[Let’s Create Our Kingdom] Destroyer of Darknessia – One Shot

photogrid_1483093539815

Destroyer of DARKNESSIA

A stories by Kim Yun Ah

Lets build our real Kingdom

Author: Kim Yun Ah || Genre: Action, Dark Fantasy, Slice of Life, Kingdom || Cast: Choi Junhong, Yoo Youngjae, Jung Daehyun || Support Cast: Lee Hongbin (Vixx) || Rating: PG-17 || Lenght: One Shot

Based from ZERO LIFE fanfiction was inspired from popular anime/manga AKAME ga KILL (c) Takahiro @2014

DISCLAIMER:

Seluruh cerita hanya rekayasa belaka. Cast bukan punya author. Plot is mine!

 WARNING

Kekerasan tak layak tiru! Mohon kesadarannya!!

.

.

.

Project for Let’s Get Our Kingdom B.A.P Fanfiction 1st Event!

 

DARKNESSIA

Sebuah negeri fantasi kelam yang jauh dari kata keindahan seperti halnya dunia dongeng buku bergambar maupun kisah cinta semacam Cinderella yang sering ditemukan.

Negeri ini penuh dengan tangisan, teriakan, jerit dari para rakyat jelata dan penuh keserakahan bagi mereka kaum-kaum pejabat.

Darknessia adalah negeri yang tercipta dari sabotase besar-besaran di mana negeri ini mengalami berbagai macam kekacauan sistem sejak awal di temukan. Pembangunan dari negeri terlihat maju namun sayangnya, pihak berkuasa selalu ingin menang memiliki wewenang tersendiri untuk memperlakukan rakyat jelata. Mereka seolah menganggap rakyat jelata hanyalah sampah yang pantas di hina dan di buang.

Hal seperti ini telah di perkuat oleh pemerintahan pusat ibu kota nan busuk, Raja dari negeri ini adalah orang yang tak tahu apa-apa tentang kepemimpinan, beliau hanya jadi bayang-bayang sosok menteri yang selama ini telah membuat negeri tanpa hukum.

Asalkan masih memiliki uang banyak, harta berlimpah, serta jabatan tinggi. Mereka bebas melakukan apa saja untuk berpoya, membeli hukum, menukar harga diri dengan uang, bahkan memusnahkan para penentang pemerintahan.

Ya, pasukan pembunuh telah lumrah di jumpai oleh masyarakat bahkan di takuti.

Organisasi pembunuh pemerintahan di ciptakan oleh mereka untuk membungkam siapa saja yang berani menentang sistem neraka pemerintah sendiri. Antara puluhan maupun ratusan anggota, hanya satu yang selalu mereka andalkan.

Anggota pembunuh muda yang telah hilang rasa kemanusiaannya.

Dia adalah alat andalan bagi organisasi.

 

 

 

Pemerintahan selama ini telah berjalan hampir 1000 tahun lamanya.

 

 

 

 

Dan hampir 1000 tahun itu pula, kelompok pembunuh mendapatkan moral mereka kembali. Memilih berkhianat, lalu membangun lagi kelompok pembunuh yang berpihak pada Rakyat jelata. Menyamaratakan nasib setiap masyarakat negeri ini.

 

 

 

Hancurkan Darknessia! Ciptakan kerajaan dan dunia baru damai!

 

 

 

¤ Darknessia ¤

 

‘’Daehyun!!’’

Menciptakan lagi beberapa pijakan di udara, berdiri lagi diantara mereka. Lalu, meraih tangan kanannya ke bawah tepat ke bagian lubang tempat Daehyun jatuh. Begitu mengepal tangan, maka—

KREK!!

Lubang itu kembali menyatu tertutup jadi es. Bahkan mengubah suhu air lautnya semakin dingin, dia juga menebalkan lebih lapisan lantai es tersebut dari segala arah. Lantas—

Tak mampu berbuat apa-apa lagi, terlalu cepat terjadi. Youngjae telah menenggelamkan sekaligus membuat Daehyun mati membeku di dalam. Sekejap, ada perasaan geram dalam hatinya.

‘’Kau. Seperti inikah negeri yang kau mau? Seperti inikah Darknessia yang kau inginkan!’’ kata Hongbin berbisik lirih sekalipun. Youngjae yang mampu mendengar dari atas sana tertawa dengan nada jahat bergema, mengaung langit.

Setelah puas tertawa, menundukkan kepala menatap Hongbin yang kini bersusah payah berdiri dengan bantuan pedangnya.

