[Let’s Create Our Kingdom] Time – Ficlet

untitled-1

Title : Time

Author : Tamtam

Cast : Kim Himchan (B.A.P), Yoo Youngjae (B.A.P)

Length : Ficlet

Genre : Family, Hurt

Rate : pg 13

Summary : Himchan muak karena sang waktu terus saja membuatnya menderita.

~ ~ ~

 

Kim Himchan, lelaki berparas tampan itu terdiam. Kedua matanya menatap lurus jalanan, dinginnya angin malam tidak mengusiknya dari lamunan.

Semua bisa berubah!

Perlahan Himchan menutup matanya, dengan menghirup nafas dalam, ia berharap sebentar saja lara dapat bersahabat dengannya.

“Kita tidak punya waktu!”.

Seketika Himchan tersadar ketika suara seseorang teringat dalam benaknya. Dengan hembusan nafas yang berat lelaki itu melihat jam pada pergelangan tangannya. Himchan berdecak kesal ketika denting jam menjerat pendengarannya. Walau denting itu terdengar samar bahkan tidak ada, daya khayal Himchan seakan menarik indra pendengarnya untuk terus terperangkap dalam rotasi waktu yang begitu memuakkan.

“Kim Himchan”.

Himchan membalikkan badan ketika tepukkan halus terasa di bahu kanannya. Dihadapannya, Youngjae tengah menatapnya cemas.

“Kau baik-baik saja?”.

Tidak menjawab, lelaki itu memilih membungkam mulutnya namun dapat Youngjae lihat bahwa gesture yang Himchan berikan menandakan bahwa lelaki itu tidak dalam keadaan baik-baik saja.

“Kau harus kembali ke ruang kendali, kita tidak memiliki banyak waktu”.

Waktu! Kenyataan itu kembali mengusik benak Himchan. Persetan! Himchan benar-benar ingin memaki sang pencinpta waktu. Bagaimana mungkin dengan teganya sang waktu membuat dirinya bahkan orang-orang bergantung pada denting jarum yang bergerak.

“Aku muak”.

Himchan berkata dengan begitu lrihnya, lelaki itu mempererat mantelnya ketika dinginnya malam tidak dapat lagi ditahan oleh permukaan kulitnya. Youngjae, ia hanya tersenyum singkat menyaksikan bagaimana Himchan membenci sang waktu. Ia tidak menyalahkan Himchan karena memang sang waktu perlahan membuat dunia begitu gelap juga kelam.

“Kita harus kembali ke ruang kendali, tanpamu orang-orang tidak dapat memulai pekerjaannya”.

Dengan pasrah akhirnya Himchan melangkahkan kakinya mengikuti Youngjae. Benar, ia tidak bisa menampik bahwa ia memiliki andil besar dalam semua ini. Disepanjang perjalanan, Himchan bergumam bahwa semuannya akan baik-baik saja. Bahwa dunia akan berjalan semestinya seperti sedia kala.

“Kau siap?”.

Youngjae bertanya kepada teman baiknya, disampingnya Himchan hanya mengangguk pelan. Kini mereka berada di luar ruang kendali. Himchan kembali menghembuskan nafasnya berat saat tanda diatas ruang tersebut menyala.

“Eommonim, akan baik-baik saja!”.

Tidak dapat lagi ditahan, akhirnya bulir-bulir bening dari mata Himchan meluruh begitu saja. Himchan melotor kebawahan, lelaki itu menyembunyikan wajahnya diantara kedua kakinya. Himchan benar-benar merasa kalah, lelaki itu benar-benar merasa sesak ketika akhirnya mau tidak mau, ia menyetujui operasi pengangkatan tumor milik ibunya.

Youngjae hanya terdiam, ia mengerti apapun yang akan dilakakuan tidak dapat membantu sahabatnya itu meredakan kesakitannya. Ruang operasi yang ada dihadapannya selalu saja disebut Himchan sebagai ruang kendali. Sahabatnya itu selalu saja menulikan pendengarannya saat ruang operasi dipilih para dokter untuk menangani penderitaan sang ibu. Penderitaan milik ‘dunia’ yang dikirimkan oleh sang pencipta kepada Himchan.

Ibu Himchan telah divonis menderita tumor ganas pada otaknya, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan namun ada satu cara agar ibunda Himchan terlepas dari rasa sakit yaitu operasi dengan tingkat keberhasilan dibawah 8%. Mendengar fakta tersebut, detik itu juga Himchan menjauhkan sang ibu dari ruang operasi. Lelaki itu beranggapan ruang operasi adalah ruang kendali yang bisa merenggut nyawa ibunya kapan saja. Ruang kendali yang bisa membuat ‘dunia’-nya yang begitu bahagia menjadi kelam juga sengsara.

Ketika waktu sudah menunjukan pukul dua dini hari, tangis Himchan pecah seketika sebab kini dunia tidak akan seindah dulu, tidak akan semenyenangkan dulu karena kelam sudah membentang, melahap asa pada pahitnya kenyataan.

.

.

END

Advertisements

Leave your comments, B.A.B.Y ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s