[Let’s Create Our Kingdom] My Heart Is For You – Vignette

my-heart-is-for-you

My Heart Is For You

A story by Rahma

Starring by special Jung Daehyun and other cast

PG-13 Rated

Romance, Sad, and Fantasy story

Vignette lenght

Disclaimer : Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Pemeran sepenuhnya milik agensi mereka, penulis hanya memiliki alur. Don’t be plagiarism, don’t be sider. Enjoy~

Summary : Pangeran Jung Daehyun hanya memiliki satu hati untuk sang Putri Lee. Namun pernikahan sang Putri Lee dengan kakak pangeran membuatnya kacau. Akankah mereka benar–benar dapat bersatu?

.

.

.

Hati pengeran Jung Daehyun gelisah tak menentu. Sesekali ia menoleh kebelakang–tempat perkampungan, mengamati dengan seksama apakah ada yang datang. Ia coba menenangkan dirinya dengan memandang burung Bangau yang terbang dan kembali hinggap dibebatuan sungai. Kakinya mulai membeku merasakan dinginnya air sungai yang mengalir. Hembusan angin sore membuat bulu kuduknya merinding. Ia hanya bisa duduk termenung diatas bebatuan sungai menunggu kedatangan kekasihnya putri Lee Naeun. Setiap hari ia datang ketempat itu hanya sekedar bertemu kekasih yang sangat dicintainya.

Sudah lama jalinan kasih mereka dan hanya pengawal serta kepala dayang Seo yang mengetahui hubungan cinta mereka. Dari kejauhan pangeran Dae melihat kedatangan mereka. Ia segera menghampiri putri Lee yang datang bersama pengawal dan dayang setianya. Setelah mendekat ia langsung  memeluk erat putri Lee seakan ia tak bisa lagi membendung perasaan rindunya.

“Aku khawatir kau tak datang,” ucapnya yang masih memeluk tubuh Naeun–sang putri Lee.

“Maaf pangeran, tadi pangeran Il datang menemui ayah handa, jadi aku terlambat datang menemui pangeran.”

“Pangeran Il?” ucapnya kaget dan melepas pelukannya.

“Aku sendiri belum tahu apa maksud kedatangannya,”  kata putri Lee.

“Kalau pangeran Il coba mendekatimu, dia harus berhadapan denganku dulu. Tak kan kubiarkan orang lain menyentuhmu walau sehelai rambut sekalipun,” ucapnya lantang penuh amarah.

“Tenang, tak kan ada yang menyentuhku, pangeran. Karena hati dan rasa ini hanya untukmu dan selamanya untukmu,” ungkap putri Lee seraya memegang erat tangan pangeran Daehyun. Pangeran Dae langsung mencium kening putri Lee membalas kalimat yang keluar dari bibir mungil sang putri.

“Aku sangat mencintaimu,” sahutnya sambil berlalu menggenggam jemari tangan putri Lee.

Mereka berjalan mengitari pinggiran sungai, berjalan dan terus berjalan mengikuti arah langkah kakinya. Mereka tak la gi merasakan butiran pasir menempel pada kaki mereka, yang terasa hanya perasaan sayang satu sama lain. Tak terasa matahari mulai tak nampak, merekapun berpisah untuk sementara dan pergi meninggalkan tempat itu menuju ketujuan masing-masing seiring bersama matahari yang ikut  meningglkan bumi.

Ayam jantan mulai berkokok  menandakan pagi telah datang. Pangeran Dae sedang asyik duduk diteras depan kamarnya.

“Raja memanggil pangeran menghadap,” seorang pengawal datang mengagetkannya seakan membuyarkan lamunannya pada pertemuannya kemarin sore bersama putri Lee.

“Ada apa raja memanggilku?” balas pangeran dengan muka mengkerut.

“Saya tidak tahu pangeran, saya hanya diperintahkan untuk memanggil pangeran untuk menghadap beliau,” kata pengawal itu lagi.

“Baiklah aku akan segera kesana,” ucap pangeran Daehyun menanggapi lalu pergi meninggalkan tempat itu.

Diatas singgasana telah duduk menanti seorang raja beribawa dan disegani.