‘’Darknessia hanyalah negeri yang pantas untuk kubuat main-main! Untuk itulah aku berambisi ingin menguasai seluruh negeri ini. Sebelum kekuatan ini kudapatkan, aku memang tidak bisa memilih jalan hidupku sendiri.’’

‘’Begitukah—‘’

Samar-samar, suara Junhong terdengar menyahut. Dia ternyata sudah bangkit, berdiri setengah membungkuk, dua gunduk bahunya bergerak ke atas ke bawah. Dia seperti tersengal. Jangan bilang—

 

Karasuma telah menguasai jiwanya.

 

 

 

 

 

 

Sebenarnya, jiwa Karasuma tidak menyatu seutuhnya dalam diri Junhong

 

 

 

 

 

 

 

Dalam keadaan seperti ini, janjinya dengan pedang Karasuma harus di tuntaskan.

 

 

 

 

 

 

Hongbin tercengang, setelah sesuatu terjadi pada Junhong. Aura kegelapan mulai berpendar di sekitar wujudnya, asap-asap hitam itu memutari setiap bagian tubuhnya. Setelah Junhong menegakkan badan. Tatapannya berubah kosong serta perubahan warna matanya semerah darah. Rambut merah menyala miliknya menyeruak semakin tebal. Sungguh bukan seperti Junhong, tapi sebenarnya itu memanglah dia.

‘’Wah! Apa ini?! Kau merelakan tubuhmu untuk Karasuma?!’’ tanya Youngjae senang sekaligus berambisi. Angin dari aura kegelapan yang di miliki Junhong berusaha menjatuhkan Youngjae dari tempatnya saat itu juga. Pemuda itu tidak menyerah bertahan.

Angin itu perlahan reda. Dari atas sana, Junhong mengancungkan pedangnya yang mulai mengeluarkan asap hitam tepat mengarah ke Youngjae. Kulit tubuh dan wajahnya semakin memucat. Ketika Karasuma mulai memakan daya hidup yang di miliki Junhong.

‘’Kau tidak akan berhasil membekukan musim panas. Darknessia akan berubah menjadi negeri indah, kerajaan dengan fondasi pemerintahan yang kuat. Jangan harap kau akan memenuhi ambisimu! Karena…’’

 

 

Aku bertanggung jawab atas segala harapan rakyat negeri ini

 

 

 

Maka dari itulah—

 

 

Darknessia tidak akan berakhir begitu saja.

 

 

‘’Artinya, kau akan mengorbankan segala harapan demi negeri makmur? Menarik sekali~~~ kau membuatku semakin tertarik padamu!’’ tertawa dengan nada menantang. Youngjae pun semakin berambisi.

‘’Demi membuktikan itu! Ayo! Majulah!!! Kita bertarung sampai di antara kita terbunuh!!’’

Melompat dari atas pijakan, memberi satu serangan ke arah Junhong. Anak itu sempat menangkis lalu bergerak ke samping menyiapkan serangannya. Kekuatan Karasuma menambah setiap kecepatan. Maju memberi serangan balik, menangkis secara refleks. Youngjae mulai tampak kesulitan.

Dia berkali-kali menyerang Junhong dari arah ia muncul. Namun, dengan cepat pula bertukar arah. Dia sudah mulai mengecoh musuhnya.

Dengan rasa kesal, menciptakan bilah es tipis elastis dari ujung pedangnya setelah menemukan Junhong dari arah samping. Gerakan memanjang, maju hendak menusuk. Anak itu berhasil bergerak ke samping kemudian memotong bilah es tipis tersebut.

Tidak mau kalah, maju memberi tebasan. Junhong juga ikut maju, lalu berakhir dengan pedang keduanya kembali berbentur. Suara bahan logam berhantaman kembali terdengar di lanjutkan dengan aksi saling menekan satu sama lain.

‘’Kau pikir wujud seperti itu akan bertahan lama! Pedang itu akan memakan perlahan hidupmu.’’ Intimidasi Youngjae bersemangat ketika mendengar pedangnya mulai berdecit, tertawa sejenak. Memberi banyak tekanan membuat sosok tinggi didepanya ini semakin kuat menahan pedang lawan.

‘’Pelan-pelan kau akan mati juga sebelum kau berhasil membunuhku! Dasar bodoh!’’

Entah sejak kapan, tapi tubuh Youngjae sudah terjungkal berserta darah menyembur dari dadanya. Ya, saat menahan pedang lawan. Junhong sempat membuat gerakan yang tak disadari. Lalu, berhasil melukai Youngjae.

‘’Arrrght!!! Berani sekali kau!!’’

