[Zelo’s Birthday] Different Snow – Ficlet

54u89535w5e

Different Snow

.

a ficlet by JungNYAN

.

starring Zelo, Daehyun and Hyerim (OC)

Romance | General

Plot are mine!

.

.

“Ada yang tertinggal bersama guguran salju selepas rembulan terakhir kembali ke peraduan”

.

.

.

Zelo memijakkan kakinya di atas salju yang menutupi seluruh bahu jalan. Entah apa yang terjadi, tampaknya udara dingin di hari libur ini membuat tetangga-tetangganya malas keluar dari tempat berlindung mereka. Semuanya tampak tenang-tenang saja, hingga Daehyun –sunbae sekaligus temannya- menarik lengannya dari belakang secara tiba-tiba. Zelo hampir saja terjatuh jika Daehyun tidak cepat-cepat menahan tubuhnya.

Hyung membuatku kaget. Ada apa?”

Daehyun hanya menyunggingkan senyuman misterius. “Ada yang tertinggal bersama guguran salju selepas rembulan terakhir kembali ke peraduan.”

Zelo memiringkan kepalanya. “Maksud hyung?”

Tanpa mengubah ekspresinya, Daehyun lantas mengamit lengan Zelo dan memaksanya untuk mengikutinya. Daehyun menariknya hingga mereka sampai di tikungan. Daehyun melepaskan genggamannya lalu mengintip ke arah kanan, seakan dia tengah menguntit seseorang. Karena rasa penasarannya yang tinggi, Zelo ikut melihat ke arah kanan. Tampak sesosok gadis berdiri di sebelah sebuah mobil truk sambil memperhatikan orang-orang yang memasukkan barang-barang dari dalam truk ke rumah di belakangnya.

“Lihat gadis itu. Dia sangat cantik. Di baru saja datang semalam saat turun salju.” ujar Daehyun tanpa melepaskan pandangannya dari gadis itu. “Kecantikannya tidak kalah dengan salju-salju yang turun semalam, apa dia berasal dari salah satu butiran salju?

Berbeda dengan Daehyun yang tampak terpesona dengan gadis itu, Zelo memicingkan matanya, merasa tidak asing dengan sang gadis. “Itu… bukannya itu Hyerim?”

Daehyun lantas tersenyum. “Benar, kan? Aish, si Youngjae itu, dia tidak percaya jika Hyerim benar-benar pindah kesini.”

Sekedar informasi, Hyerim adalah teman sekelas Zelo. Tidak bisa dibilang teman juga, sebenarnya. Zelo hampir tidak pernah berbicara dengannya. Bukan karena membencinya atau tidak menyukainya, Zelo tidak berani berbicara dengannya karena ia menyukainya. Setiap mendekatinya, jantungnya berdegup kencang dan itu membuat rahangnya kaku.

“Kenapa kaudiam saja? Cepat sapa dia. Dia menjadi tetanggamu, sekarang.” Daehyun mendorong Zelo dari belakang.

“T-tapi, hyung….

“Kaumalu?” terka Daehyun. “Yak, kau harus mengalahkan rasa malumu itu. Kalau kau selalu seperti itu, kapan kaubisa mendapatkannya?”

Zelo masih ragu untuk mendekati Hyerim. Ia masih terdiam di tempat sambil menatap Hyerim yang tidak menyadari keberadaanya.

“Cepatlah.” Daehyun mendorong Zelo lebih jauh lagi, kemudian ia kembali bersembunyi setelah memberi semangat kepada Zelo.

Zelo merasa tubuhnya mulai membeku, tapi ini kesempatannya untuk menyatakan perasaannya. Perlahan Zelo menyeret kedua kakinya untuk mendekati Hyerim. Gadis itu awalnya tidak sadar Zelo mendekatinya, hingga jarah mereka hanya terpaut beberapa langkah lagi, Hyerim mengalihkan atensinya.

“Ha-halo.” Zelo mengumpulkan seluruh kebeaniannya yang tersisa untuk mengucapkan empat huruf itu.

Hyerim tersenyum. Rasanya tubuh Zelo membeku seketika, baru kali ini Hyerim tersenyum ke arahnya. “Halo. Kau Zelo, kan?”

Zelo mengangguk kaku. Gadis itu masih tersenyum, tampaknya ia menunggu Zelo mengucapkan sesuatu. Zelo akhirnya memberanikan diri untuk berbicara. “K-kau… em, kapan kaupindah?”

“Tadi malam. Oh, apa lingkungan di sini nyaman?”

Dan ini pertama kalinya Hyerim menanyakan sesuatunya. “N-nyaman. D-disini nyaman.”

“Oh,” Hyerim memutar tubuhnya, memandangi jalanan yang tertuturp salju. “Aku menyukai salju.”

Bisakah Zelo menunjukkan perasaannya sekarang? “Ah, k-kau juga… kau juga tidak kalah cantik dengan salju.”

Hyerim lantas berbalik, tampak terkejut dengan perkataan Zelo barusan. Tapi ia langsung menyunggingkan senyuman manisnya setelah itu. “Aku tahu. Aku tahu kaumenyukaiku.”

Mendadak Zelo terdiam. Tubuhnya benar-benar membeku sekarang, matanya bahkan tidak berkedip ketika Hyerim menatapnya lekat-lekat.

“Tapi….” Hyerim melangkah lebih mendekat ke arah Zelo. “Sebagai tetangga yang baik, bukankah sebaiknya kaumenemaniku jalan-jalan?”

Zelo mengerjapkan matanya, tapi mulutnya masih terkatup rapat.

Hyerim menggembungkan pipinya bersamaan dengan helaan napas panjang, “Kau tidak mau, ya.”

“Ah, tidak.” Zelo berbicara tiba-tiba, ia tidak ingin mengecewakan gadis yang disukainya itu. Tapi ketika ia ingin mengiyakan ajakannya, mulutkan kembali terkatup.

Hyerim terkekeh pelan. “Aku mengerti. Temani aku jalan-jalan, ya?” Hyerim menarik lengan Zelo lalu menariknya pelan agar ikut berjalan dengannya.

Zelo benar-benar terkejut ketika Hyerim menggandeng tangannya. Jantungnya seakan mau meledak, sekarang. Wajahnya berubah menjadi merah seperti tomat, dan itu membuatnya memaki dirinya sendiri. Bukankah seharusnya gadis yang bersikap seperti itu?

.

fin.

.

.

.

Seriusan, aku bingung dapet prompt begini mau dijadiin apa.

Dan ini FF romance pertamaku. Haha… jadi maaf kalo kalian gak ngeh, ya. ^^

Terakhir, hbd buat si maknae raksasa-nya b.a.p! #-_-

Dan aku yakin Zelo udah besar sekarang (eh?), gak kayak yang foto yang aku sertakan. (males ngubek gugel buat nyari foto soalnya. ^^)

 

Advertisements

2 thoughts on “[Zelo’s Birthday] Different Snow – Ficlet”

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s