu memperdulikannya, ia hanya mengira jika acara utamanya akan segera dimulai tapi nampaknya perkiraannya salah, saat ia melihat orang-orang disekelilingnya yang terlihat seperti patung. Tidak bergerak dan juga tidak bernafas. Ia sadar jika ada kejadian ganjil saat ini.

“Mereka datang Nancy, kita harus pergi!” ujar pria itu kembali menarik pergelangan tangan Nancy dan berlari sejauh mungkin dari gedung teater. Raut wajahnya terlihat sangat cemas, ia memang khawatir. Benar-benar khawatir jika apa yang ia takutkan terjadi.

“Hei! Mereka bisa berlari! Apa mereka orangnya?” seru seseorang di ujung koridor. Go Jun Hoe, pria itu nampak menghentikan kakinya beberapa saat sebelum akhirnya ia membalikkan badannya untuk berlari menjauhi orang-orang yang semakin cepat medekati mereka.

Oppa …. Aku lelah.”

No Nancy! Bukan sekarang waktunya.” Jun Hoe mengeratkan jemarinya pada lengan Nancy, ia tidak akan membiarkan Nancy kelelahan dan tertinggal di gedung ini.

“Berhenti!” Teriak Yong Guk, suara beratnya itu kini menggema di koridor. Api tiba-tiba saja keluar dari tangannya dan mulai menyambar lantai marmer yang tengah mereka injak. Jun Hoe mengumpat karena tidak tahu jalan keluar dan terjebak diantara api yang menyala di sekelilingnya. Ia menarik tubuh Nancy agar berdiri di belakang tubuhnya.

 

 

Zelo, Jong Up, Yong Guk, Young Jae dan Dae Hyun berdiri di hadapan Jun Hoe, Kelimanya kini tidak mengenakan topeng, symbol klan yang mereka miliki mulai muncul dan membuat mereka terlihat benar-benar seperti kebanyakan warga kerajaan Dominix.

“Aku tahu, kau bukan manusia biasa. Bisa kau sebutkan apa klanmu? Dan apa yang kau lakukan disini?” tanya Zelo, ia berjalan mendekati keduanya. Menatap manik Jun Hoe yang berkilat merah.

“Apa untungnya untukku jika ku beritahu kalian tentang asal usul kami?”

“Whoa … orang ini mencari masalah ruapanya!” kesal Dae Hyun yang mulai terpancing emosi.

“Aku tahu kau adalah penduduk kerajaan Dominix kan?” tebak Yong Guk.

“Kalau kalian tahu, untuk apa bertanya? Dasar bodoh!” bentak Jun Hoe, ia menggenggam erat tangan Nancy lebih kuat. Gadis itu sedikit meringis dan tak berani mengangkat kepalanya. Ia hanya bisa menatap sepatu kelima pria asing yang tengah berdiri di hadapannya dan juga Jun Hoe.

ZZRRRRZZ!

Petir tiba – tiba terdengar di langit kota Munchen, semuanya nampak terkejut dan langsung menoleh ke arah Moon Jong Up yang kini tengah tersenyum, entah apa yang ia pikirkan. Memakai kekuataannya disaat serius seperti ini? Tidak lucu sama sekali. Penyihir aneh.

 

 

 

Zelo memiringkan kepalanya mencoba melihat wajah gadis yang tengah menekuk wajahnya yang tertutupi topeng dan juga rambutnya yang terurai. Jantungnya kembali bergetar saat manik yang ia tatap itu berkilat putih. Dan saat itu juga Dae Hyun melepas paksa topeng yang di kenakan oleh Jun Hoe.

“Ya! Go Jun Hoe!”

Godamit!” umpat Jun Hoe, ia mengeluarkan sayap kemerahannya dan langsung terbang membawa serta Nancy ke langit untuk melarikan diri dari kepungan orang-orang yang menurutnya sangat menyebalkan.

“Ayo kejar mereka!” teriak Dae Hyun geram.

“Tidak! Biar aku saja yang mengejarnya! Kalian pulang lah!” teriak Him Chan yang entah sejak kapan sudah melayang di atas langit menyusul Jun Hoe dan juga Nancy.

 

Zelo tertegun. Manik mata berkilat putih itu hanya dimiliki oleh keluarga kerajaan. Apakah gadis itu anak raja mereka yang hilang?

“Dia … Shannon atau Nancy?” gumam Zelo sambil mencoba membuka memorinya untuk mengingat bentuk mata gadis tadi yang ia rasa tidak asing.

 

 

#ToBeContinue

 

Ehay …

Ini susah bat ya bikin FF fantasy haha bener – bener meras otak banget ya, semoga aja gak mengecewakan ini chapter pertamanya :v

Kritik dan sarannya readers-nim J

 

Advertisements

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s