Darah musuh menempel pada pedang Karasuma terlihat menyerap masuk ke dalam bilah tajamnya. Junhong yang terengah merasa pulih setelah darah Youngjae di serap oleh pedangnya. Artinya, dia akan mampu bertahan apabila dia memberikan lebih banyak darah.

‘’Begitu rupanya, dia akan tetap bertahan jika dia terus melukaiku, ini tidak bisa dibiarkan!!’’ kesal. Menciptakan bukit es dari tempatnya ia berpijak setelah melihat Junhong melompat naik ke salah satu batu melayang di atas langit. Dan pertarungan di atas udara terjadi. Mereka melompat dari atas batu ke batu lain sambil melakukan serangan. Suara dentingan pedang kembali terdengar sampai satu gerakan menghentikan itu semua.

Membalas serangan yang diberikan Daehyun. Menendang tengkuk Youngjae hingga ia jatuh ke dasar. Hempasan tubuhnya tidak membuat lantai pecah dan membuatnya jatuh ke air. Namun, serangan cepat datang dari Junhong. Hendak menciptakan es untuk melindunginya dari tusukan. Gerakannya kalah cepat.

Jleb!

Jatuh tepat di atas dada kiri musuh. Jatuh menusukkan pedangnya begitu cepat. Tak banyak berbuat selain hanya menerima serangan.

Tercengang, tubuh bersimbah darah. Membasahi lantai es.

Dari kejauhan, pemuda bersurai hitam legam itu hanya bisa menatap bersama kedua matanya yang terbelalak.

 

 

Hal tak terduga pun terjadi

 

 

 

‘’Ah! Air lautnya!’’

Dari arah utara, perubahan pun kembali di perlihatkan. Air laut yang beku tadi tiba-tiba mencair seiring perubahan cuaca terjadi, perlahan kembali menghangat. Langit mendung mulai membuka sinar cahaya matahari. Tidak hanya daerah laut. Sebagian negeri juga berangsur pulih. Rumah-rumah, istana raja, serta alam yang di buat membeku ikut mencair, bahkan pada manusia membeku.

 

Ini tidak bisa dipercaya

 

 

Dia mampu mengalahkan si empunya kekuatan es lalu melumpuhkan ambisinya membekukan seluruh negeri

 

 

Darknessia tidak akan berakhir sia-sia

 

 

‘’Hehehe… hehehehe…’’ di saat kematiannya pun. Youngjae masih saja bisa tertawa. Rambut biru lautnya lenyap, bola matanya juga kembali berwarna kuning. Tanda di dadanya juga ikut lenyap.

‘’Seperti itukah—‘’

Ombak yang semula jadi tebing es pun mencair, mengetahui itu, Junhong segera mencabut pedang, cepat-cepat menggendong tubuh tak berdaya Youngjae. Dia berlari ke tepian mengikuti Hongbin di depannya. Es itu meleleh seiring dengan menjalarnya ombak, setelah hampir ketepian. Mereka berdua pun melompat. Desiran ombak menghantam pasir dan lautan kembali seperti semula.

Meski musuh sekalipun, kenyataannya Junhong tidak akan membiarkan sosok Youngjae ditelan lautan begitu saja.

Perlahan merebahkan tubuh tak berdaya itu ke atas pasir. Darah mengalir banyak membasahi baju tuxedo hitamnya. Terbatuk darah setelah sekian menahan rasa sakit.

‘’Ke.. kenapa.. ‘’ kata Youngjae terbata, ‘’Kenapa kau masih mau.. me .. nolong .. ku.. ‘’ katanya lagi, memandang nanar Junhong di atasnya.

‘’Meski kau sempat berambisi ingin membekukan negeri, pada akhirnya kau hanya di kuasai nafsumu pada darah!’’ ucap Junhong dingin.

Seketika, Youngjae mulai menyadari sesuatu setelah mendengar ucapan dari Junhong. Negeri Darknessia memang telah berakhir tanpa ke sia-siaan, tekad para pasukan revolusiuner tidak akan menyerah untuk membangun kembali negeri mereka, tanpa ada kesuraman dan kerajaan yang sejahtera.

Setelah ini, tidak ada lagi jeritan, tangis, kedengkian dan kebencian. Rakyat akan hidup tenang. Darknessia akan berubah menjadi negeri yang penuh cahaya di masa depan.

‘’Ju-Junhong..’’

Di detik kematiannya, tangan itu berusaha meraih wajah Junhong, seiring dengan perubahan dirinya yang kembali seperti semula. Membalas uluran tangan itu. Yang di lihat Junhong dari wajah Youngjae adalah—

 

 

 

 

 

 

 

Penyesalan

 

 

 

 

 

 

 

Seribu tahun berlalu, negeri Darknessia pun berubah seperti yang di katakan.