“Silahkan duduk anakku,” sapa raja ramah pada pangeran Daehyun setelah melihatnya datang.

“Saya ingin membicarakan sesuatu padamu, Nak,” ucap raja yang telah duduk berdampingan dengan pangeran Daehyun.

“Silahkan ayahanda, katakanlah apa yang hendak ayahanda sampaikan. Anakda siap mendengarkan,” kata pangeran Dae.

“Bagaimana hubunganmu dengan putri Lee, anakku?” kata raja membuka pembicaraan. Bagai tersambar petir Pangeran Dae sangat kaget mendengar perkataan raja barusan.

“Darimana ayahanda tau mengenai hubungan kami?” tanya pangeran Daehyun penasaran.

“Anakku, semua orang tau mengenai hubungan kalian, bagaimanapun kalian menutupinya. Ingat! kamu adalah seorang pangeran, setiap langkahmu akan menjadi perhatian orang,” ucap raja bijak.

“Namun yang jadi masalah adalah kakakmu–pangeran Il juga diam-diam menyukai putri Lee Naeun, bahkan jauh sebelum kamu mengenalnya,” kata raja menjelaskan.

“Dan sekarang kakakmu pangeran Ilwoo, ingin mempersunting putri Naeun–anak dari raja Lee itu.”

“Hah, pangeran Il ingin mempersunting putri Lee?” spontan pangeran Daehyun tersentak kaget mendengar ucapan ayahandanya.

“Kenapa harus putri Naeun, ayahanda? Bukankah anak raja Lee ada 3 dan semuanya putri, kenapa bukan kakak putri Naeun saja, ayahanda?”

“Kakakmu sendiri yang memilihnya,” ucap raja.

“Tapi saya mencintai putri Naeun, ayahanda,” ucap pangeran Daehyun terus-terang.

“Kakakmu juga mencintainya,” kata raja lagi.

“Bagaimana dengan putri Naeun, ayahanda?” tanya pangeran Daehyun lemas.

“Saya tidak tau mengenai putri Naeun, tapi ayahnya–raja Lee telah menerima lamaran pangeran Ilwoo.”

“Apa?” sela pangeran Daehyun menahan rasa amarah.

“Pangeran Ilwoo yang datang langsung melamar kepada raja Lee, dan raja Lee menyetujuinya.” ucap raja berusaha menenangkan pangeran Daehyun.

“Ternyata kedatangannya kemarin ketempat putri Lee untuk melamar. Biadab! Saya harus membuat perhitungan dengannya,” gumamnya dalam hati.

Usaha raja untuk menenangkan perasaan hati pangeran Dae ternyata sia-sia. Pangeran Daehyun terus saja gelisa dipenuhi oleh rasa amarah. Sepertinya Pangeran Daehyun tak bisa lagi mengimbangi jiwanya, ia langsung berpamitan kepada ayahandanya dan pergi mencari pangeran Il.

“Plakkkk!”

Sebuah tinju melayang kewajah pangeran Il setelah menemukan pangeran Il yang sedang asyik duduk ditaman istana. Pangeran Il terkesimak mengambil langkah mundur setelah satu pukulan mengenai wajahnya. Tapi pangeran Daehyun ternyata tidak memberi kesempatan pada pangeran Il dan terus mendekatinya sambil melayangkan beberapa tendangan. Pangeran Il tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah karena tidak diberi ruang gerak sedikitpun oleh pangeran Daehyun.

“Apa maksudmu melamar putri Naeun? Mengapa harus putri Naeun? Mengapa bukan kakak Naeun?” ucapnya garang sambil terus mengayungkan tinjunya, sementara pangeran Il hanya pasrah menerima pukulan dikarenakan posisinya yang telah tersungkur ke tanah.

“Cukup! Pangeran Dae!” ucap raja lantang  melerai, datang dari dalam istana. Pangeran Daehyun kemudian menghentikan pukulannya. Sementara pangeran Il memilih berlindung dibelakang sang raja.

“Maafkan saya ayahanda,” katanya kepada raja kemudian berlalu meninggalkan raja serta pangeran Il yang  disaksikan oleh beberapa abdi dalang. Pangeran Daehyun terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun. Hingga bayangannyapun sudah tak terlihat lagi.