 

 

 

 

 

 

 

oOo

. . .

Sekarang ini bulan Desember, musim dingin pun juga hampir berlalu. Setelah di sibukkan pada perayaan natal negeri Darknessia akhir tahun pun menghampiri.

Negeri ini sekarang telah damai, setelah pertumpahan darah untuk mengakhiri pemerintahan busuk tersebut. Penobatan raja baru di berlakukan pada musim semi. Raja yang memiliki jiwa kepemimpinan tinggi dan juga berhati mulia. Telah menepati janji beliau membangun negeri Darknessia jauh lebih baik lagi.

Dan itu bisa di perlihatkan pada bangunan-bangunan rumah, gedung dan juga istana yang lebih bagus, kesan masa depan namun tidak meninggalkan kesan klasik.

Yang terpenting adalah, seluruh masyarakat hidup rukun, tenteram, saling mengikat persaudaraan satu sama lain.

 

 

 

 

 

Semua rakyat tidak sabar menanti datangnya Tahun Baru

 

 

 

 

 

 

‘’Hyung, kenapa kau membawaku ke bukit ini? Kan masih bagus kita melihat pertunjukan kembang api di tepi sungai?’’

Sejak tadi, Junhong bingung pada Hongbin yang terus saja membawanya ke atas bukit. Perjalanan saat ini mendekati puncaknya.

‘’Kau akan melihat sebuah kejutan di sana, nah sekarang—‘’ menghentikan langkah, seiring itu Junhong juga ikut berhenti. Beralih menatap Hongbin begitu kebingungan.

Dia mengeluarkan sebuah kain berwarna hitam.

‘’Untuk apa itu?’’

‘’Membungkuklah.’’

‘’Eh?’’

‘’Membungkuk sajalah~’’

Tidak punya pilihan, akhirnya menuruti kemudian membungkuk, kedua matanya begitu cepat di tutup oleh kain hitam. Pemandangan pun menjadi semakin gelap.

Mengikuti intruksi yang di berikan, mulai berjalan ke tepi bukit. Setelah dirasa tepat. Hongbin pun memberi aba-aba.

‘’Dongakkan kepalamu ke atas langit dan segera buka penutup mata itu.’’

Mendongak sambil membuka penutup mata. Pandangan pertama yang di lihat adalah.

 

 

 

 

 

 

Kumpulan bintang indah bertaburan di langit, serta tembakan dari kembang api yang indah

 

 

 

 

 

 

 

‘’Indahnya~’’ gumam Junhong berbinar, pertama kalinya ia melihat pergantian tahun begitu indah di negeri Darknessia nan suram selama bertahun-tahun.

‘’Berpalinglah ke belakang.’’

Menuruti lagi aba-aba, berpaling perlahan ke belakang. Pemandangan yang tak terduga pun membayangi Junhong. Walau itu mustahil mereka semua akan kembali setelah peperangan itu, namun di hadapan Junhong, bayangan itu sangat jelas.

 

 

 

 

 

Teman-teman dalam pasukan pembunuh Liberality Skull dan Biohazard

 

 

 

 

 

 

Selamat Tahun baru di Darknessia

 

 

 

 

 

 

 

Tidak mampu menahan perasaan haru setelah Junhong melihat semua teman-teman, terutama Daehyun dan Jongup. Mereka berdua terlihat tersenyum pada Junhong yang saat ini menahan tangis haru. Dan juga—

Dia melihat sosok Youngjae mendekatinya, memegang kedua bahu Junhong yang bergetar.

‘’Terima kasih atas segala kesadarannya di pertarungan itu, aku mulai menyadari ambisiku. Dan kau sudah berhasil mengubah Darknessia jauh lebih baik, bukan hanya itu saja—‘’

 

 

 

 

 

 

 

Itu semua tidak akan berhasil tanpa bantuan, keberanian dan tekad kami. Teman-temanmu.

 

 

 

 

 

 

Selamat menempuh kehidupan baru dan damai di Darknessia, kami akan selalu Bersamamu di sini

 

 

 

Lalu menjalani kehidupan makmur di kehidupan selanjutnya dari tahun ke tahun

 

 

 

 

¤ Destroyer of Darknessia – The End ¤

 

 

 

 

 

 

 

Thank you for reading

 

 

Yeah this is our Kingdom

Advertisements

One thought on “[Let’s Create Our Kingdom] Destroyer of Darknessia – One Shot”

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s