Isak tangis putri Lee tak dapat dibendung lagi setelah bertemu pangeran Daehyun. Putri Lee menangis sejadi-jadinya didalam pelukan pangeran Daehyun.

“Aku lebih baik mati daripada harus menikah dengan pangeran Ilwoo.”

“Aku tak bisa hidup tanpamu, pangeran!” ucap putri Lee terbatah-batah. Pangeran Dae tak mampu mengucapkan kata walau sepatah kata sekalipun. Ia hanya bisa meneteskan airmata menanggapi ucapan putri Lee. Kesedihan sangat terasa diantara mereka, pengawal serta dayang Seo ikut larut dalam kesedihan mereka serta bebatuan sungai yang menjadi saksi pertemuan mereka juga turut  merasakan kepedihan mereka. Hingga tak sadar malampun menjemput mereka yang membuat mereka berdua harus saling berpisah.

Pergelaran pernikahan anatara kedua kerajaan dilaksanakan dengan sangat meriah. Raja Jung Min Seok telah hadir bersama arak-arakannya dan disambut oleh raja Lee. Pangeran Daehyun tak terlihat batang hidungnya,  ia tak sanggup melihat kekasihnya dipersunting oleh orang lain, apalagi itu adalah kakaknya sendiri. Putri Lee Naeun terlihat sangat cantik sementara pangeran Ilwoo berdiri persis disamping putri Lee. Raja Jung dan raja Lee saling bercengkrama diantara para tamu kerajaan. Suara musik kerajaan terdengar sangat meriah, pergelaran tarian disajikan oleh penari-penari istana dan para pelayan istana sibuk menyajikan hidangan bagi tamu-tamu kerajaan. Namun suasana itu tak berlangsung lama,  acara pernikahan tiba-tiba kacau dengan suara benda keras jatuh kelantai. Suasana istanapun jadi riuk, semua mata tertuju pada suara benda keras itu, dan ternyata putri Lee. Putri Lee Naeun tersungkur jatuh,  lemas dan kaku, serentak pangeran Il yang sedari tadi berdiri disamping putri Lee berusaha membangunkan putri Lee.

“Putri Lee! Putri Lee!” ucap pangeran Il.

Namun putri Lee tak bergeming sedikitpun mulutnya mengeluarkan cairan darah, sekujur tubuhnya membiru. Pangeran Il terus dan terus berusaha mmembangunkan putri Lee, namun putri Lee tak bereaksi sedikitpun. Ternyata putri Lee sudah tak bernyawa lagi. Putri Lee memilih meminum racun sebelum acara pernikahannya dimulai. Seisi ruang istanapun berubah menjadi panik menyaksikan kematian putri Lee. Raja Lee mendekati tubuh putrinya yang tergulai lemas kemudian mengangkat tubuhnya disertai tangis dari dalam dadanya. Raja Lee sangat terpukul dengan kematian putrinya, suasana istana berubah menjadi upacara kematian putri Lee Naeun.

Kemudian nan jauh disana kabar tentang kematian putri Lee Naeun terdengar  ditelinga pangeran Daehyun. Ia hanya bisa duduk diam digubuk pertapaannya, ia tak bisa berbuat apa-apa selain tertunduk lemas sambil meneteskan air mata. Ia sangat ingin melihat jasad putri Lee untuk yang terakhir kalinya namun apa daya karena letak kerajaan dari gubuknya sangat jauh dari kerajaan, yang  memaksakan dirinya diam terpaku. Hari-harinyapun dilalui dengan kesedihan, hidupnya seakan terbelenggu oleh rasa sedih dan  rindu akan kehadiran putri Lee.

Tak terasa sebulanpun berlalu, namun ingatan pangeran Daehyun masih saja tertuju pada putri Lee. Ingatannya akan semua masa indah yang telah dilaluinya tak bisa hilang begitu saja. Ia masih saja terus menginganya. Setelah kematian putri Lee pangeran Daehyun masih menghabiskan waktunya disuatu gubuk yang dibangunnya. Ia memilih jauh dari kerajaan dan tinggal ditempat itu dikarenakan oleh rasa sakit hatinya pada pangeran Il. Apalagi sekarang putri Lee sudah tiada tak ada alasan baginya untuk kembali.

Pagi itu ia terbangun lebih awal, awan hitam masih terlihat menutupi langit. Ia hanya memandang langit dari dalam gubuknya. Ia masih enggan melangkahkan kakinya keluar untuk memetik beberapa buah yang ditumbuh liar disekitar gubuknya. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang terdengar sangat pelan mendekati gubuknya. Iapun dengan sigap mempertajam pendengarannya dan  mengambil sikap aba-aba. Ia bisa merasakan kedatangan sesorang.

“Siapa kamu!” ucapnya setelah menangkap orang itu, memegang tangan dan membuka topengnya, betapa terkejutnya ia setelah melihat wajahnya yang ternyata pengawal setia putri Lee.

“Maaf pangeran, ada yang hendak kuperlihatkan pada pangeran,” jawab pengawal sambil menjulurkan tangannya kearah dimana sosok seorang wanita cantik berambut panjang berdiri terpaku memandang pangeran Daehyun. Betapa terkejutnya pangeran Daehyun setelah melihat sosok wanita yang dimaksud. Yang tak lain adalah putri Lee Naeun. Putri Lee memandangnya penuh haru, sementara ia hanya memandang putri Lee terpaku tak berkedip sedikitpun. Perasaan rindu dan heran bagaiamana mungkin orang yang dikabarkan meninggal tiba-tiba telah berdiri dihadapannya. Putri Lee tak dapat lagi membendung rasa rindunya kemudian langsung mendekat dan  memeluk tubuh pangeran Daehyun. Pangeran Daehyun masih tak kuasa dengan apa yang dilihatnya, namun ia juga langsung membalas pelukan putri Lee.

“Pangeran… Ini aku pangeran, putri Lee Naeun,” ucap putri Lee  memastikan kepada pangeran Daehyun bahwa dirinya masih hidup.

“Bagaimana bisa, bukannya adinda sudah meninggal?” ungkapnya heran.

“Maafkan saya pangeran,” ucap pengawal menyelah pembicaraan mereka. Kemudian putri Lee melepas pelukannya lalu pangeran Dae mempersilahkan keduanya masuk kedalam gubuknya. Mereka duduk diatas anyaman tikar bambu ditemani  kendi minuman yang telah tertata rapi diatas tikar bambu.

“Pangeran, diseberang desa ini, ada sebuah kampung kecil yang penduduknya memiliki keahlian membuat topeng yang persis dengan wajah yang kita inginkan, keahlian mereka belum banyak diketahui oleh orang dan kebetulan saya lahir didesa itu pangeran,” kata pengawal mengawali pembicaraan.

“Saya dan kepala dayang Seo berinisiatif untuk membawa putri Lee kedesa itu, kemudian oleh penduduk desa dibuatkan topeng putri Lee dan menempelkannya diwajah dayang Seo,” ucap pengawal yang kali ini dengan mata berkaca-kaca.

“Dayang Seo berubah menjadi putri Lee dan memilih mengakhiri hidupnya,” sambung putri Lee pelan.

“Jadi yang meninggal adalah kepala dayang Seo,” ucap pengawal pelan dan sedih.

Mendengar penjelasan pengawal, pangeran Daehyun langsung merangkul tubuh putri Lee dan mencium keningnya.

“Hmm, hatiku sangat bahagia putri. Ternyata engkau masih hidup,” desahnya sambil terus merangkul tubuh Naeun.

“Terima kasih, pengawal. Aku tak tahu harus bagaimana membalas semua jasa dan kebaikan kamu dan juga kesetiaan kepala dayang Seo yang merelakan hidupnya demi cinta kami berdua,” ungkapnya seraya melepas rangkulannya dan berbalik memegang pundak pengawal itu.

“Takkan pernah kulupakan semua budi baik kalian sampai dunia ini berakhir,” ucapnya tersenyum.

Senyum bahagia terpancar di wajah pangeran Daehyun dan putri Lee. Kini mereka kembali bersatu, disaksikan oleh kepala dayang Seo dilangit surga. Merekapun hidup bahagia selamanya.

 

 

 

 

T     A    M   A   T

Advertisements

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s